Bismillahirrahmanirrahim.
Siapasih yang ga tahu Saladin? Atau dalam Islam lebih dikenal dengan Salahudin Al-Ayyubi? Saya tadinya tidak tahu tentangnya, hanya pernah mendengar namanya saja. Ternyata ia adalah salah satu pahlawan besar Islam.
Beliau adalah seorang pemimpin Muslim yang berhasil membebaskan Jerussalem (Palestina) pada Perang Salib ke-3 pada tahun 1187 Masehi. Dia adalah seorang yang sangat taat kepada Allah. Dia adalah seorang yang selalu yakin dan berhusnudzon kepada Allah seperti yang telah dikatakan pada pos "Kenapa Aku?" yang lalu.
Beliau memiliki mindset seorang Muslim sejati. Yang yakin bahwa segala hal yang diberikan kepadanya ialah pengabulan dari doanya yang lalu-lalu. Ia tahu bahwa tidak semua do'a dikabulkan dengan hal-hal yang indah-indah, yang enak diterima, dan mudah digapai. Bahkan ternyata seringkali hal itu adalah kejarangan yang terjadi. Kenyataan sebenarnya adalah, banyak do'a dari kita yang dikabulkan dengan cara yang tidak kita sukai, dengan jalan yang kita kadang enggan untuk melewatinya.
Tapi ternyata justru apa-apa yang berkebalikan seperti kata-kata hikmat seorang Salahudin ialah logis. Ketika diberikan kesulitan, otomoatis kita dituntut untuk menjadi kuat. Ketika berhadapan dengan masalah, diperlukan sebuah kebijaksanaan untuk menyelesaikan. Ketika bahaya mengancam, keberanian hadir senantiasa menemani di kala itu. Ketika ada orang-orang yang bermasalah di sekitar kita, di sanalah kita mampu untuk mengenal yang namanya cinta, berbagi kepada mereka yang sebenarnya membutuhkan. Bahkan segala keperluan sejatinya adalah Allah yang selalu mencukupi kita walau kita tak tahu hakikat yang sebenarnya.
Tapi ternyata justru apa-apa yang berkebalikan seperti kata-kata hikmat seorang Salahudin ialah logis. Ketika diberikan kesulitan, otomoatis kita dituntut untuk menjadi kuat. Ketika berhadapan dengan masalah, diperlukan sebuah kebijaksanaan untuk menyelesaikan. Ketika bahaya mengancam, keberanian hadir senantiasa menemani di kala itu. Ketika ada orang-orang yang bermasalah di sekitar kita, di sanalah kita mampu untuk mengenal yang namanya cinta, berbagi kepada mereka yang sebenarnya membutuhkan. Bahkan segala keperluan sejatinya adalah Allah yang selalu mencukupi kita walau kita tak tahu hakikat yang sebenarnya.
Ø Hikmah Seorang Saladin
Reviewed by max
on
06.24.00
Rating:
Reviewed by max
on
06.24.00
Rating:


Tidak ada komentar:
Tolong kritiknya yang banyak please..