RE: ZERØ
Bismillaah.
ABOLISM hilang. Benarkah? Benar. Benar-benar salah! Wk. Yu know dat I’m not disappearing. Cuz de real abolisming is not here. Not (just) in OA, but de... LINE wkwk du yu expect meh to say real live? No, no, no… :v
Entah siapa yang mendapat manfaat dari pos-pos di OA ABOLISM ini, yang jelas, yang paling banyak mendapat manfaatnya adalah… Abolism sendiri… T-T ASELI NO TIPU-TIPU. Kalau ada yang bilang, “Wah makasih posnya Abolism, bermanfaat banget,“ Well I don’t really too care. Alhamdulillaah o’course it’s really happying Abolism wen others get benefit from those posts, may Allaah give me reward, but… de true wan of Abolismed, is meh myself. Yeah, hem it’s meh. Ana lah orang yang pertama, dan sekaligus terakhir tertampar oleh pos sendiri.
Ketika mencari ilmu, mendapatkannya, memahaminya, menghayatinya, dan mengamalkannya, lalu der yu go, mendakwahkannya. Ana lah yang harus jadi yang pertama menampar diri sendiri dengan tulisan ini. *BUK BAK!* setelah itu, berharap semoga ada yang mendapat manfaat, dan bisa mengamalkannya, sehingga bisa menjadi amal jariyah dan dibalas oleh Allaah tanpa mengharap dari manusia. And after dat, lama waktu berlalu, mungkin aku lupa, atau yang lain, atau memang hanya aku yang lupa… T-T saatnya untuk menampar lagi! *BAG BUG* Alhamdulillaah. Sakit, kadang bahkan pahit untuk diri sendiri, tapi I know, it’s those which gonna save me biidznillaah… :’33
MUQADDIMAH
Seneeeng banget sama Victress, Sasotress, atau apalah ente Tress wkwkw. Dirimu sudah mulai membaik. Maksudnya makin lama makin baik. Kesabaranmu terlihat makin meningkat. Akhlaqmu mungkin jadi lebih mulia. Dan semoga keimananmu tetap teguh di atas jalan Allaah, istiqamah sampai mati… :’33
Perjuangan Victress lah yang membuatku mau membuat tulisan-tulisan beginian lagi di sini. Walau banyak alasan lain juga (nanti diceritakan), tapi mungkin maneh (wkwk biasanya kami saling manggil urang maneh satu sama lain) lah yang ngebuat diri triggered banget. Semoga Allaah menjaga hatimu, semoga Allaah mengistiqamahkanmu untuk tetap berpergang teguh pada sunnah Rasūlullāh ﷺ dan para Shahabat yang mulia ini.
SIAPA YANG PERNAH TAUBAT?
Siapa yang tidak pernah merasa berdosa (atau mengaku salah perbuatannya) atas sesuatu yang dia lakukan berupa sesuatu yang Allaah benci, maka ia takkan pernah bertaubat.
Rasūlullāh ﷺ bersabda,
“Seandainya hamba-hamba Allaah tidak ada yang berbuat dosa, tentulah Allaah akan menciptakan makhluk lain yang berbuat dosa kemudian mengampuni mereka.” (HR. Al-Hakim, shahih).
Sungguh penting perasaan bersalah. Sungguh penting merasa berdosa. Sungguh penting merasakan ga enak di hati. Sungguh penting memikirkan ada yang ga beres dengan yang kita lakukan. Karena semua itu yang akan mengantarkan kepada taubat.
Sungguh, sudah semakin banyak orang yang menjadi pemberi nasehat di sekitar kita. Kalau kita dinasehati oleh orang-orang tersebut, janganlah kita tolak mentah-mentah, jangan kita marahi, jangan kita benci. Namun PIKIRLAH! Pikirlah… T-T kalau orang-orang yang benar (shalih) itu menasehati kita, itu BERARTI ada yang salah dengan diri kita… ASELI NO TIPU-TIPU.
Senanglah…. Senanglah apabila ada yang menasehati kita, walau pahit iya pahit banget, panas iya panas banget di hati, kezl beuh kezl beud!! Tapi…. Senanglah… karena ia memberi nasehat, sebagai peringatan, agar kalau kita menerima dan mengamalkannya, itu akan menjadi KABAR GEMBIRA bagi kita di akhirat kelak… :’33
Allaah berfirman,
وَتُوبُوا إِلَى اللَّهِ جَمِيعًا أَيُّهَ الْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ
Dan bertaubatlah kepada Allaah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung. (QS. An-Nuur [24]: 31).
CARA DAKWAH YANG BAIK
Secara umumnya Abolism, cara dakwah itu banyak tapi bisa dikelompokkan menjadi 2. Keduanya punya kelebihan dan kekurangan masing-masing.
1. CARA DAKWAH YANG LEMAH LEMBUT
Inilah yang ditunggu-tunggu orang. Inilah yang terbaik. Inilah cara dakwah Rasūlullāh ﷺ. Berdakwah, dengan lemah lembut.
Dari Shahabat Abu Hurairah radhiyallaahu ‘anhu, ia berkata, “Seorang ‘Arab badui berdiri dan kencing di masjid, lalu orang-orang ingin mengusirnya. Maka Nabi ﷺ pun bersabda kepada mereka,
“Biarkanlah dia dan siramlah bekas kencingnya dengan setimba air, atau dengan seember air, sesungguhnya kalian diutus untuk memberi kemudahan dan tidak diutus untuk membuat kesulitan.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Ketika lemah lembut, orang akan nyaman dengan si pemberi nasehat. Ia tidak akan merasa takut, ga enakan, ga nyaman, ga aman, dsb. Saat diberi nasehat oleh saudaranya yang seiman, dengan cara yang lemah lembut, dengan bahasa yang halus, ia menerima nasehat. Walaupun mungkin ia belum bisa mengamalkannya, namun ia setuju dengan nasehat yang dibawakan dengan lemah lembut itu. Ia mengaku salah, mengakui dosanya dengan enak hati.
Dari Abu Umamah, beliau bercerita, “Sesungguhnya ada seorang pemuda datang kepada Rasūlullāh ﷺ lalu berkata, ‘Wahai Rasūlullāh, izinkanlah aku untuk berbuat zina’. Lalu ada sekelompok orang yang mendatangi dan menegurnya, ‘Diam… Diam…!!’ Lalu beliau bersabda (kepada para Shahabat beliau), ‘Dekatkan ia kepadaku.’ Lalu ia pun mendekati beliau.
Setelah ia duduk, beliau bertanya, ‘Apakah kamu senang apabila ada orang menzinai ibumu?’ Ia menjawab, ‘Tidak, Demi Allaah.’ Beliau bertanya juga untuk putri dan saudarinya. Kemudian bersabda, ‘Manusia pun tidak senang apabila ada orang menzinai ibunya, putrinya, saudarinya…’ Lalu beliau meletakkan tangannya kepada pemuda tadi sambil berdoa, ‘Ya Allaah, ampunilah dosanya, sucikanlah hatinya dan jagalah kemaluannya’. Setelah peristiwa itu, pemuda tadi tidak berfikir untuk berbuat zina lagi’. (HR. Ahmad, shohih).
T-T
Betapa lembut perkataan nabi kita tercinta, shallallaahu ‘alaihi wa sallam. Sudah sepantasnya kita mencontoh beliau.
Namun, pembahasan berikutnya akan lebih menjelaskan lagi.
2. CARA DAKWAH YANG KERAS
Cara dakwah yang salah tidak bisa kita salahkan, selama apa yang ia bawa adalah Islam yang sehat, yaitu Islam yang berlandaskan Al-Qur’an dan As-Sunnah sesuai pemahaman generasi terbaik umat Islam.
Mudharat? Ya. Pasti ada sebagian atau bahkan banyak orang yang jadi membenci dakwah Islam yang sehat ini gara-gara si pendakwah membawakannya dengan cara yang keras.
Contoh: Si fulan berkata, “Oi, musik haram!”
Jeng jeng… ketika manusia mendengar hal itu… kebanyakan langsung TRIGGERED wkwk. Ini contoh asli. Di sebuah SMA, ketika pelajaran seni musik wkwk, si fulan ini ngomong bahwa musik itu haram, akhirnya ia semacam berdebat gitu dengan gurunya. Dan mayoritas yang lain tampaknya menolak hal ini.
TAPI!
TAPI…
Ada mashlahatnya. Ada. Walau tidak sekarang………… nanti……
Contohnya di atas. Walau parada nolak, ternate… ada dua, ada 2, orang murid yang menerima. Subhaanallaah… :’33
Setelah menerima, mereka berdua pun diajak kajian Islam yang sehat oleh si fulan ini, dan mau ikut juga… bahkan ketika shalat pun bisa di shaf-shaf yang depan.
Contoh lainnya misalnya ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas. Mungkin kita semua tahu beliau tegas, atau kata banyak orang dakwahnya keras. Ya, itu benar, bahwa beliau dakwahnya tegas, mengatakan ini haram, ini halal, dan memprioritaskan apa yang perlu diprioritaskan yaitu tauhid. Mungkin ada sebagian orang yang jadi benci dengan dakwah ini karena pembawaan beliau yang keras. Tapi apa? Ada mashlahatnya, ada. Walau tidak pada saat itu, tapi nanti…
Kita bisa lihat dari salah seorang murid beliau yang juga menjadi ustadz yang sangat kita cintai, yaitu ustadz Syafiq Riza Basalamah. Maasyaa Allaah betapa lembutnya dakwah ustadz Syafiq. Beliau yang atas izin Allaah membuat ana bisa taubat dari *****… T-T intonasi beliau, penyampaian beliau, bahkan penghayatan beliau. Saat beliau menyampaikan syair yang juga pernah disampaikan kepada Imam Ahmad, beliau nangis… Allaahu Akbar! Beliau nangis… T-T Syair itu sedikitnya berbunyi:
Ketika Rabb-ku berkata kepadaku (kelak)...
Kau tak malu berbuat maksiat kepada-Ku? Kau tidak malu berbuat dosa di depan-Ku?
Dan kau sembunyikan dosa-dosamu dari orang banyak, dari ciptaan-Ku kau sembunyikan dosa-dosamu, dan kau menghadap-Ku dengan dosa-dosa itu, dan kau datang dengan dosa kepadaku
Silakan tonton: https://youtu.be/9rm3XHfUJ_U
Dan orang-orang yang bertaubat, kemudian mengenal sunnah lebih dalam, sehingga bisa mendengar ceramah-ceramah guru beliau, ustadz Yazid, dengan nikmat, tanpa ada rasa takut, malah senang… :’33
3. CARA DAKWAH YANG DIGABUNGKAN
Ga cukup… T-T lanjut pos-pos selanjutnya.
PENUTUP
Bisa kita juga, misal pas dakwah tentang musik, kita berkata, “Wahai saudaraku, sungguh dalam sesuatu yang kita sering dengar ini, terdapat suatu ketidakmanfaatan yang bisa dirasakan oleh ia yang hatinya masih terbuka. Dan banyak orang yang sudah melihat kenyaatannya bahwa musik ini berbanding terbalik dengan Qur’an. Maka mari perlahan kita tinggalkan, hapus sedikit demi sedikit musik yang kita dengarkan, atau setidaknya coba dengarkan juga rutin bacaan Qur’an, semoga kita bisa meninggalkan musik dan terus membersamai bacaan Qur’an.”
Sabar… dalam dakwah perlu sabar… perih, iya.. banget… dicela, iya sans Rasūlullāh ﷺ juga kok. Dibenci, iya sama Rasūlullāh ﷺ juga. Ditentang ortu, senyumin aja :’)), dibilang ga gaul, bales bilang, “Kuy Juy kajian Islam yang sehat.. :’33” wkwk. Tetap ingatkan kepada mereka dengan lemah lembut bahwa hal yang sering kita lakuin ini mengandung dosa. Sehingga mereka bisa merasakannya. Merasa berdosa ketika melakukannya. Kenapa?
Karena merasa berdosa atas kemaksiatan itu jauh lebih baik daripada meyakini bahwa maksiat itu halal walau tidak mengamalkannya. (Abolism, 2017)
Toh kita hidup di zaman…
Ketika kebenaran diasingkan, dan pengenalnya diabaikan. (Abolism, 2016)
Maka sabarlah. sampai kapan?? Sampai…
Hari pertemuan dengan Rabb kita, iya Dia, yang kita ibadahi setiap harinya… T-T
________
ABOLISM
LINE: @lda1858b / abil21max / maxrifat
http://line.me/ti/p/%40lda1858b
Instagram: abil21max
Ask.fm: abil21max
Website: abolismax.blogspot.co.id
FB: Abil Max
YouTube: Makrifat Sabil Haq
ABOLISM RE: ZERØ
Reviewed by max
on
06.00.00
Rating:
Reviewed by max
on
06.00.00
Rating:

Tidak ada komentar:
Tolong kritiknya yang banyak please..