Lupa Rasa-Rasa
by: 'Si Pelupa'
Aku lupa, pada rasa.
Rasa yang kuterima ketika pertama kali ku datang ke sana.
Ia menjadi yang pertama bisa menyentuh hati dan mengena.
Waktu semua suara menghilang, dan kegelapan sudah lama menyerta.
Mengangkat tangan dan bersuara lirih sambil berisak air mata,
atau hanya meletak kepala di tanah, dan berbisik padaNya.
Aku lupa, pada rasa..
Rasa yang kudapatkan ketika pertama kali ku renung namaNya.
Memenuhi panggilan untuk mendirikan ibadah tanda cinta.
Mengdengar seruan agung, mengajak manusia bergerak menuju RabbNya.
Menghayati tiap dengungannya, berulang ketika waktunya tiba.
Aku lupa, pada rasa...
Rasa yang kunikmati ketika pertama kali ku dengar sebuah suara.
Lantunan yang menusuk ke dalam jantung, lemah lembut melewati telinga.
Membuat kuduk bergidik, dan juga tambah rasa percaya,
bahwa itu bukan berasal dari selain Dia.
Nada merdu yang bukan lagu, yang mampu melunakkan hati sekeras baja
Aku lupa, pada rasa....
Rasa yang kucicipi ketika kupikir dengan seksama tanda-tandaNya.
Kubaca kata-katanya bagaikan berpetualang ke dunia yang berbeda.
Dari Neraka ke Surga, dari kisah manusia terburuk hingga manusia terbaik,
dari apa yang ghaib sampai yang sudah berfakta, dari zaman dahulu menuju akhir masa.
Aku lupa, pada rasa.....
Rasa yang kubiarkan masuk ke dadaku ketika kucari cahaya.
Resah dengan kegelapan, ingin menuju ke sinar terang di sana.
Bosan menjadi yang biasa, mau menjadi aneh yang berbeda.
Muak dengan kemaksiatan, mencoba taat yang istiqamah terlaksana.
Aku lupa, pada rasa......
Rasa yang kutahan ketika kubuka hatiku untuknya.
Membiarkan ia menjadi yang pertama dan utama.
Menolak yang tak sejalan, dan mengambil semua peraturan yang ada.
Memulai yakin dengan sesuatu yang benar-benar nyata.
Membuka logika dan menerima dengan tulus untuk masuk ke dalam jiwa.
Aku lupa, pada rasa.......
Rasa yang kurasakan ketika kuniatkan segala, hanya pada Allah semata.
Berpikir dan berrasa hanya yang sesuai dengan ridhaNya saja.
Hanya ingin bertemu denganNya, walau berkorban darah dan air mata.
Takut Neraka, harap Surga, dan mencintaiNya dengan seluruh tenaga.
Sekarang...
Lupa rasa itu membuat sakit yang pedih di dada.
Terasa sesak di qalbu dan menikam jantung tepat di tengah.
Batin tersiksa karena tidak membersamai fitrah.
Setelah itu rindu datang, dan harap-harap cemas mengambil gilirannya.
Lupa rasa itu hanya terjadi karena ingat pada lupa.
Diingatkan oleh sahabat, dipacu api dalam gelora.
Pelan dan perlahan, menuju rasa itu lagi...
Aku rindu, aku ingin, aku cinta, rasa-rasa.
Ø Lupa Rasa-Rasa
Reviewed by max
on
18.43.00
Rating:
Reviewed by max
on
18.43.00
Rating:

Tidak ada komentar:
Tolong kritiknya yang banyak please..