Ø Jangan Termakan di Zaman Fitan



Ø Jangan Termakan di Zaman Fitan

Bismillaahi wash shalaatu was salaamu ‘alaa Rasuulillaah. 

Amma ba’du.

“Om Telolet Om”

“Aku Wahyudi”

“*Uhuk* Penista Agama”

“Uvuvwevwevwe Onyetenyevwe Ugwemuhwem Osas”

Dan banyak lagi. Sebutlah anime, drama Korea, Line chatting wk, terus hidung lidah telinga anjing, kanjeng Dimsum, dll (tolong sebutin di kolom komentar).

Ini semua apasih wk. Garejos semua ASELI NO TIPU-TIPU. ABOLISM hates al of dis kain of thingy! 

Wel, pembahasan tentang ini semua adalah pembahasan yang panjang. Bukan yang di atas yang dibahas, karena itu semua ga penting untuk dibahas panjang-panjang wk. Yang panjang dan fundamental itu adalah pembahasan tentang fitan.

Karena pembahasan super panjang, sebut saja ini pembahasan part ke-0. :v 

MUQADDIMAH


Sedih… T-T dari dulu sedih, kenapa sih orang-orang mauu aja ikut-ikutan begituan. Aneh wk (padahal orang-orang itu bilang ana juga aneh), tapi da… “Kalian Anee~h (yang MaBa ITB 2016 pasti tahu wkwk)!” 

Wel as I always say dat wen desires “hawa nafsu” ar released freely, dis is wut happen. Karena itu, harus ada penjajahan atas hawa nafsu agar orang-orang khususnya umat muslim ini tidak termakan di zaman fitan.

Satu menyuarakan “Om telolet om,” semua ikut. Ya, bahkan ABOLISM pun yang awalnya sangat biasa aja, lama kelamaan kalau terus diulang, maka akan terbawa sedikit demi sedikit, namun alhamdulillaah tidak. Satu orang menista agama, semua ikut ribut. Satu Osas pun, semua ngikut-ngikut ganti nama. Beberapa suka anime, banyak ganti DP jadi anime, banyak artis ganteng di Korea, banyak yang ganti DP jadi artis ganteng Korea. Line chatting setiap hari non-stop (ABOLISM pun terkena ini, tapi sebisa mungkin diarahkan kepada yang bermanfaat saja), hidung-lidah-telinga anjing gangerti lagi ini aduh kenapa parada kek gini wk banyak akhwat lagi yang begini, bikin sedih… T-T dll.

Itu baru gituan doang, belum perihal serious thingy seperti demo, imam, aliran, manhaj, bid’ah, Nenchester United, Halkie Talkie, Kang Ikhwan ‘Zain’ (‘afwan Kang wkwk), Syi’ah, Bashar Assad, ra’yu-ra’yu liar, ruwaibidhah, khawarij, jahmiyyah, wahabi, Allaah above de ‘arsy, Al-Qur’an makhluq, Qur’aniyyun, miuzikku, dajjal kecil-kecilan kek Lieur Edan jeung nu laen, dan loba jelema-jelem nu lieur sorangan, dll wk.

Inilah semua, fitan!

Sadar lah teman-teman, akhii dan ukhtii sekalian yang benar-benar ingin mencari kebenaran mutlak… Sudah terlalu banyak hal aneh di zaman fitan ini, aku mohon jangan mudah dijilat, dicicipi, dan akhirnya termakan dan ditelan oleh fitan tersebut...

INTI


Wk lucu ngeliat orang-orang pada bingung fitan itu apa. Jawabannya…

Fitan = fitnah-fitnah (dalam bahasa Arab, ya kurang lebih sama sih intinya fitnah)

Yeay. Udah. Selesai wk. :v

Sedihnya ada temen deket yang ngira ana buat plesetan dari kata fitnah, sedih… T-T padahal ada di hadits dan disebutkan oleh ustadz-ustadz yang lurus.

Fitan dibagi 2 (ana gabung dari pemaparan ustadz Syafiq dan Ahmad Zainuddin) :

1. Syahawaat


Wanita, keluarga (istri, anak), harta.

Allaah berfirman, 

... زُيِّنَ لِلنَّاسِ حُبُّ الشَّهَوَاتِ مِنَ النِّسَاءِ

“Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita…” (QS. Aali ‘Imraan [3] : 14)

Walau tertutup, walau berhijab syar’I, walau bercadar, tetap yang namanya fitnah tetap fitnah.

Rasūlullāh ﷺ bersabda,

فَاتَّقُوا الدُّنْيَا وَاتَّقُوا النِّسَاءَ فَإِنَّ أَوَّلَ فِتْنَةِ بَنِى إِسْرَائِيلَ كَانَتْ فِى النِّسَاءِ

“Waspadalah dengan dunia, begitu pula dengan godaan wanita. Karena cobaan yang menimpa Bani Israil pertama kalinya adalah karena sebab godaan wanita.” (HR. Muslim no. 2742)

Sedikit saja pembahasan tentang fitan yang ini, karena pembahasan fitan jenis 2 lebih urgen for ABOLISM.

2. Syubuhaat


Perihal samar-samar, kegaduhan, kegoncangan, keadaan tidak menentu. Ujian yang menerpa seperti ombak di lautan.

Ada hadits panjang tentang fitnah, Hudzaifah, dan Umar ibn al-Khattab, tetapi sangat panjang dan ABOLISM sendiri belum tahu tafsirnya wk.

Dari Hudzaifah radhiyallaahu ‘anhu, ia berkata, “Aku mendengar Rasūlullāh ﷺ bersabda,

تُـعْـرَضُ الْـفِـتَـنُ عَلَـى الْـقُـلُـوْبِ كَالْـحَصِيْـرِ عُـوْدًا عُوْدًا ، فَـأَيُّ قَـلْبٍ أُشْرِبَـهَا نُـكِتَ فِـيْـهِ نُـكْـتَـةٌ سَوْدَاءُ ، وَأَيُّ قَـلْبٍ أَنْـكَـرَهَا نُـكِتَ فِـيْـهِ نُـكْتَـةٌ بَيْضَاءُ ، حَتَّىٰ تَصِيْـرَ عَلَـىٰ قَـلْبَيْـنِ : عَلَـىٰ أَبْـيَـضَ مِثْـلِ الصَّفَا ، فَـلَا تَـضُرُّهُ فِـتْـنَـةٌ مَـا دَامَتِ السَّمٰـوَاتُ وَالْأَرْضُ ، وَالْآخَرُ أَسْوَدُ مُـرْبَادًّا ، كَالْكُوْزِ مُـجَخِّـيًا : لَا يَعْرِفُ مَعْرُوْفًـا وَلَا يُـنْـكِرُ مُنْكَـرًا ، إِلَّا مَا أُشْرِبَ مِنْ هَوَاهُ.

‘Fitnah-fitnah menempel dalam lubuk hati manusia sedikit demi sedikit bagaikan tenunan sehelai tikar. Hati yang menerimanya, niscaya timbul bercak (noktah) hitam, sedangkan hati yang mengingkarinya (menolak fitnah tersebut), niscaya akan tetap putih (cemerlang). Sehingga hati menjadi dua : yaitu hati yang putih seperti batu yang halus lagi licin, tidak ada fitnah yang membahayakannya selama langit dan bumi masih ada. Adapun hati yang terkena bercak (noktah) hitam, maka (sedikit demi sedikit) akan menjadi hitam legam bagaikan belanga yang tertelungkup (terbalik), tidak lagi mengenal yang ma’ruf (kebaikan) dan tidak mengingkari kemungkaran, kecuali ia mengikuti apa yang dicintai oleh hawa nafsunya.’” (HR. Muslim no. 144)

Fitan ini apabila kita termakan olehnya, maka noktah-noktah hitam tersebut pada akhirnya akan menutupi hati kita sehingga takkan bisa mengenal kebenaran dan wil spread hawa nafsu freely tanpa batasan… T-T

Dari Abu Hurairah radhiyallaahu ‘anhu, bahwasanya Rasūlullāh ﷺ bersabda,

بَادِرُوا بِاْلأَعْمَالِ فِتَنًا كَقِطَعِ اللَّيْلِ الْمُظْلِمِ، يُصْبِحُ الرَّجُلُ مُؤْمِنًا وَيُمْسِي كَافِرًا، أَوْ يُمْسِي مُؤْمِنًا وَيُصْبِحُ كَافِرًا يَبِيعُ دِينَهُ بِعَرَضٍ مِنَ الدُّنْيَا.

“Bersegeralah kalian melakukan amal shaliah (sebelum datangnya) fitnah-fitnah bagaikan malam yang gelap gulita, seseorang dalam keadaan beriman di pagi hari dan menjadi kafir di sore hari, atau di sore hari dalam keadaan beriman, dan menjadi kafir pada pagi hari, dia menjual agamanya dengan kesenangan dunia.” (HR. Muslim dalam Shahiih Muslim, kitab al-Aimaan, bab al-Hatstsu ‘alal Mubaadarah bil A’maal Qabla Tazhaahuril Fitan (II/133, Syarah an-Nawawi))

‘Ali bin Abi Thalib radhiyallaahu ‘anhu berkata, “Janganlah kalian terburu-buru dalam menyampaikan berita serta tergesa-gesa dalam menebarkan berbagai kekejian. Jangan pula menjadi orang yang tidak bisa menyimpan rahasia dan gemar menyebarkannya. Karena sungguh, di belakang kalian menanti malapetaka yang teramat dahsyat, kesempitan hidup, kekejian, azab yang pedih, siksaan berat yang melelahkan dan melemahkan, di mana manusia menjadi sangat ketakutan dan dibuat sengsara karenanya, yang diikuti oleh fitnah yang besar, berat, dan berkepanjangan.” (Syarah Shahih Al-Adabul Mufrad, 1/421-422, Rasysyul Barad Syarh Al-Adabul Mufrad hal. 172-173)

Dari Zaid bin Tsabit, Nabi ﷺ bersabda, 

تَعَوَّذُوا بِاللهِ مِنَ الْفِتَنِ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ.

“Mohonlah perlindungan kepada Allaah dari segala fitnah, yang nampak darinya dan yang tersembunyi.” (HR. Muslim dalam Shahiih Muslim, kitab al-Jannah wa Shifatu Na’iimihaa wa Ahluhaa, bab ‘Ardu Maq’adil Mayyit ‘alaih wa Itsbaatu ‘Adzaabil Qabri wat Ta’awwudz minhu (XVII/203, Syarh an-Nawawi)

Banyak sekali efek seram dari fitnah di zaman fitan ini, akhii dan ukhtii, lengkapnya ada di sini : https://keep.line.me/s/8uxYgjr8Szlo5pTg4ilxc46gG8PNfCDFqo5hUS-1fnY

Anas bin Malik berkata, bahwasanya Rasūlullāh ﷺ bersabda,

إِنَّ مِنْ النَّاسِ مَفَاتِيحَ لِلْخَيْرِ مَغَالِيقَ لِلشَّرِّ ، وَإِنَّ مِنْ النَّاسِ مَفَاتِيحَ لِلشَّرِّ مَغَالِيقَ لِلْخَيْرِ ، فَطُوبَى لِمَنْ جَعَلَ اللَّهُ مَفَاتِيحَ الْخَيْرِ عَلَى يَدَيْهِ ، وَوَيْلٌ لِمَنْ جَعَلَ اللَّهُ مَفَاتِيحَ الشَّرِّ عَلَى يَدَيْهِ

“Sesungguhnya diantara manusia ada yang menjadi kunci kebaikan dan penutup pintu kejelekan, Namun ada juga yang menjadi kunci kejelekan dan penutup pintu kebaikan. Maka beruntunglah bagi orang-orang yang Allaah jadikan sebagai kunci kebaikan melalui kedua tangannya. Dan celakalah bagi orang-orang yang Allaah jadikan sebagai kunci kejelekan melalui kedua tangannya.” (HR. Ibnu Majah, dihasankan Syaikh Al-Albani)

Intinya jangan sampai fitnah (goncangan, ujian-ujian, keadaan genting) akhir zaman membuat muslim jadi masuk ikut serta ke dalamnya, sampai lupa diri, dan malah sibuk dengan berita yang samar-samar, yang malah akan merendahkan dirinya sendiri karena masuk ke dalam fitnah tersebut. Wallaahu a’lam.

Terakhir, pos of ABOLISM de las…

NASIHAT 

Syaikh Muhammad bin Utsaimin berkata, "Apa sandaran fiqih yang mereka sebut fiqh waqi' itu? Apakah koran, majalah dan siara-siaran radio? Bukankah berita-berita koran, majalah dan radio itu banyak bohongnya? Media-media informasi cetak maupun elektronik sekarang ini tidak bisa dijadikan sandaran. Boleh jadi beberapa rancangan terdahulu sudah basi karena keadaan ternyata berubah! Bilamana seorang yang berakal memperhatikan peristiwa-peristiwa yang terjadi dalam kurun waktu dua puluh tahun terakhir ini tentu ia dapat mengetahui bahwa seluruh prediksi yang mereka sebutkan itu tidak lagi riil. Oleh sebab itu menurut kami memalingkan para pemuda dari menuntut ilmu agama dan mengalihkannya kepada berita-berita fiqih waqi' itu, membolak-balik majalah, koran dan mendengar siaran-siaran berita merupakan penyimpangan manhaj!"

Dinukil dari kaset bertajuk: "Dialog Syaikh Abul Hasan Al-Ma'ribi dengan Syaikh Ibnu Baz dan Ibnu Utsaimin".

Seorang guru berkata, “Dan pengalihan isu yang terbaik adalah…”


To be game over… ?


“Ketika Kebatilan Merebak, dan pengusungnya merajalela."
-Majalah Asy-Syari'ah

_________

De previous of ABOLISM : Attack on Fitan! Dan akan berkebelakang menyambung kepada “Penegak Kebenaran”.

_________
ABOLISM
LINE : @lda1858b / abil21max
http://line.me/ti/p/%40lda1858b
Instagram : abil21max
Ask.fm : abil21max
Website : abolismax.blogspot.co.id
FB : Abil Max
Ø Jangan Termakan di Zaman Fitan Ø Jangan Termakan di Zaman Fitan Reviewed by max on 17.53.00 Rating: 5

Tidak ada komentar:

Tolong kritiknya yang banyak please..

Allah Semata Yang Maha Benar. Diberdayakan oleh Blogger.