Ø Sok-sok-an lah..


"Sok-sok-an lah!" 

Itu yang biasa kita katakan ke orang yang sombong. Atau bisa jadi karena kita mengatakan itu, kita juga termasuk golongan mereka.


Saya ingin membahas tentang "SOMBONG".

Definisi Sombong sebagaimana disinyalir oleh Rasulullah SAW:
Sombong adalah menolak kebenaran dan meremehkan manusia. (HR. Muslim)
Sombong merupakan karakter Iblis. Iblis yang dulunya salah satu penyembah Allah yang paling taat. Hanya dengan satu karakter itu, 'dari Tempat Tertinggi, ia malah terperosok jauh ke dasar tempat terendah, Neraka Jahannam'. Itu semua hanya karena satu hal. SOMBONG.

CARA MENGHINDARI SIFAT SOMBONG

Di era yang serba modern dan canggih saat ini mengubah pola pikir muslim dan muslimah menjadi lebih gengsi, lebih cuek, lebih tampil kebarat-baratan yang berorientasi pada kesombongan belaka. Padahal sifat sombong itu dilarang oleh Allah azza wa jalla. Bagaimana menyikapi atau membubarkan penyakit sombong pada diri kita? Berikut ini caranya:

(1) Hindari Banyak Bicara

Biasanya kita pasti melakukan sombong dengan cara banyak omong (baca:bacot). Kita secara tidak sadar selalu asal ceplos, untuk menarik perhatian orang-orang sekitar kita, apalagi kalau kita udah punya banyak kelebihan. Nah, kenapa sih nggak tahan bacotnya sedikit, soalnya mungkin kita tuh udah terlalu sering melakukan "terbiasa". kalau bisa (dan harus bisa) kurangi bacot-bacotan kita yang dahsyat itu.
Di antara orang yang aku cintai dan paling dekat tempat duduknya denganku di hari kiamat adalah orang yang paling baik akhlaqnya. Dan sesungguhnya orang yang paling aku benci dan paling jauh dariku di hari kiamat adalah orang yang banyak bicara dan orang yang berbicara dengan mulut penuh (untuk mempertontonkan kefasihannya) dan orang yang banyak bicaranya, serta membuka mulutnya lebar-lebar. (HR. Mutafaq 'alaihi) 

(2) Sikap Rendah Hati, Bukan Rendah Diri (tawaddhu)

Biasanya kita sering merendahkan diri kita saat kita dipuji,
*contoh: "Ih, lukisanmu bagus bangeeet!" (padahal jelek banget)
"Nggak ah, super jelek gini. Bagusan yang kamu kok." (padahal yang dia lebih super jelek lagi).
Harusnya kita selalu rendah hati. Jika dipuji, bilang saja "Alhamdulillah, ini semua karena Allah, laa hawla wa laa quwwata illa billah", tanpa merendahkan usaha orang lain.

Sesungguhnya Allah SWT telah mewahyukan kepadaku agar kalian bertawadhu', sehingga tak seorang pun menyombongkan diri kepada yang lain, atau seseorang tiada menganiaya kepada yang lainnya. (HR.Muslim)

(3) Jangan Merasa Dermawan

Lupakan pemberian yang telah kita berikan. Ga perlu lah diungkit-ungkit, itu menunjukkan ke-tidak ikhlas-an kita, tahu. coba liat deh di QS. Al-Baqarah : 261-263

Rasulullah saw mengatakan, 
"Jika tangan kananmu memberi, jangan sampai tangan kirimu tahu." 
maksudnya yaitu jika kita memberi sesuatu jangan sampai tahu orang lain. Harus ikhlas dan hanya mengharap ridho Allah azza wa jalla semata

(4) Tebarkan Salam

Ehm, kayaknya ini kurang diterapkan. Apalagi anak-anak sekolahan seperti saya dan teman-teman. Kebanyakan mungkin belum terlalu peduli dengan keselamatan orang lain.

Salam aja sih ke semua orang, apalagi sesama muslim. karena salam itu mendo'akan orang agar selamat. ini juga termasuk ibadah lho. "Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh" (Semoga keselamatan atasmu, dan rahmat Allah serta berkahNya pula. insyaAllah cara ini sangat mudah kita lakukan.

Dari Abu Hurairah ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, "Demi Tuhan yang jiwaku ada di tangan-Nya, tidaklah kalian masuk surga sehingga kalian beriman dan tidaklah kalian beriman sehingga kalian saling berkasih-sayang. Maukah aku tunjukkan kepada kalian pada suatu perkara apabila kalian mengamalkannya kalian akan saling berkasih sayang ? Tebarkanlah salam diantara kalian!" (HR. Tirmidzi)

(5) Senantiasa Bersedekah

Ini dia. Bantu-bantu aja orang lain, tebar senyuman, bahkan shalat dhuha pun merupakan sedekah. Mudah lho bersedekah. Kita harus sering-sering 'melihat orang yang dibawah kita', sehingga kita senantiasa tidak bersikap berlebihan dalam berbagai hal.

Dari Abu Hurairah r.a., ia berkata bahwa seseorang telah bertanya kepada Nabi saw., "Ya Rasulullah, sedekah yang bagaimanakah yang paling besar pahalanya?" Rasulullah saw. bersabda, "Bersedekah pada waktu sehat, takut miskin, dan sedang berangan-angan menjadi orang yang kaya. Janganlah kamu memperlambatnya sehingga maut tiba, lalu kamu berkata, 'Harta untuk Si Fulan sekian, dan untuk Si Fulan sekian, padahal harta itu telah menjadi milik Si Fulan (ahli waris)." (HR. Bukhari Muslim)


(6) Selalu Ikhlas dalam apapun

Ini nih yang susah. Kebanyakan orang mungkin belum pernah bisa ikhlas kalau mendapat ujian dari Allah SWT, termasuk saya. Kita mungkin belum pernah mencoba, padahal kita tahu kalau kita salah, tapi kadang tetap dengan bangganya mengulangi kesalahan-kesalahan itu. Kalau sesuatu diambil dari kita, selalu saja marah-marah tidak keruan ke orang yang salah, bukannya ikhlaskan karena semua bukan milik kita, melainkan HANYA milik Allah semata.




Mungkin kita ingin diakui oleh semua orang, makanya kita sok-sokan, caper, sombong. Kita mau punya banyak teman, tidak pernah mau sendirian sekalipun. Saya mungkin tahu beberapa perasaan teman-teman karena saya juga sama, sering seperti itu. Tapi, ayo kita sama-sama terus mencoba bertahan untuk tidak 'showing off' (sombong) sebisa mungkin.

Kenapa sih kita nggak bisa ngikutin Rasulullah dengan sepenuh hati? Beliau seorang Pemimpin Alam Semesta, tetapi tidak pernah yang namanya menyombongkan dan membangga-banggakan diri satu kalipun. Katanya Rasul itu idola terbaik kita, kok ga mau ngikutin sepenuh hati sih? masa' cuman ngikutin setengah-setengah? Yuk sama-sama ikutin seluruh tauladannya, terapkan dalam kehidupan sehari-hari. #NTMS

Saya sudah mencoba untuk memperingati diri saya sendiri, kemudian menasehati teman-teman ketika berbuat salah agar kembali memperbaiki diri, tetapi... mungkin mereka yang belum mau sadar masih menganggapnya hanya main-main saja. Kebanyakan orang memilih untuk tidak serius dalam suatu masalah yang serius dalam hidup.

Contohnya masa depan. Mungkin kita semua sudah memikirkan, tapi hanya sedikit sekali, dan itu pasti bersifat sangat umum. Kebanyakan dari kita belum mencoba untuk memikirkan sesuatu yang lebih spesifik, malah terus terlalu berpikir tentang sekarang, tentang diri sendiri, keegoisan itu akan membawa kepada sifat sombong. 

Masih belum sadar??? Nih COBA saya tambah lagi.



BAHAYA KESOMBONGAN 

Ketahuilah wahai hamba Allah yang hatinya dihiasi dengan tawadhu’ (rendah hati) bahwa bencana kesombongan itu sangat besar, orang-orang istimewa binasa di dalamnya, dan jarang orang yang bebas darinya, baik para ulama, ahli ibadah, atau ahli zuhud. Bagaimana bencana kesombongan itu tidak besar, sedangkan kesombongan itu:

1- Dosa Pertama Yang Dengannya Allah Azza Wa Jalla Dimaksiati. 

Kesombongan adalah dosa pertama yang dilakukan Iblis laknatullah dalam bermaksiat kepada Allah Azza wa jalla. Kesombongan itu menyeret Iblis untuk menjadikan takdir sebagai alasan terus-menerus sombong. Allah Azza wa Jalla berfirman,
“Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para Malaikat, ‘Sujudlah kamu kepada Adam!,’ Maka sujudlah mereka kecuali Iblis; ia enggan dan takabur dan adalah ia termasuk golongan orang-orang yang kafir.” [Al-Baqarah/2: 34]

2- Kesombongan Merupakan Kawan Syirik Dan Penyebabnya. 

Oleh karena itulah Allah Azza wa Jalla menggabungkan antara kekafiran dengan kesombongan di dalam kitab-Nya yang mulia, Dia Azza wa Jalla berfirman,
“Lalu seluruh malaikat-malaikat itu bersujud semuanya, kecuali Iblis; dia menyombongkan diri dan adalah dia termasuk orang-orang yang kafir.” [Shaad/38: 73-74]

Allah Azza wa Jalla juga berfirman,

”(Bukan demikian) sebenarya telah datang keterangan-keterangan-Ku kepadamu lalu kamu mendustakannya dan kamu menyombongkan diri dan adalah kamu termasuk orang-orang yang kafir.” [Az-Zumar/39: 59]
Karena barangsiapa takabbur dari patuh kepada al-haq (kebenaran) –walaupun kebenaran itu datang kepadanya lewat tangan seorang anak kecil atau orang yang dia benci dan musuhi- , maka sesungguhnya takabburnya itu adalah kepada Allah, karena Allah adalah Al-Haq, perkataan-Nya adalah haq, agama-Nya adalah haq, al-haq merupakan sifat-Nya, dan al-haq adalah dari-Nya dan untukNya. Maka, jika seorang hamba menolak al-haq, takabbur dari menerimanya, maka sesungguhnya dia menolak Allah dan takabbur terhadap-Nya. Dan barangsiapa takabbur terhadap Allah, niscaya Allah akan menghinakannya, merendahkannya, mengecilkannya, dan meremehkannya.

3- Orang-Orang Yang Sombong Tempat Kembalinya Adalah Neraka. 

Oleh karena itulah Allah Subhanahu wa Ta’ala menjadikan neraka sebagai rumah bagi orang-orang yang sombong, sebagaimana di dalam surat Al-Ghafir ayat 76 dan surat Az-Zumar ayat 72. Allah Azza wa Jalla berfirman,

“Masukilah pintu-pintu neraka Jahannam itu, sedang kamu kekal di dalamnya”. Maka neraka Jahannam Itulah seburuk-buruk tempat bagi orang-orang yang menyombongkan diri.” [Az-Zumar/39: 72]

Dan orang-orang yang sombong adalah para penduduk neraka Jahannam, berdasarkan sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam,

إِنَّ أَهْلَ النَّارِ كُلُّ جَعْظَرِيٍّ جَوَّاظٍ مُسْتَكْبِرٍ جَمَّاعٍ مَنَّاعٍ وَأَهْلُ الْجَنَّةِ الضُّعَفَاءُ الْمَغْلُوبُونَ

“Sesungguhnya penduduk neraka adalah semua orang yang kasar lagi keras, orang yang bergaya sombong di dalam jalannya, orang yang bersombong, orang yang banyak mengumpulkan harta, orang yang sangat bakhil. Adapun penduduk sorga adalah orang-orang yang lemah dan terkalahkan.” [Hadits Shahih. Riwayat Ahmad, 2/114; Al-Hakim, 2/499]
Mereka akan merasakan berbagai macam siksaan di dalam Jahannam, akan diliputi kehinaan dari berbagai tempat, dan akan diminumi nanah penduduk neraka. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, 

يُحْشَرُ الْمُتَكَبِّرُونَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَمْثَالَ الذَّرِّ فِي صُوَرِ الرِّجَالِ يَغْشَاهُمْ الذُّلُّ مِنْ كُلِّ مَكَانٍ فَيُسَاقُونَ إِلَى سِجْنٍ فِي جَهَنَّمَ يُسَمَّى بُولَسَ تَعْلُوهُمْ نَارُ الْأَنْيَارِ يُسْقَوْنَ مِنْ عُصَارَةِ أَهْلِ النَّارِ طِينَةَ الْخَبَالِ 

Pada hari kiamat orang-orang yang sombong akan digiring dan dikumpulkan seperti semut kecil, di dalam bentuk manusia, kehinaan akan meliputi mereka dari berbagai sisi. Mereka akan digiring menuju sebuah penjara di dalam Jahannam yang namanya Bulas. Api neraka yang sangat panas akan membakar mereka. Mereka akan diminumi nanah penduduk neraka, yaitu thinatul khabal (lumpur kebinasaan).” [Hadits Hasan. Riwayat Bukhari di dalam al-Adabul Mufrad, no. 557; Tirmidzi, no. 2492; Ahmad, 2/179; dan Nu’aim bin Hammad di dalam Zawaid Az-Zuhd, no. 151] 

4- Kesombongan Merupakan Tirai Penghalang Masuk Surga. 

Oleh karena itu, Allah mengusir Iblis dari surga, Dia Azza wa Jalla berfirman, 
“Turunlah kamu dari surga itu; karena kamu tidak sepatutnya menyombongkan diri di dalamnya!” [Al-A’râf/7: 13] 
Kesombongan itu menjadi tirai penghalang masuk surga karena menghalangi seorang hamba dari akhlaq orang-orang beriman. Orang sombong tidak menyukai untuk kaum mukminin kebaikan yang dia sukai untuk dirinya. Dia tidak mampu bersikap rendah hati dan meninggalkan hasad, dendam, dan marah. Dia juga tidak mampu manahan murka, dia tidak menerima nasehat, dan tidak selamat dari sifat merendahkan dan menggibah manusia. Tidak ada sifat yang tercela kecuali dia memilikinya. 

5- Allah Tidak Mencintai Orang-Orang Yang Sombong. 

Barangsiapa yang memiliki sifat-sifatnya seperti ini, maka dia berhak mendapatkan laknat Allah, jauh dari rahmatNya, Allah memurkainya dan tidak mencintainya. Allah Azza wa Jalla berfirman, 



“Maka orang-orang yang tidak beriman kepada akhirat, hati mereka mengingkari (keesaaan Allah), sedangkan mereka sendiri adalah orang-orang yang sombong. Tidak diragukan lagi bahwa sesungguhnya Allah mengetahui apa yang mereka rahasiakan dan apa yang mereka lahirkan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong.” [An-Nahl/16: 22-23] 

6- Kesombongan Merupakan Sebab Su-ul Khatimah (Keburukan Akhir Kehidupan). 

Oleh karena itu Allah memberitakan bahwa orang yang sombong dan sewenang-wenang adalah orang-orang yang Allah menutup hati mereka, sehingga mereka tidak beriman. Sehingga akhir kehidupannya buruk. Allah Azza wa Jalla berfirman, 

“Demikianlah Allah mengunci mati hati orang yang sombong dan sewenang-wenang.” [Al-Mukmin/40: 35] 

7- Kesombongan Merupakan Sebab Berpaling Dari Ayat-Ayat Allah. 

Yang demikian itu karena orang yang sombong tidak bisa melihat ayat-ayat Allah yang menjelaskan dan berbicara dengan dalil-dalil yang pasti. Juga karena kesombongan itu menutupi kedua matanya, sehingga dia tidak melihat kecuali dirinya. Allah Azza wa Jallaberfirman, 

“Aku akan memalingkan orang-orang yang menyombongkan dirinya di muka bumi.” [Al-A’raaf/7: 146] 

8- Kesombongan Merupakan Dosa Besar. 

Kesombongan memiliki berbagai bahaya seperti ini; maka tidak heran jika ia merupakan dosa besar. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda, 

لَوْ لَمْ تَكُوْنُوْا تُذْنِبُونَ لَخِفْتُ عَلَيْكُمْ مَا هُوَ أَكْبَرُ مِنْ ذَلِكَ الْعُجْبُ الْعُجْبُ 


“Jika kamu tidak berbuat dosa, sungguh aku mengkhawatirkan kamu pada perkara yang lebih besar dari itu, yaitu ‘ujub, ‘ujub (kagum terhadap diri sendiri).” [Hadist HasanLighairihi, sebagaimana di dalam Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah, no. 658, karya Syaikh Al-Albani]
*Sumber: At-Tawaadhu’ fii Dhauil Qur’anil Kariim was Sunnah ash-Shahiihah karya Syaikh Salim bin ‘Ied Al-Hilali hafizhahullah, hlm. 35-44; Penerbit. Daar Ibnul Qayyim; Cet. 1; Th. 1410 H/1990 M
Diadaptasi dan disadur secara bebas oleh Ustadz Abu Isma’il Muslim Atsari

Ayolah, sombong tuh tidak ada apa-apanya kok, cetek.. 

Cara menghadapi teman yang SOMBONG? 




Jika teman kita Selalu sombong, tidak perlu kita hiraukan, hadapi saja dengan senyum. kalo mau dapet pahala malah do'ain aja dia semoga mendapat hidayah dari Allah. aamiin. 

Tak patut seorangpun di muka bumi ini menyombongkan diri, matahari saja tidak selamanya dapat bersinar.-MSH 
INTI : Tidak PERLU sekali-sekali-sekali pun diantara kita sombong. Sombong itu tidak dibutuhkan oleh kita. Sombong tidak akan membawa kita kemanapun, mungkin memang enak sebentar di mata manusia, tapi keterpurukan di hadapan Allah SWT sudah menunggu. 

Wallahu a'lam.


Ø Sok-sok-an lah.. Ø Sok-sok-an lah.. Reviewed by max on 00.41.00 Rating: 5

Tidak ada komentar:

Tolong kritiknya yang banyak please..

Allah Semata Yang Maha Benar. Diberdayakan oleh Blogger.