Ø Si Pembatal Amal



Bismillahirrahmanirrahim.

Riya'. Si penggerogot amal. Amal yang sudah capek-capek kita kerjakan, nilainya bisa jadi nol. Semua energi yang kita curahkan, bisa jadi sia-sia. Cuma gara-gara riya’. Dalam Quran Surah Al-Baqarah ayat 264 disebutkan bahwa perumpamaannya itu seperti batu yang licin yang di atasnya ada debu, kemudian batu itu ditimpa hujan lebat, maka tinggallah batu itu licin lagi. Mereka yang menyebut-nyebut amalnya, yang pamer, yang tidak ikhlas mengerjakannya, tidak memperoleh sesuatu apa pun dari apa yang mereka kerjakan.

Kalau dilihat semangat shalat meningkat, tak ada siapa di sekitar, malas shalat hinggap. Mungkin itu riya’. Ketika shaum Senin-Kamis hanya untuk diperlihatkan kepada teman. Mungkin itu riya’. Mencari pandang dan puji dari manusia-manusia. Jelas itu riya’. Bahkan takut pada celaan makhluk pun kemungkinan jadi riya’. Mungkin memang terasa nikmat mendapat pujian dari teman, mendengar kata-kata yang membuat kita senang, tapi itu percuma di mata Allah. Mungkin memang rasa itu selalu--atau setidaknya sering--menghampiri. Rasa ingin dilihat, rasa ingin dipandang orang lain, rasa ingin memamerkan apa yang kita bisa. Dan memang untuk merendah hati itu sulit, karena itu lah ujiannya.

Apakah kita lupa, bahwa segala sesuatu milikNya semata? Apakah kita lupa, kita bisa beramal pun karena diberikan kekuatan yang hanya berasal dariNya, bukan dari yang lain? Mungkin kita lupa. Bahwa Dia lah yang seharusnya kita kejar, kita cari, kita dekati. Bukan makhlukNya. Yang sering salah, hanya bisa berkomentar, memuji sembarang.Tapi Dia yang tahu segalanya, tahu diri kita yang sebenarnya, tahu batas-batas diri kita, bahkan tahu semua kekurangan dan aib-aib kita. Walau begitu, dia tetap setia menyayangi kita, memberikan ampunan di setiap waktu--sebelum napas direnggut atau sebelum mentari terbit dari sebelah barat.

Untuk apa ibadah demi manusia, yang padahal sepantasnya ditujukan hanya padaNya? Untuk apa hidup ini kita lalui, kalau hanya untuk ditampakkan dan dipamerkan kepada sesama makhlukNya? Riya’ itu bukan sesuatu yang seharusnya dilakukan oleh hambaNya, melainkan ibadah secara sembunyi-sembunyi, itu lebih baik bagi kita, walau tentu ibadah tetap jalan kalau memang ada orang di sekitar, tanpa memperdulikan pandangan mereka terhadap amal-amal kita.

Riya'. Berbagai cerita menghiasi hal ini. Berikut kisah-kisah mereka--anak-anak sekolah menengah pertama--yang mencoba menuliskan apa yang ada di otak mereka tentangnya dan kebanyakan anekdot yah karena mereka masih kelas 7.

#0
Amat (nama orang) rajin beribadah. Suatu ketika ia ingin shalat di masjid ketika pulang sekolah, dan ramai akan manusia di sana. Ia pun malas-malasan dalam shalatnya. Pas suatu sepertiga malam, ia shalat dengan sangat khusyu' sampai ia tersedu-sedu berkhalwat bersama RabbNya. Suatu hari pun ketika sedang berjalan bersama teman-temannya, di jalanan banyak sampah. Ia tidak mengambil satu pun. Ketika ia berjalan sendiri suatu waktu, misal saat ia jalan ke mesjid untuk shalat, dia mengambil setiap sampah yang terlihat oleh matanya. Saat shalat jum'at pun, ia memasukkan uang recehan ke kencleng yang disebarkan sampai berbunyi keras. Sementara ketika semua sudah pulang, ia memasukkan sejumlah uang berwarna merah ke dalam kotak amal. Saat di kelas pun waktu teman-teman banyak yang ngebully satu orang, ia turun membully. Tapi pas sepi, amat membantu tugas-tugas si yang terbully tersebut. Dia sangat kesal apabila amalannya dilihat orang lain. Amat (nama orang) baik sekali (?) You decide.

#1
Pada suatu hari ada orang bernama Budi. Budi anak yang rajin beribadah, tetapi semua itu berubah ketika negara api menyerang. Hanya Aang yang dapat menghentikannya. Akhirnya Budi menjadi pengikut negara api.

#2
Orang-orang selalu bilang kalo aku itu riya padahal namaku Riyadi. Untung sifatku bukan riya. Berarti akunya aja yang kegeeran...

#3
Pada suatu hari ada orang bernama Doni. Saat di jalan bertemu dengan seorang pengemis lalu ia memberi pengemis itu uang lima ribu. Namun dia meminta kembalian lalu pengemis itu berkata, "Mas, saya ga ada uang lagi, lagian Mas ini tampan dan berani, eh maksud saya tampan dan kaya." Lalu Doni berkata, "Ya sudah kalau kamu bilang begitu, ambil saja semuanya."

#4
Pada suatu hari ada orang yang benama Jono. Dia dikenal orang sebagai orang yang shaleh. Tapi semua orang yang kenal Jono tidak tahu sikap Jono yang sebenarnya. Pada suatu hari saat Jono ke masjid, keluarlah sikap aslinya. Saat Jono menjadi imam di masjid itu dia membaca suratnya dengan panjang, karena dia melihat perempuan cantik di masjid tersebut. Saat setelah shalat ia pun mengaji dengan suara keras supaya perempuan itu mendengarnya. Karena semua orang mendengarnya juga mereka akhirya tahu bahwa sifat sebenarnya Jono adalah riya. Setelah kejadian itu Jono menjadi dikucilkan oleh semua orang dan tidak memiliki teman.

#5
Part I
Rudi adalah orang yang riya. Ia selalu memamerkan amal-amalnya seperti mengumumkan di speaker masjid bahwa ia telah mengencleng saat jum'atan sebesar lima ratus rupiah. Tapi setelah masyarakat membawa Rudi ke tempat ruqyah kini syetannya telah keluar dari dirinya namun oleh orang yang meruqyahnya dipindahkan kepada Joko.
Ingin tahu kelanjutannya?
Coming soon

Part II
Setelah dipindahkan syetannya ke Joko, kini Joko menjadi riya binggo, ia sering memberi pengemis di dekat rumahnya namun keesokan harinya ia selalu meminta lagi uang kepada pengemisnya. Ia sudah bertemu pengemis yaitu Sukijat, Sukijan, Supriman, Sikimong dan lain-lain. Ia selalu membuat baligho tentang besar uang yang disedekahkannya. Ia sering riya dan besar kepala, namun setelah ke klining tong fong kini kepalanya hilang. Terima kasih klining tong fong.

Bonus Part
Ada 5 bersaudara yaitu Sikijot, Sukiprot, Sukidrot, Sukicot, Sikabod yang sering dihina riya oleh temannya dan ternyata riya itu adalah bapaknya yang bernama Riyadi Widado Wedyodiningkat.

#6
Riya satu kata tetapi banyak makna. Satu kata ini dapat membuat pahala kita hilang. Aku pun tak tahu jika satu kata ini ada dalam diriku. Akhirnya aku sadar bahwa aku selalu senang jika dipuji hingga akhirnya aku sadar bahwa ini adalah Riya iya ini Riyadi. Eh kenapa jadi ke situ, mari kita lanjut hingga seseorang memberitahuku tentang Riya, akhirnya aku sadar dan mulai berubah, jadi power ranger. Eh naha jadi itu, mari kita lanjut. Aku mulai berubah menjadi lebih baik. Tetapi masih sedikit-sedikit kejadian. Hingga suatu saat Riya ini telah menghilang dari hidupku, tetapi aku rindu Riya, iya Riyadi yang temen aku sama Luki, eh salah. Mari kita lanjut. Satu per satu temanku mengikuti agar tidak berbuat Riya. Suatu saat aku melihat orang yang riya aku selalu memperhatikan ketika bersama temannya dia sangat baik dan beriman, tetapi ketika dia sendirian di pojok ternyata dia BAB di celana, eh salah. Mari kita lanjut. Saat dia sendiri dia tidak pernah shalat, lalu aku mulai menyepetnya agar dia sadar walau caranya agak salah.

#7
Ada seorang anak yang selalu berbuat riya. Dia ingin diperhatikan oleh orang lain karena kehebatannya. Saat dia diajak oleh temannya untuk ikut ceramah ke masjid, di masjid dia mendengarkan ceramahnya. Orang ceramah itu membahas tentang riya. Saat orang itu berceramah panjang, dia itu sadar bahwa perbuatan riya itu adaah perbuatan yang sangat tidak disukai oleh Allah. Maka dari itu ia tidak ingin berbuatnya lagi dan ingin menjadi anak yang sholeh. Dia selalu membaca Quran, sholat 5 waktu, sedekah dan lain-lain. Ia juga selalu mengajak orang-orang sholat utuk pergi beribadah. Jadi kita harus menjauhi perbuatan riya dan mendekatkan diri pada Allah. Tetapi saat ia melihat wanita yang sangat cantik dia selalu memerhatikannya, tetapi ia juga selalu menahan karena tidak mau tergoda agar bisa menjadi lelaki yang sholeh. Akhirnya ia pun tergoda dan berpacaran dengan wanita itu. Lalu teman itu mengajak anak itu untuk diruqyah. Saat diruqyah anak itu gegerebek dan berngomong, "Siapa kamu?" "Saya adalah Ustad Toha, saya di sini ingin mengeluarkan kamu," kata Ustad. Tetapi setannya terlalu kuat akhirnya setannya pun membanting diri sendiri sampai ustad dan temannya ketakukan. "Astaghfirullah." Akhirnya anak itu meninggal dunia. Seluruh warga semua pun menangis karena meninggalnya anak itu. Saat semuanya pulang, anak itu mati suri keluar dari kuburnya karena anak itu tidak diterima di akhirat. Lalu anak itu datang pada temannya, temannya itu kaget dan membawa anak itu ke orangtuanya. Saat orangtuanya melihat anak itu, orangtuanya memeluknya dan merapihkan akhirnya anak itu dinamai Michael Jackson.

Itu lah cerita mereka yang mendengar tentang riya'. Itu cerita mereka, apa ceritamu?

O ya, hampir lupa. Fudhail ibn 'Iyadh juga mengingatkan, "Kalau ku meninggalkan ibadah karena khawatir dilihat orang, maka kau riya'. Dan kalau kau beribadah agar dilihat orang, kau berbuat syirik!" Nah.
Ø Si Pembatal Amal Ø Si Pembatal Amal Reviewed by max on 20.36.00 Rating: 5

Tidak ada komentar:

Tolong kritiknya yang banyak please..

Allah Semata Yang Maha Benar. Diberdayakan oleh Blogger.