Ø Selamat Bertoleransi



Bismillahirrahmanirrahim.

Natal, ya? Cie yang ngerayain.

...

Seiring berkembangnya teknologi, semakin marak terjadi kontroversial terhadap hal ini sebagai masalah kepercayaan. Antara Islam dan Kristen. Antara umat Muslim dan umat Kristiani. Padahal masalahnya sudah ada sejak dulu, tapi tahun demi tahun terlewati masalah ini tak pernah pudar. Terserah mau bilang siapa yang salah, siapa yang benar. Sejatinya, hanya Islamlah yang benar.
Dari Ibnu Umar berkata, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ 
"Barangsiapa menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk golongan mereka" (HR. Abu Dawud, Al-Libas, 3512. Al-Albany berkata dalam Shahih Abu Dawud, Hasan Shahih no. 3401).
Mengucapkan "Selamat Hari Natal". Apakah itu termasuk menyerupai suatu kaum? Sama sperti mengucapkan selamat ulang tahun ke teman kita. Otomatis dengan ucapan itu berarti kitu turut merasakan apa yang dialami temen kita kan. Nah sama saja berarti mengucapkan selamat natal ke mereka berarti kita juga turut merasakan apa yang dialami mereka. Sederhananya begitu.

Apabila kita mengucapkannya, maka kita menyerupai kaum Kristiani, dan kita termasuk golongan mereka berdasarkan apa yang telah diucapkan oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam. Sesederhana itu, tak usah dipikirkan panjang lebar.

Terserah para oknum yang kerjanya berkomentar itu berdalih apa. Tidak toleransi dan segala macamnya. Mungkin kita lupa pada kelupaan. Toleransi di Islam itu satu, surah Al-Kafirun.
"Untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku” (Q.s. Al-Kafirun [109]: 1-6).
Inilah bentuk toleransi kita. Siapapun bisa memaksa, tapi hanya Allah yang boleh berkehendak total terhadap kita. Semua kembali ke niat kita. Apabila kita mengucapkan selamat, apa niat kita sebenarnya? Untuk toleransi kah? Semudah itu? Padahal bukan begitu toleransi Islam. Untuk pertemanan kah? Relakah kita mengorbankan kepercayaan kita hanya demi teman, yang mungkin suatu saat bisa saja mencelakai kita? Atau bahkan tanpa niat? Hanya berkata, "Atuhlah, cuma gini doang. Ngucapin aja napa sih? Ntar jadi ribet," padahal semua tindakan (amal) kita, bernilai dari niatnya.

Semoga kita tetap dapat mempertahankan kepercayaan kita ini, dengan landasan-landasan alasan yang kuat yang tak bisa digoyahkan hanya dengan kata-kata, walau indah terdengar sekalipun.
"Toleransi dalam Islam itu berbeda dengan yang diinginkan 'mereka' yang membenci Islam. Tolong mengertilah, wahai orang-orang yang bukan 'mereka'."
- MSH
Ø Selamat Bertoleransi Ø Selamat Bertoleransi Reviewed by max on 06.40.00 Rating: 5

Tidak ada komentar:

Tolong kritiknya yang banyak please..

Allah Semata Yang Maha Benar. Diberdayakan oleh Blogger.