Preston
Episode 2A
I Believe in Angel
Iman kepada malaikat hukumnya wajib. Kalau kita
tidak percaya dengan malaikat, kita bisa kafir. Tidak percaya ke salah satu
dari rukun iman membuat kita jadi kafir. Walau pun memang tidak bisa memvonis
orang-orang yang memang belum tahu ilmunya. Maka untuk orang-orang seperti itu,
tugas mereka adalah belajar, dan tugas kita mengajarkan. Bukannya memvonis.
Mengimani malaikat itu wajib, nanti akan ada
beberapa penjelasan, yang kalau kita belum tahu maka tidak apa-apa, tetapi
kalau kita sudah tahu dan tidak mengimaninya, maka bisa menyebabkan kita
menjadi kufur. Kalau belum tahu dalilnya maka dimaafkan, tetapi kalau sudah
tahu dalilnya dan shahih, maka wajib mengimani.
MATERI
1. Yakin malaikat itu makhluk ciptaan Allaah yang mempunyai wujud yang hanya Allaah yang tahu dan mereka terbuat dari cahaya
… الْحَمْدُ لِلَّهِ فَاطِرِ السَّمَاوَاتِ
وَالأرْضِ جَاعِلِ الْمَلائِكَةِ رُسُلا أُولِي أَجْنِحَةٍ مَثْنَى وَثُلاثَ وَرُبَاعَ
“Segala puji bagi Allaah Pencipta langit dan bumi,
yang menjadikan malaikat sebagai utusan-utusan (untuk mengurus berbagai macam
urusan) yang mempunyai sayap masing-masing (ada yang) dua, tiga dan empat…”
(Qs. Faathir [35] : 1)
Jadi malaikat ini adalah makhluk. Bukan sekedar
bisikan hati. Memang malaikat lah yang bertugas membisikkan ke dalam hati
manusia dengan izin Allaah, namun bukan berarti malaikat itu hanya
pikiran-pikiran yang ada di otak kita saja. Malaikat itu ada wujudnya, hanya
Allaah yang tahu.
2. Malaikat itu makhluk, maka ia tidak punya sedikitpun hak untuk disembah
Contohnya adalah yang dilakukan oleh orang Kristen
di mana mereka menganggap Jibril itu bagian dari Allaah, sehingga mereka
menyembah Jibril, na’uudzubillaah. Ruuhul Kudus itu adalah nama lain Jibril,
artinya ruh yang suci. Namun kita tahu, kita yakin, malaikat sebesar apa pun
mereka, segagah apa pun mereka, tetap mereka itu makhluk, sehingga tidak punya
hak untuk disembah.
3. Malaikat melakukan semua yang Allaah perintahkan kepada mereka, baik perintah yang merupakan kebaikan secara syari’at, atau perintah yang secara syari’at itu tidak baik, namun Allaah menghendaki hikmah di balik hal tersebut
Sehingga kita tidak bisa bilang Allaah itu buruk.
Selalu Allaah itu Mahabaik. Dalam ciptaan-Nya yang baik dan buruk, itu pasti
ada hikmahnya. Sebagai contoh, setan. Setan kan ciptaan Allaah. Setan itu buruk
secara syari’at. Kita yakin setan ciptaan Allaah. Biasanya ada yang bertanya,
“Kenapa Allaah menciptakan setan? Kalau setan itu buruk, bahkan secara agama
pun Allaah bilang setan buruk, kenapa Allaah ciptain setan?” Nah kita tidak
bisa bilang kayak gitu. Kita harus meyakini Allaah itu ciptaan-Nya penuh
hikmah. Walau yang Dia ciptakan itu ada yang berupa keburukan, namun ketika
kita lihat dari sudut pandang perbuatan Allaah, maka Allaah tidak pernah buruk.
Contoh, sekali lagi, setan ciptaan Allaah. Setan
itu buruk. Kalau kita bertanya,
“Apa hikmahnya Allaah menciptakan setan?”
1. Dengan adanya setan, kita bisa banyak berjihad.
Tiap kali setan membisikkan kita untuk berbuat dosa, kita bisa lawan. Nah, saat
kita berjihad melawan bisikan setan, itu berpahala.
2. Tiap kali kita diganggu setan, kita berlindung
kepada Allaah dari setan yang terkutuk.
Bukankah itu baik? Jadi, sekali lagi, Allaah itu
pencipta kebaikan dan keburukan, namun keburukan yang Allaah ciptakan itu
selalu mengandung hikmah sehingga kalau kita melihat dari sudut pandang
perbuatan Allaah, maka tidak ada yang buruk. Sekali pun Allaah yang menciptakan
setan, dajjal, dan sebagainya.
Apa contoh perintah Allaah kepada malaikat yang
berupa keburukan?
1. Ketika kaum muslim dan kafir berperang. Kemudian
orang kafir membunuh orang Islam. Yang mencabut nyawa orang Islam siapa?
Malaikat kan? Malaikat maut kan? Nah kalau kita melihat dari sudut pandang
syari’at, mencabut nyawa orang Islam saat lagi perang melawan orang kafir itu
berarti malaikat itu membantu orang kafir melawan orang Islam. Itu secara satu
sudut pandang.
Namun kita yakin, itu bukan keburukan secara
mutlak. Karena dengan dibunuhnya orang Islam oleh orang kafir, dan dicabut
nyawanya oleh malaikat, malaikat hanya melakukan perintah Allaah, dan ternyata
ketika dicabut nyawanya oleh malaikat, syahid kan jadinya. Walau pun dari satu
sudut pandang, malaikat seakan-akan membantu orang kafir untuk melawan orang Islam.
Itu kalau kita melihat dari satu sudut pandang yang sempit.
Namun kita tidak bisa bilang kayak gitu. Kita yakin
malaikat hanya patuh terhadap perintah Allaah, dan Allaah itu pasti
perbuatannya penuh hikmah. Sehingga ketika Allaah memerintahkan malaikat untuk
menyabut nyawa orang Islam, padahal orang Islam lagi melawan orang kafir,
seharusnya malaikat membantu orang Islam, ini kok malah dicabut nyawanya?
Karena malaikat hanya melaksanakan perintah Allaah, dan Allaah menakdirkan
orang itu menjadi syuhada’.
وَاتَّبَعُوا مَا تَتْلُو الشَّيَاطِينُ
عَلَى مُلْكِ سُلَيْمَانَ وَمَا كَفَرَ سُلَيْمَانُ وَلَكِنَّ الشَّيَاطِينَ كَفَرُوا
يُعَلِّمُونَ النَّاسَ السِّحْرَ وَمَا أُنْزِلَ عَلَى الْمَلَكَيْنِ بِبَابِلَ هَارُوتَ
وَمَارُوتَ وَمَا يُعَلِّمَانِ مِنْ أَحَدٍ حَتَّى يَقُولا إِنَّمَا نَحْنُ فِتْنَةٌ
فَلا تَكْفُرْ فَيَتَعَلَّمُونَ مِنْهُمَا مَا يُفَرِّقُونَ بِهِ بَيْنَ الْمَرْءِ
وَزَوْجِهِ وَمَا هُمْ بِضَارِّينَ بِهِ مِنْ أَحَدٍ إِلا بِإِذْنِ اللَّهِ وَيَتَعَلَّمُونَ
مَا يَضُرُّهُمْ وَلا يَنْفَعُهُمْ وَلَقَدْ عَلِمُوا لَمَنِ اشْتَرَاهُ مَا لَهُ فِي
الآخِرَةِ مِنْ خَلاقٍ وَلَبِئْسَ مَا شَرَوْا بِهِ أَنْفُسَهُمْ لَوْ كَانُوا يَعْلَمُونَ
“Dan mereka mengikuti apa yang dibaca oleh
syaitan-setan pada masa kerajaan Sulaiman (dan mereka mengatakan bahwa Sulaiman
itu mengerjakan sihir), padahal Sulaiman tidak kafir (tidak mengerjakan sihir),
hanya setan-setan itulah yang kafir (mengerjakan sihir). Mereka mengajarkan
sihir kepada manusia dan apa yang diturunkan kepada dua orang malaikat di
negeri Babil yaitu Harut dan Marut, sedang keduanya tidak mengajarkan (sesuatu)
kepada seorang pun sebelum mengatakan: "Sesungguhnya kami hanya cobaan
(bagimu), sebab itu janganlah kamu kafir". Maka mereka mempelajari dari
kedua malaikat itu apa yang dengan sihir itu, mereka dapat menceraikan antara
seorang (suami) dengan istrinya. Dan mereka itu (ahli sihir) tidak memberi
mudarat dengan sihirnya kepada seorang pun kecuali dengan izin Allaah. Dan
mereka mempelajari sesuatu yang memberi mudarat kepadanya dan tidak memberi
manfaat. Demi, sesungguhnya mereka telah meyakini bahwa barang siapa yang
menukarnya (kitab Allah) dengan sihir itu, tiadalah baginya keuntungan di
akhirat dan amat jahatlah perbuatan mereka menjual dirinya dengan sihir, kalau
mereka mengetahui.” (Qs. Al-Baqarah [2] : 102)
Harut dan Marut. Ini banyak versi yang
bermacam-macam, karena orang-orang banyak menggunakan tafsir dari kisah-kisah
Israiliyat, kisah yang diambil dari kitab Yahudi dan Kristen yang udah banyak
diubah. Kita tidak boleh meyakini kisah Israiliyat apabila bertentangan dengan
al-Qur’an. Kisahnya dulu mereka adalah malaikat yang patuh, terus makan buah
yang dimakan Nabi Adam. Akhirnya berubah jadi iblis yang mengajarkan sihir. Wah
bermacam-macam tafsirnya, dan ini tidak benar.
Ulama pun banyak versinya. Namun pendapat yang
shahih adalah malaikat Harut dan Marut adalah malaikat ciptaan Allaah, yang
memang Allaah perintahkan kepada keduanya untuk mengajarkan sihir kepada bangsa
Bani Israil di Babilonia. Kenapa Allaah menyuruh Harut dan Marut untuk
mengajarkan sihir? Karena ini sebagai ujian dari Allaah. Allaah hendak menguji
keimanan dari Bani Israil di Babilonia tersebut. Karena itu lah kenapa saat dua
malaikat ini mengajarkan sihir, mereka bilang dulu, “إِنَّمَا نَحْنُ فِتْنَةٌ فَلَا
تَكْفُرْ” artinya “Sesungguhnya kami hanya cobaan (bagimu), sebab itu janganlah
kamu kafir.”
Jadi Allaah bukannya hendak menyesatkan manusia,
melainkan hendak menguji mereka. Kan kita tidak pernah bilang ketika guru atau
dosen memberi ujian, terus kita bilang, “Ah, dosen itu kejam. Dosen itu membuat
kita gagal.” Tidak. Dosen menguji kita justru agar kita naik tingkat, kan? Maka
Allaah pun menguji hamba-Nya. Dengan Allaah mencitpakan iblis, dajjal, Harut
dan Marut, itu menjadi ujian bagi kita.
Ketika Allaah menyuruh malaikat Malik untuk
menyiksa orang di neraka, bukan karena Allaah buruk. Tapi karena Allaah
memiliki keadilan dan hikmah. Dan orang-orang Islam kan juga ada yang masuk
neraka. Ketika malaikat Malik menyiksa orang Islam, itu kan buruk. Tapi kenapa
Allaah memerintahkan malaikat Malik untuk melakukannya? Pasti ada hikmahnya di
balik itu. Sehingga, yang baik dan buruk yang Allaah perintahkan kepada
malaikat itu hakikatnya adalah suatu kebaikan.
Dalam perintah kebaikannya ada kebaikan, dan dalam
perintah keburukannya ada hikmah, ujian dan keadilan Allaah. Sehingga sekali
lagi, kita tidak boleh bilang, “Wah Allaah ngajarin Harut Marut sihir berarti
Allaah yang buruk dong?” Kita tidak boleh bilang begitu.
Inilah tiga poin awal. Untu poin ketiga, silakan
didalami lagi. Selanjutnya akan ada poin-poin lainnya.
Ø I Believe in Angel
Reviewed by max
on
10.30.00
Rating:
Reviewed by max
on
10.30.00
Rating:

Tidak ada komentar:
Tolong kritiknya yang banyak please..