Ø Hal ketiga



Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Di antara tiga, yang terbaik adalah yang ketiga. dibanding dua lainnya, hal ketiga menurut saya adalah yang paling aneh. Anehnya, ia merupakan yang paling menarik—bisa dibilang istilahnya bagi para remaja itu paling cool atau paling keren—padahal dua hal lainnya adalah hal yang dinamis, mudah berubah lebih maju dan bisa dibarukan. Sementara yang satu ini tidak. 

Banyak hal yang bisa membuat otak puas. Namun hati mengeras seperti batu. Banyak juga hal yang bisa membuat hati nyaman. Tapi membuat otak mati seperti robot. Mungkin ketiga hal yang saya sebutkan di atas bisa menyalakan otak dan menyenangkan hati—khususnya bagi saya sendiri—namun ada tingkatannya masing-masing.

Ternyata, bukan hal pertama yang paling membuat hati tersentuh, tergetar dan menginginkan perubahan. Bukan pula pada hal kedua yang mampu mengubah mindset, mentransformasikan niat dan menggerakkan jiwa serta raga. Ternyata, justru hal ketiga yang bisa melakukan itu semua, dan mungkin lebih dari padanya.

Well, kita bisa berpikir bahwa yang pertama takkan bisa didua, yang kedua dengan segenap dirinya membuat si pertama terlupa dan menggantikannya. Semua itu salah. Dalam konteks ini, hal ketiga tidak akan pernah tergantikan, tergeserkan apatah lagi terpalingkan.

Padahal bukan hal yang baru muncul. Ia—hal ketiga—disempurnakan sudah sejak kurang lebih satu setengah abad lalu. Sedang hal kedua, ada sejak millennium kedua. Dan hal pertama, sama saja sudah tua adanya, dan bisa ada hubungannya dengan hal ketiga—kalau ingin dihubung-hubungkan. Memang ketiga hal ini hampir tidak ada sangkut pautnya kalau dilihat dari luar. Namun ya, hanya hal ketiga yang mampu meliputi kedua hal lainnya.

Awalnya saya ragu semata-mata hanya pada hal ketiga. Sementara dua lainnya bisa saya terima dengan mudah. Padahal, justru hal ketiga lah yang pertama kali hinggap di raga saya di antara yang lain—dan memang hal itu selalu menjadi yang pertama untuk semua orang—walau seiring waktu, yang ‘diam’ saja akan perlahan meninggalkan dan melupakannya. Sekarang malah hal pertama yang agak saya ragukan. Hal kedua, sedang berasimilasi dengan hal ketiga. Dan hal ketiga, menjadi yang paling utama—meski bukan yang pertama—dalam hati saya.

Hal pertama itu universal, muncul dari sisi bumi bagian Barat dan mungkin suatu hari akan berubah mengikuti zaman. Hal kedua juga mendunia, namun lebih khusus berada pada asal mulanya, di negara yang identik dengan matahari di timur sana dan bisa jadi akan berkembang seiring era. Sedang hal ketiga, muncul dari pusat dunia, untuk seluruh semesta dan akan abadi sepanjang masa.

Pasti banyak hal pertama, kedua, ketiga dan seterusnya bagi setiap orang. Mungkin ada yang sudah  mencicipi hal ketiga di hal-hal ke-n yang berbeda tiap insannya. Mungkin pula masih ada yang belum merasakannya, dan dia sudah mendapat hal-hal lain yang membuat hati rela ditautkan kepadanya. Dan saya dengan naifnya, tulis dari otak dan hati yang ada pada diri saya, memberi satu patah nasihat yang patut setidaknya untuk dicoba. COBA! Hal ketiga adalah hal yang paling baik dari apa pun di seluruh dunia. Cari tahu lah hal tersebut! COBA! Dan apabila kau sudah benar-benar merasakannya, sebarkan pada dunia.

"Tak selalu yang pertama yang menjadi paling utama. Tapi pastikan lah yang utama untuk menjadi yang terakhir tersisa dalam hidupmu."
-MSH 
Ø Hal ketiga Ø Hal ketiga Reviewed by max on 09.00.00 Rating: 5

Tidak ada komentar:

Tolong kritiknya yang banyak please..

Allah Semata Yang Maha Benar. Diberdayakan oleh Blogger.