Bismillaah.
Alhamdulillaah pada tanggal 9 Mei 2016 penulis dapat "undangan" (bukan undangan nikahan ya) yang sama sekali tidak terduga. Apa sih undangan itu?
Undangan adalah istilah yang sering digunakan untuk salah satu jalur penerimaan calon mahasiswa di perguruan tinggi negeri, selain seleksi mandiri (melalui Ujian Mandiri) serta Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN). Istilah formal untuk jalur undangan adalah Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN).
Jalur undangan ini ada setiap tahunnya, dimulai sejak tahun 2011 sampai sekarang. Jalur ini menggunakan penyeleksian terhadap prestasi siswa di sekolah tanpa perlu mengikuti ujian tertulis. Hal ini menyebabkan jalur ini menjadi jalur yang sangat diminati oleh banyak siswa. Para siswa pun melakukan banyak cara agar bisa lulus lewat jalur ini.
Muncul lah pertanyaan, "Gimana sih biar bisa lulus undangan?"
Berikut mungkin sedikit tips yang bisa penulis bagikan.
Udah, ga usah dipikirin terus. Berharap berlebihan ga ada gunanya lho. Malah efeknya bisa jadi buruk ke diri kitanya, seperti stres. Mending berharap seadanya, tapi ikhtiar sekuat tenaga, serta berdo'a sepanjang masa. Penulis sendiri sebenarnya sudah hampir pupus harapan terhadap SNMPTN, karena semester ke semester nilai penulis terus turun, dan justru paling jeblok di semester lima. Karena itu, apabila waktu itu penulis tidak lulus di SNMPTN, penulis masih berharap di ujian tulis SBMPTN.
Lihat diagram berikut.
Sesuai rilis dari dikti, jumlah peserta SNMPTN pada tahun 2015 sejumlah 852.093 siswa yang mendaftar di 63 Perguruan Tinggi Negeri. Dari jumlah tersebut jumlah peserta yang lolos seleksi ini sejumlah 137.005 atau 16% nya. Artinya dari 100 pendaftar, yang diterima ada 16 anak.
Sementara jumlah pendaftar SNMPTN 2016 sebanyak 645.202 siswa. Dari sejumlah siswa tersebut, yang lolos adalah sekitar 115.178 calon mahasiswa atau 17,85% nya. [1]
Belasan persen itu sedikit, tapi tidak memutus harapan. Berharaplah sewajarnya, karena harapan selalu ada. Tapi hati-hati dengan harapan yang salah (PHP misalnya), karena harapan yang sesungguhnya hanya lah harapan yang digantungkan pada Allaah subhanahu wa ta'ala semata.
Lihat diagram berikut.
![]() |
| Persentase penerimaan SNMPTN 2015 by Halo Kampus |
Sesuai rilis dari dikti, jumlah peserta SNMPTN pada tahun 2015 sejumlah 852.093 siswa yang mendaftar di 63 Perguruan Tinggi Negeri. Dari jumlah tersebut jumlah peserta yang lolos seleksi ini sejumlah 137.005 atau 16% nya. Artinya dari 100 pendaftar, yang diterima ada 16 anak.
Sementara jumlah pendaftar SNMPTN 2016 sebanyak 645.202 siswa. Dari sejumlah siswa tersebut, yang lolos adalah sekitar 115.178 calon mahasiswa atau 17,85% nya. [1]
Belasan persen itu sedikit, tapi tidak memutus harapan. Berharaplah sewajarnya, karena harapan selalu ada. Tapi hati-hati dengan harapan yang salah (PHP misalnya), karena harapan yang sesungguhnya hanya lah harapan yang digantungkan pada Allaah subhanahu wa ta'ala semata.
2. Persiapan untuk SBMPTN
Belajar total untuk tes tulis sedini mungkin. Bukan pesimis, tetapi mengamankan keadaan dan membangun mental yang kuat apabila di SNMPTN masih belum berhasil. Ketika persiapan sudah dimulai dari jauh sebelum pengumuman SNMPTN, maka kita akan siap sendirinya apa pun yang terjadi. Tidak apa-apa belajar kita menjadi tidak terlalu bermanfaat, toh lulus SNMPTN saja itu sudah bonus yang sangat besar. Kita bersyukur kalau lulus, tak banyak bersedih serta sudah siap kalau pun belum lulus.
Good news is...
Berikut survei kepada siswa yang diterima di SBMPTN 2015 kemarin. Survei ini terdiri dari 1.563 responden yang diterima di berbagai PTN di Indonesia.
Berdasarkan hasil survei, terlihat bahwa jumlah penerimaan di masing-masing pilihan relatif berimbang. Diterima SBMPTN di pilihan pertama ada 38%, diterima SBMPTN di pilihan kedua ada 34% dan diterima SBMPTN di pilihan ketiga ada 28%. [2]
Dibandingkan dengan SNMPTN, jelas SBMPTN membuka peluang masuk lebih besar. Karena itu, strive lebih lah di sini. Niatkan saja belajar agar mendapatkan ridha orang tua sebagaimana Allah perintahkan sehingga pembelajaran kita pun bisa berbuah pahala.
Good news is...
![]() |
| Survey penerimaan SBMPTN by halokampus |
Berikut survei kepada siswa yang diterima di SBMPTN 2015 kemarin. Survei ini terdiri dari 1.563 responden yang diterima di berbagai PTN di Indonesia.
Berdasarkan hasil survei, terlihat bahwa jumlah penerimaan di masing-masing pilihan relatif berimbang. Diterima SBMPTN di pilihan pertama ada 38%, diterima SBMPTN di pilihan kedua ada 34% dan diterima SBMPTN di pilihan ketiga ada 28%. [2]
Dibandingkan dengan SNMPTN, jelas SBMPTN membuka peluang masuk lebih besar. Karena itu, strive lebih lah di sini. Niatkan saja belajar agar mendapatkan ridha orang tua sebagaimana Allah perintahkan sehingga pembelajaran kita pun bisa berbuah pahala.
3. Banyak berdo'a
Ini nih. Apalagi yang muslim. Do'a itu sebuah kekuatan yang sering disia-siakan oleh umat Islam. Banyak yang berdo'a hanya di kala keadaan sulit. Subhanallah. Do'a itu kapan pun, jangan hanya ketika kondisi kita tidak enak saja, jangan pula ketika kita membutuhkan sesuatu saja. Dan apabila do'a yang kita panjatkan tidak dikabulkan sesuai yang kita minta, kita malah menyalahkan Allah. Allahu Akbar! Kita berdo'a seharusnya diniatkan untuk ibadah. 'Umar ibn al-Khattab saja tidak peduli apakah do'anya dikabulkan atau tidak, yang ia takutkan adalah apabila ia malah tidak bisa melakukan do'a itu sendiri.
"Aku tidak takut do'aku ditolak. tapi yang lebih aku takutkan aku tidak diberi hidayah untuk terus berdo'a." ('Umar ibn al-Khattab)
Karena itu banyak-banyaklah berdo'a, apa pun yang kita inginkan. PASTI Allah kasih. Entah itu sama dengan yang kita minta, atau dijadikan kebaikan di hari kiamat, atau dihindarkan dari keburukan yang setara dengan do'a kita. Jangan remehkan do'a ini. Penulis sendiri memiliki banyak pengalaman dengan do'a. Banyak yang dikabulkan sesuai dengan keinginan penulis, mungkin lebih banyak lagi yang ditangguhkan untuk di hari pembalasan, atau banyak pula yang menjadi penghindar dari keburukan-keburukan yang bisa terjadi.
4. Latihan bersyukur
Orang-orang yang tidak bersyukur tidak akan pernah merasa puas. Padahal Allah berfirman di QS. Ibrahim ayat 7:
Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya adzab-Ku sangat pedih"Apa pun yang terjadi bersyukur. Dari sekarang. Karena apabila kita jarang bersyukur, mungkin ketika mendapatkan hasil yang diharapkan di SNMPTN kita akan kufur nikmat. Lain halnya kalau kita sudah terbiasa bersyukur atas semua yang kita dapatkan entah itu takdir baik maupun buruk, maka apabila diterima undangan akan bersyukur sebanyak-banyaknya, tidak keterima pun tetap bersyukur apa adanya. Memang sulit. Tidak ada yang bilang mudah. Tapi di situ lah ganjaran besar kan menunggu.
5. Pilih sesuai minat
Yang ini sih terserah masing-masing. Tapi ingat, penyesalan selalu datang di akhir, haha. Sebenarnya penulis bisa saja daftar SNMPTN dengan pilihan yang sesuai dengan nilai di rapot, tetapi penulis memilih untuk ambil risiko, istilahnya gambling lah. Penulis tetap pada minatnya di pilihan satu dan dua, bahkan tidak memilih pilihan ketiga. Karena perjuangan untuk realitinya difokuskan pada SBMPTN, sementara SNMPTN menjadi angan. Dan ternyata, penulis diterima di pilihan pertamanya. Alhamdulillah, semua karunia Allah. Padahal itu juga sudah takut sebelumnya karena teman mendengar guru berkata bahwa kemungkinan jumlah orang yang lulus dari jurusan yang saya inginkan tahun ini hanya satu orang.
Untuk masalah yang lebih teknis lagi, teman-teman bisa mencarinya di website-website lain seperti zenius.net atau yang lainnya.
Kesimpulan yang bisa penulis ambil adalah sebenarnya undangan masuk universitas impian itu hanya bagian kecil dari tujuan kehidupan kita. Seharusnya yang mesti kita perjuangkan dengan semaksimal mungkin adalah undangan menuju sesuatu yang sangat besar. Apa itu? Tentu ia adalah surga milik Sang Pencipta. Apalagi kalau kita bisa masuk lewat jalur VIP dengan menjadi salah satu dari "4,9 miliar" [3] seperti yang disabdakan oleh Nabi kita shallallahu 'alaihi wa sallam yang tercinta.
Referensi :
[1] Nirmala, Siska. 2016. "Kuota SNMPTN tidak Terpenuhi". Pikiran Rakyat. 10 Mei 2016.
[2] Arista, Ari Candra. "Peluang diterima SBMPTN Pilihan Pertama, Kedua dan Ketiga". halokampus.com. 4 Mei 2016. <http://halokampus.com/sbmptn/peluang-pilihan-pertama-kedua-ketiga/>
[3] http://islamisme21.blogspot.co.id/2016/05/al-kabair-0-49-milyar.html
Ø 5 Tips SNMPTN (Undangan)
Reviewed by max
on
09.24.00
Rating:
Reviewed by max
on
09.24.00
Rating:





jangan pilih FK :v
BalasHapus