Ada kata pepatah :
"Alah Bisa Karena Biasa"tentunya kita semua tahu apa arti peribahasa tersebut. Tapi sebetulnya itu kurang. seharusnya :
"Kita bisa Karena Biasa, Kita Biasa karena Pembiasaan"Yah, tapi mungkin di jaman sekarang, kata-kata itu hanya seperti angin berlalu.
Sudah tidak terdengar kata-kata itu sedikitpun.
Tahu kenapa?
- Zaman sekarang, orang-orang maunya sesuatu yang langsung jadi (instan), jadi mereka melupakan proses pembiasaan. Eh salah. tentu saja mereka bahkan selalu melakukannya padahal, tapi pastinya secara tidak sadar. Mereka melakukan pembiasaan terhadap "ingin semuanya instan", sehingga mereka terbiasa melupakan adanya suatu proses, pembiasaan tersebut. Tentu saja orang kebanyakan yang ingin instan tersebut mendapatkan apa yang mereka mau, karena proses pembiasaan mereka. Mereka jadi "bisa" mendapatkan yang mereka inginkan karena "biasa" ingin sesuatu yang instan.
- Bahkan, kalaupun orang-orang mengetahui lagi tentang kata-kata ini, tetap saja mereka tidak memanfaatkannya dengan baik. Mereka hanya berpikir ini hanya sebuah kata.
- Aku bilang peribahasa ini merupakan salah satu yang fenomenal (menurutku seorang).
- Maksud dari istilah Bisa Karena Terbiasa pada intinya merupakan agar kita mau menjalani suatu proses. Proses apakah itu? Tentu saja proses mempelajari atau membiasakan diri dengan hal yang hendak ingin kita kuasai.
Liat Contoh: Tokoh kartun Tarzan. Kenapa Tarzan? Pikirlah sendiri.
Bahkan maksudku ini satu-satunya peribahasa yang benar-benar aku paham maksudnya.
Ehm, FYI "bisa karena biasa" itu identik dengan "sedikit demi sedikit, lama-lama jadi bukit."
- Gunung yang besar lagi menjulang tinggi berupa tumpukan batu dan kerikil-kerikil kecil
- Sahara yang terlihat tak bertepi berupa hamparan pasir-pasir
- Belantara yang gelap lagi seram berupa deretan pepohonan dan semak-semak
- Padang rumput yang indah berupa hamparan rerumputan hijau yang memikat
- Samudera yang membentang sejauh mata memandang berupa kumpulan tetes-tetes air.
- Kau bisa bermaksiat dengan yang besar, karena terbiasa bermaksiat dengan yang kecil.
Kau bisa menumpuk dosa-dosa besar, karena kau biasa menumpuk dosa-dosa kecil.
Kutipan Blog lain :
Semua berawal dari yang kecil untuk menjadi besar, semua berawal dari sedikit untuk menjadi banyak, semua terawali oleh yang ringan untuk tertimbang berat, semua bermula dari bodoh untuk teranggap pintar, semua berawal dan berakhir. Hanya Allah yang tidak berawal dan tidak berakhir, karena Allah tidak pernah beranak dan diperanakkan, juga Allah Maha Hidup dan tidak akan mati, tapi Allah Dialah Yang Awal dan Yang Akhir, Dia Yang Awal karena Dia telah ada sebelum segala sesuatu ada, Dia Yang Akhir karena Dia akan tetap ada setelah segala sesuatu musnah.
- Ada satu perkara besar yang terabaikan, dan itu bukan menurut penilaian dan anggapanku, tapi inilah yang dikeluhkan oleh Rasulullah dan dikabarkan langsung oleh Allah yang Maha Mengetahui dalam firman-Nya;
وقال الرسول يرب إن قومي اتخذوا هذا القرآن مهجورا
[Dan Rasul [ Muhammad ] berkata, “ Ya Tuhanku, sesungguhnya kaumku telah menjadikan Al-Qur’an ini diabaikan"
[ QS. Al-Furqan ; 30 ]
Bisa karena biasa adalah sebuah moto yang sederhana. Temennya adalah ‘Practice makes Perfect’ atau ‘Tindakan akan Membentuk Kebiasaan lalu Kebiasaan akan Membentuk Karakter’.
Saking pentingnya kebiasaan sampe ada buku yang berkenaan dengan itu seperti 7 Habits bahkan 8 Efective Habits. Karena memang kebiasaan pada akhirnya akan membentuk sebuah karakter individu.
Dari suatu sumber dinyatakan bahwa makna kebiasaan berasal dari kata biasa, yang mengandung arti pengulangan atau sering melakukan. Hal ini sesuai dengan apa yang dikatakan Parea (1987), bahwa kebiasaan itu terjadi melalui pengulangan.
Sesuai dengan pernyataan tersebut, maka jika suatu perbuatan atau tingkah laku yang dilakukan seseorang secara berulang-ulang dalam hal yang sama, akan menjadi suatu kebiasaan.
Kebiasaan juga bisa terjadi tanpa disertai kesadaran pada pihak yang memiliki kebiasaan itu. Seperti bagi orang tertentu secara sadar tau bahwa konsumsi berlebihan terhadap suatu makanan akan menimbulkan penyakit tapi tanpa sadar tetap melakukannya.
Oleh sebab itu kadang penting bagi kita untuk melakukan suatu kebiaasan yang baik secara sadar atau dipaksa pada awalnya agar tanpa sadar kita telah menjadikannya kebiasaan. Contoh seperti melakukan sholat tepat waktu.
Dari suatu sumber dinyatakan bahwa makna kebiasaan berasal dari kata biasa, yang mengandung arti pengulangan atau sering melakukan. Hal ini sesuai dengan apa yang dikatakan Parea (1987), bahwa kebiasaan itu terjadi melalui pengulangan.
Sesuai dengan pernyataan tersebut, maka jika suatu perbuatan atau tingkah laku yang dilakukan seseorang secara berulang-ulang dalam hal yang sama, akan menjadi suatu kebiasaan.
Kebiasaan juga bisa terjadi tanpa disertai kesadaran pada pihak yang memiliki kebiasaan itu. Seperti bagi orang tertentu secara sadar tau bahwa konsumsi berlebihan terhadap suatu makanan akan menimbulkan penyakit tapi tanpa sadar tetap melakukannya.
Oleh sebab itu kadang penting bagi kita untuk melakukan suatu kebiaasan yang baik secara sadar atau dipaksa pada awalnya agar tanpa sadar kita telah menjadikannya kebiasaan. Contoh seperti melakukan sholat tepat waktu.
Jadi, mari kita kembangkan kebiasaan2 baik dalam hidup kita dan mempercayai bahwa kesuksesan akan diraih melalui kebiasaan2 tersebut, bukan sekedar hanya merasa berdasarkan bakat.
Bisa itu gampang. Kita paksakan, biasakan, lanjutkan. InsyaAllah bisa!
-MSH*referensi :
- http://edukasi.kompasiana.com/2012/11/22/alah-bisa-karena-biasa-510993.html
Ø Bisa <-> Biasa
Reviewed by max
on
00.03.00
Rating:
Reviewed by max
on
00.03.00
Rating:




Tidak ada komentar:
Tolong kritiknya yang banyak please..