Ø That Day's Names




Bismillah wash shalatu was salamu 'ala rasulillah.

'Amma ba'du.

Berikut sedikit penjelasan mengenai nama-nama hari kiamat yang dikutip dan diringkas dari "Ensiklopedia" Kiamat karya Dr. Umar Sulaiman al-Asyqar.

Definisi Kiamat


Akan datang suatu hari ketika Allah Yang Mahahidup mengakhiri kehidupan dan membinasakan makhluk-makhluk hidup, sebagai bukti kebenaran firman-Nya:

"Setiap yang di bumi akan binasa. Dan kekallah Zat Tuhanmu, Pemilik Kebesaran dan Kemuliaan. [1]

Segala sesuatu akan binasa, kecuali Dia.... [2]

Kemudian datang waktu di mana Allah mengembalikan dan membangkitkan hamba-hamba-Nya, lalu membawa mereka ke hadapan-Nya dan meminta pertanggungjawaban mereka atas perbuatan-perbuatan yang telah mereka lakukan. Pada hari ini, manusia akan mengalami bencana yang sangat mengerikan, dan tidak ada yang selamat dari bencana itu kecuali orang yang telah mempersiapkan dirinya dengan iman dan amal saleh. Pada akhir hari itu, manusia digiring ke tempat yang tetap: surga atau neraka.

Inilah hari kiamat itu.

Allah menamai hari saat terjadi kehancuran alam yang kemudian disusul dengan kebangkitan untuk menerima balasan dan hisab itu dengan banyak nama. sekelompok ulama telah berusaha mencatat nama-nama itu. Al-Ghazzali an al-Qurthubi telah menghitugnya mencaapai lima puluh nama, sebagaimana dikatakan oleh Ibn Hajr al-'Asqalani. [3]

Al-Qurthubi telah menyebutkan nama-nama ini berikut tafsirannya. Sebenarnya, ia mengambil penjelasannya dari buku Siraj al-Muridin karya Ibn al-Arabi. Tapi barangkali ia juga memberi sedikit penjelasan dan penafsiran tambahan di sana-sini. [4]

Sebagian ulama mengemukakan hasil penghitungannya tanpa penjelasan. Di antaranya adalah Ibn Najah dalam bukunya Subul al-Khairat, Abu Hamid al-Ghazali dalam al-Ihya', dan Ibn Qutaibah dalam 'Uyun al Akhbar. [5]

Dalam kesempatan ini hanya akan disebutkan nama-nama yang terkenal saja, disertai keterangan singkat dan dalil-dalil untuk masing-masing nama.

Nama-nama Terkenal 


1. Hari Kiamat (Yaum al-Qiyamah)

Nama ini terdapat pada tujuh puluh ayat Al-Quran, antara lain:
  • Q.S. an-Nisa': 7
  • Q.s. al-Isra': 97
  • Q.s. asy-Syura: 45
Kata Arab qiyamah merupakan bentuk mashdar dari kata kerja qama-yaqumu. Ia kemudian difeminakan (dimasukkan huruf ta' marbuthah di akhir kata) untuk menunjukkan mubalaghah (kebesaran, kedahsyatan, kehebatan). Dinamakan demikian karena pada hari itu terjadi peristiwa-peristiwa besar yang telah dijelaskan oleh nas-nas. Di antara peristiwa itu ialah bangkitnya qiyam) manusia dari kematian untuk menghadap Tuhan semesta alam.

2. Hari Akhir (al-Yaum al-Akhir)
  • Q.S. al-Baqarah: 177
  • Q.S. al-Baqarah: 232
  • Q.S. at-Taubah: 18
Terkadang dinamakan "akhirat" atau "negeri akhirat", seperti dalam firman-Nya:
  • Q.S. al-Baqarah: 130
  • Q.S. an-Nisa': 74
  • Q.S. al-Qashash: 83
  • Q.S. al-'Ankabut: 64
Dinamakan hari akhir karena hari itu memang hari terakhir, tidak ada lagi hari sesudahnya.

3. Saat (as-Sa'ah)
  • Q.S. al-Hijr: 85
  • Q.S. Thaha: 15
  • Q.S. al-Hajj: 1
Al-Qurthubi berkata:

Kata sa'ah dalam bahasa Arab menunjukkan satu bagian dari waktu yang tak terbatas. Dalam pemakaian sehari-hari, kata ini menunjukkan satu bagian dari 24 bagian waktu dalam sehari semalam. Dalam bentuk ma'rifah (definitif, dengan memasukkan huruf alif dan lam di awalnya), al-sa'ah, bila tidak dikaitkan dengan kata lain, bermaksa waktu yang kita sedang berada di dalamnya, yaitu yang disebut "sekarang". Kiamat dinamai al-sa'ah bisa saja karena dekatnya waktu terjadinya, sebab "setiap yang akan datang adalah dekat", dan bisa juga dinamai demikian sebagai peringatan atas kejadian-kejadian besar pada hari itu yang mengerikan. Ada lagi pendapat bahwa ia dinamai saat karena kemunculannya dalam saat yang tiba-tiba. [6]

4. Hari Kebangkitan (Yaum al-Ba'ats)
  • Q.S. al-Hajj: 5
  • Q.S. ar-Rum: 56
Ibn Manzhur berkata, "Kebangkitan ialah penghidupan (kembali) orang-orang mati oleh Allah subhanahu wa ta'ala. Kebangkitan orang-orang mati ialah bangkitnya mereka di hari kebangkitan." [7]

5. Hari Keluar (Yaum al-Khuruj)
  • Q.S. Qaf: 42
  • Q.S. al-Ma'arij: 43
  • Q.S. ar-Rum: 25
Dinamai "hari keluar" karena manusia pada hari itu keluar dari kubur tatkala ditiupkan sangkakala.

6. Bencana yang memukul (al-Qari'ah)
  • Q.S. al-Qari'ah: 1-3
  • Q.S. al-Haqqah: 4
Al-Qurthubi mengatakan, "Dinamakan demikian karena kiamat, dengan kengerian-kengeriannya, memukul perasaan dan menggetarkan hari." [8]

7. Hari Keputusan (Yaum al-Fashl)
  • Q.S. ash-Shaffat: 21
  • Q.S. al-Mursalat: 38
  • Q.S. an-Naba': 17
  • Q.S. as-Sajdah: 25
Dinamai demikian karena pada hari itu Allah membuat keputusan di antara hamba-hamba-Nya tentang apa yang mereka perselisihkan dan tentang apa yang mereka pertentangkan.

8. Hari Pembalasan (Yaum ad-Din)
  • Q.S. al-Infithar: 14-19
  • Q.S. ash-Shaffat: 20
Dinamakan demikian karena pada hari itu Allah membalas dan menghitung perbuatan hamba-hamba-Nya.

9. Suara yang menggelegar (as-Sakhkhah)
  • Q.S. 'Abasa: 33
Al-Qurthubi mengatakan:

Menurut 'Ikrimah, ash-shakhkhah ialah tiupan yang pertama dan ath-thammah ialah tiupan yang kedua. Ath-Thabari berpendapat bahwa ash-shakhkhah artinya sesuatu yang membuat orang tuli. Ibn al-'Arabi mengatakan bahwa ash-shakhkhah artinya sesuatu yang menyebabkan tuli dan suaranya sangat keras .... Demi Allah, teriakan (panggilan) hari kiamat itu sungguh sangat nyaring terdengar, membuat orang tuli akan urusan dunia, dan memperdengarkan urusan akhirat. [9]

Ibn Katsir mengatakan, "Al-Baghawi berpendapat bahwa suara yang menggelegar, ash-shakhkhah, itu ialah teriakan keras di hari kiamat. Dinamai demikian karena suaranya memekakkan telinga, saking kerasnya sehingga hampir membuat tuli." [10]

10. Malapetakan yang amat besar (ath-Thammah al-Kubra)
  • Q.S. an-Nazi'at: 34
  • Q.S. al-Qamar: 46
Al-Qurthubi mengatakan, "Ath-Thammah artinya yang unggul .... Karena bencana hari kiamat mengungguli bencana lainnya, maka nama ini cocok untuknya. Menurut al-Hasan, ath-thammah adalah tiupan yang kedua. Ada lagi pendapat bahwa ath-thammah berarti ketika penduduk neraka digiring ke neraka. [11]

11. Hari Penyelasan (Yaum al-Hasrah)
  • Q.S. Maryam: 39
  • Q.S. al-An'am: 31
  • Q.S. az-Zumar: 56-58
  • Q.S. al-Baqarah: 167
Dinamakan hari penyesalan karena begitu besarnya penyesalan manusia pada hari itu. Orang-orang kafir menyesal karena tidak beriman.

Penyesalan orang-orang kafir mencapai puncaknya ketika para pemimpin dan tokohnya berlepas diri dari para pengikutnya.

Orang-orang beriman pun menyesal pada hari itu karena mereka tidak membekali diri dengan perbuatan baik dan ketakwaan.

12. Bencana yang melanda (al-Ghasiyah)
  • Q.S. al-Ghasiyah: 1
  • Q.S. al-'Ankabut: 55
  • Q.S. al-A'raf: 41
Dinamakan demikian karena pada hari itu kepanikan melanda manusia. Dan salah satu maknanya ialah bahwa orang-orang kafir dilanda dan diliputi oleh siksaan dari atas dan dari bawah kaki mereka.

13. Hari Keabadian (Yaum al-Khulud)
  • Q.S. Qaf: 34
  • Q.S. al-Baqarah: 39
  • Q.S. Ali 'Imran: 107
Hari itu disebut hari keabadian karena manusia memasuki tempat yang kekal dan abadi: orang-orang kafir kekal di neraka dan orang-orang beriman kekal di surga.

14. Hari Hisab (Yaum al-Hisab)
  • Q.S. Shad: 26
  • Q.S. Ghafir: 27
Hari itu dinamai hari hisab (perhitungan) karena Allah pada hari itu menghisab hamba-hambaNya. Al-Qurthubi mengatakan:

Arti hisab ialah bahwa Allah subhanahu wa ta'ala menghitung perbuatan-perbuatan makhluk-Nya, baik perbuatan baik maupun perbuatan buruk, dan menghitung nikmat-Nya atas mereka, kemudian Dia membandingkannya. Maka, hasil yang terungkap akan dibalas sesuai hukum yang ditentukan oleh-Nya: kebaikan dengan kebaikan dan keburukan dengan keburukan. Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Tidak ada seorang pun di antara kamu kecuali Allah akan berbicara kepadanya langsung tanpa perantara antara dia dengan Allah."

15. Kejadian Besar (al-Waqi'ah)
  • Q.S. al-Waqi'ah: 1
Ibn Katsir mengatakan, "Dinamai demikian karena terealisasinya kejadiannya dan wujudnya." [12] Waqa'a, kata kerja yang menurunkan waqi'ah, memang berarti terjadi dan mewujud.

16. Hari Ancaman (Yaum al-Wa'id)
  • Q.S. Qaf: 20
Dinamakan demikian karena hari itu adalah hari yang diancamkan Allah kepada hamba-hamba-Nya. Arti wa'id yang sebenarnya ialah berita tentang siksaan bila melanggar hukum.

17. Hari yang Dekat (Yaum al-Azifah)
  • Q.S. al-Mu'min: 18
  • Q.S. an-Najm: 57-58
Kiamat dinamai demikian karena dekatnya masa terjadinya, sebagaimana disebutkan dalam firman Allah subhanahu wa ta'ala. Memang, kiamat itu dekat sekali. Lagi pula, setiap "yang datang" berarti dekat, walaupun jaraknya jauh. Dan setelah kemunculan tanda-tandanya, maka berarti waktunya sudah lebih dekat lagi.

18. Hari Pengumpulan (Yaum al-Jam'i)
  • Q.S. asy-Syura: 7
  • Q.S. Hud: 103
Dinamai demikian karena Allah pada hari itu mengumpulkan seluruh manusia.

19. Yang benar-benar terjadi (al-Haqqah)
  • Q.S. al-Haqqah: 1-2
Dinamai demikian, sebagaimana dikatakan oleh Ibn Katsir, karena pada hari itu janji dan ancaman benar-benar terjadi. [13]

Al-Bukhari dalam Shahih-nya mengatakan, "Hari itu disebut al-haqqah karena pada hari itu ada pahala dan hal-hal yang baik." Ibn Hajr, dalam penjelasannya tentang ucapan al-Bukhari ini, mengatakan, "Ini diambilnya dari perkataan al-Farra'. Al-Fara' dalam Ma'ani al-Qur'an mengatakan bahwa al-haqqah itu kiamat. Dinamai demikian karena pada hari itu ada pahala dan hal-hal yang baik. Pendapat lain mengatakan bahwa dinamakan al-haqqah karena hari itu hak (benar), tidak diragukan lagi. [14]

20. Hari Pertemuan (Yaum ath-Thalaq)
  • Q.S. al-Mu'min: 15
Ibn Katsir mengatakan:

Ibn 'Abbas berkata bahwa pada hari itu Adam bertemu dengan keturunan terakhirnya. Ibn Zaid berkata, "Pada hari itu hamba-hamba bertemu." Qatadah, Suda, Bilal ibn Sa'at, dan Sufyan ibn 'Uyainah berpendapat bahwa pada hari itu penduduk bumi bertemu penduduk langit, Pencipta bertemu ciptaan-Nya. Maimun ibn Mahran berkata, "Pada hari itu bertemulah orang zalim dan yang dizalimi." Ada pula yang berpendapat bahwa pertemuan itu meliputi semua jenis pertemuan ini, dan, menurut yang lain lagi, juga mencakup pertemuan setiap orang dengan perbuatan yang telah dikerjakannya, baik maupun buruk. [15]

21. Hari Pemanggilan (Yaum at-Tanad)
  • Q.S. al-Mu'min: 32
Dinamakan demikian karena banyaknya panggilan yang terjadi pada hari itu. Setiap manusia dipanggil namanya untuk dihisab dan menerima balasan. Penghuni surga memanggil penghuni neraka, penghuni neraka memanggil penghuni surga, dan orang-orang yang berada di A'raf (tempat yang tinggi) memanggil penghuni surga dan penghuni neraka.

22. Hari Pengambilan (Yaum at-Taghabun)
  • Q.S. at-Taghabun: 9
Dinamai demikian karena penghuni surga mengambil bagian penghuni neraka. Ketika mereka masuk surga, mereka menerima apa yang telah Allah sediakan bagi mereka dan sekaligus mendapatkan surga bagian orang-orang kafir.

***

Itulah nama-nama hari kiamat yang terkenal. Beberapa ulama telah menyampaikan nama-nama lain lagi, yang mereka ambil dengan cara isytiqaq (etimologi) dari yang terdapat dalam nas. Misalnya, mereka menamakannya yaum al-shadr (hari keluar), mengambil dari firman Allah, "Pada hari itu manusia keluar (yashduru) secara terpisah-pisah." [16] Juga yaum al-jidal (hari perdebatan), mengambil firman-Nya, "(Ingatlah) hari di mana setiap orang berdeat (tujadilu) membela dirinya." [17]

Para ulama juga menamakannya dengan sifat-sifat yang Allah atributkan kepada ari itu, antara lain: yaum 'asir (hari sulit), yaum 'azhim (hari agung), yaum masyhud (hari yang disaksikan), yaum 'abus qamtharir (hari yang suram dan genting), dan yaum 'aqim (hari kesia-siaan)

Nama-nama lain lagi yang mereka sebutkan selain nama-nama di atas adalah: yaum al-ma'ab (hari kembalinya), yaum al-'ardh (hari pembeberan), yaum al-khafidhah al rafi'ah (hari orang hina dan orang mulia), yaum al-qishash (hari penghukuman), yaum al-jaza' (hari pembalasan), yaum al-nafkhah (hari peniupan sangkakala), yaum al-tafarruq (hari perpisahan), yaum al-shad (hari pembelasahn), yaum al-ba'tsarah (hari pembongkaran kuburan), yaum al-nadamah (hari penyesalan), dan yaum al-firar (hari berlairan).

Lagi: "hari dibukanya rahasia-rahasia", "hari seseorang tidak berdaya sama sekali untuk menolong orang lain", "hari orang-orang dihukum ke neraka jahannam", "hari pandangan mata terpana", "hari tidak berguna lagi permintaan maaf orang-orang zalim", "hari orang-orang tak dapat berbicara", "hari tidak berguna lagi harta dan anak", "hari orang-orang tidak dapat menyembunyikan sesuatu pun dari Allah", "hari yang kedatangannya dari Allah tidak dapat ditolak", "hari tidak ada lagi jual-beli dan tidak pula pertolongan sahabat", "hari yang tidak diragukan."

Sebagian ulama memberinya nama-nama lain lagi, yang merepresentasikan dan menggambarkan kondisi hari itu. Al-Qurthubi mengatakan:

Menamainya dengan nama-nama selain yang telah disebutkan dengan mempertimbangkan keadaan-keadaan pada hari itu, tidaklah dilarang, seperti al-izdiham (penuh sesak), al-tadhayuq (sempit), ikhtilaf al-aqdam (perbedaan nasib), al-khizy (ketercelaan), al-hawan (kehinaan), adz-dzull (kenistaan), al-iftiqar (kefakiran), ash-shigar (kerendahan), al-inkisar (keterpecahan), yaum al-miqat (hari yang telah ditentukan waktunya), al-mirshad (serangan tiba-tiba), dan nama-nama lainnya. [18]

Rahasia di Balik Banyaknya Nama


Al-Qurthubi mengatakan:

Segala sesuatu yang besar dan penting kedudukannya, beragamlah sifatnya dan banyaklah namanya. Ini hal yang umum dalam bahasa orang Arab. Pedang, misalnya, karena kedudukannya yang tinggi dan kegunaannya yang penting bagi mereka, memiliki sampai lima ratus nama, yang mempunyai pengertian dan alasannya masing-masing.

Sebagai peristiwa besar dan banyak kejadian mengerikan yang terjadi di dalamnya, Allah subhanahu wa ta'ala pun menamai kiamat dalam kitab-Nya dengan banyak nama dan menyifatinya dengan banyak sifat. [19]

***

Catatan Kaki: 

[1] Q.S. ar-Rahman: 26-27
[2] Q.S. al-Qashash: 88
[3] Fath al-Bari, XI, h. 396
[4] Al-Qurthubi, at-Tadzkirah, h. 233
[5] Ibid., h. 232
[6] Ibid., h. 216
[7] Lisan al-'Arab, I, h. 230
[8] Al-Qurthubi, at-Tadzkirah, h. 209
[9] Ibid., h. 227
[10] Tafsir Ibn Katsir, VII, h. 227
[11] Al-Qurthubi, loc. cit.
[12] Tafsir Ibn Katsir, VI, h. 507
[13] Tafsir Ibn Katsir, VII, h. 99
[14] Fath al-Bari, XI, h. 395
[15] Tafsir Ibn Katsir, VI, h. 130
[16] Q.S. az-Zalzalah: 6
[17] Q.S. an-Nahl: 111
[18] At-Tadzkirah, h. 233
[19] Ibid., h. 214

Referensi:

al-Yaum al-Akhir: al-Qiyamah ash-Shughra wa 'Alamat al-Qiyamah al-Kubra. Cetakan kedua, tahun 1408 H. 'Umar Sulaiman al-Asyqar. Penerbit Maktabah al-Falah.


Selesai disusun pada pagi cerah di komplek asri, Antapani, Bandung, 10 Rajab 1437 H
Ø That Day's Names Ø That Day's Names Reviewed by max on 08.14.00 Rating: 5

Tidak ada komentar:

Tolong kritiknya yang banyak please..

Allah Semata Yang Maha Benar. Diberdayakan oleh Blogger.