Ø Al Kabair 0 - 4,9 Milyar



Bismillahi wash shalatu was salamu 'ala rasululillah.
Innal hamda lillahi nahmaduhu wa nasta'inuhu wa nastaghfiruh.
Wa na'udzubillahi min syururi anfusina wa min sayyiati a'malina.
May yahdihillahu fa la mudhillalah.
Wa may yudhlil fa la hadiyalah.
Asyhadu al la ilaha illallah.
Wa asyhadu anna Muhammadan abduhu wa rasuluh.
Amma ba'du.

Indeed, all praise be to Allah, we praise Him. we seek His protection, and we seek His forgiveness.
We seek protection to Allah, from the evil of ourselves and from the evil of our action.
Whoever Allah guides, no one can misguide.
And whoever Allah lets to leaves to go astray, no one can guide.
I bear witness that there is no God (worthy to be worshipped) except Allah.
And I bear witness that Muhammad shallalahu 'alaihi wa sallam is His slave and messenger.
And after that.

Apa Sih 4,9 Milyar?


Kalian tahu, bintang film seperti Teuku Wisnu. Berapa waktu yang dibutuhkan untuk mendapatkan uang 4,9 milyar? Ia perlu 20 bulan alias satu tahun delapan bulan. Karena gaji Teuku Wisnu waktu jadi bintang film itu 250 juta rupiah, berarti 20 bulan baru bisa lewat 4,9 milyar yaitu 5 milyar.

Tapi bukan itu pembahasannya.

Pembahasan yang akan dibahas sekarang adalah sebuah hadits yang sangat agung. Masya Allah keren banget, dari dulu orang-orang pengen dapet hadits ini. Apa haditsnya?

Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam bersabda, "Diperlihatkan kepadaku umat-umat. Dan aku bisa melihat ada di antara nabi yang punya pengikut sekitar tiga sampai sembilan orang. Ada juga nabi yang punya pengikut hanya dua orang, ada yang satu orang. Kemudian aku diperlihatkan ke sebuah arah dan di sana ada umat yang sangat banyak. Aku kira mereka umatku. Tapi kemudian dikatakan, 'Itu adalah umat Musa alaihis salam.' Kemudian aku diperintahkan untuk melihat ke ufuk. Sejauh mata memandang, di situ ada umat yang banyak sekali. Dan dikatakan kepadaku, 'Itu adalah umatmu wahai Muhammad. Dan bersama mereka ada 70.000 orang yang akan masuk surga tanpa hisab dan adzab.'" (HR. Bukhari dan Muslim)

Dalam riwayat lain, ada tambahan. Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam meminta tambahan kepada Allah. Akhirnya oleh Allah ditambah setiap 1000 orang bisa membawa 70.000. (HR. Ahmad, dihasankan oleh Syaikh Al-Arnauth)

Dalam lafadz yang lain lagi, di mana hadits ini derajatnya lemah ringan. Tapi kemudian setelah dilihat sanadnya, dan ulama peneliti hadits telah meneliti sanad-sanad haditsnya, akhirnya Syaikh Aktuairiji berfatwa bahwasanya haditsnya hasan, sedangkan Syaikh Abu Abdurrahan dalam kitab Silsilah Hadits Ash-Shahihah no. 1484 menyatakan hadits ini shahih. Yaitu Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam meminta tambahan kepada Allah, dan Allah memberi tambahan setiap satu orang bisa membawa 70.000 orang.

Total 4,9 milyar. Mereka yang akan masuk surga tanpa hisab dan adzab. Subhanallah. Semoga kita termasuk golongan ini.

Itu lah jalur VIP. Karena 4,9 milyar itu kalau dibandingkan dengan manusia dari zaman sampai sekarang itu sedikit. Allah berfirman dalam QS. Al-Waqi'ah: 10-14.

"Dan orang-orang yang lebih dahulu beriman. Mereka itulah orang yang didekatkan kepada Allah. Mereka berada di dalam surga yang penuh kenikmatan. Banyak di antara golongan yang terdahulu, dan sedikit dari golongan yang kemudian."

Kita termasuk golongan orang yang kemudian. 4,9 milyar itu dibagi-bagi dari zaman Nabi Adam,sampai ke zaman sekarang. Itu pun di akhir-akhir zaman ada para sahabat nabi yang sangat banyak jumlahnya. Apakah kita tidak bisa kebagian? Tunggu dulu.

Nanti akan dibahas, bahwa mungkin saja di antara kita masih bisa ada yang match dengan kriteria yang akan dibahas di akhir.

Sebelum ke jalur VIP 4,9 milyar, akan dibahas jalur biasa terlebih dahulu.

Jalur Biasa


Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Di hari kiamat, neraka itu akan dibawa oleh 70.000 rantai. Dan di setiap rantai ada 70.000 malaikat yang menariknya. (HR. Muslim)

Kalian tahu, neraka jahannam ini bisa berbicara. Ketika Allah melempari satu gelombang manusia ke neraka jahannam, ia akan bicara, "Hal mim mazid?" "Ya Allah, masih ada tambahan?" begitu sampai gelombang ketiga. Sampai akhirnya Allah menginjakkan tumit-Nya (wajib kita imani, tidak boleh kita bayangkan bagaimana bentuknya, dan tidak boleh diserupakan dengan makhluk) ke neraka jahannam dan jahannam bilang, "Demi kemuliaan-Mu ya Allah, demi kemuliaan-Mu, cukup, cukup, cukup." Neraka jahannam yang tadinya luas jadi sempit. Dan orang-orang yang berada di neraka jahannam tubuhnya oleh Allah diperbesar. Kulitnya disebutkan dalam hadits yang shahih memiliki tebal sepanjang tiga hari perjalanan. Giginya sebesar gunung Uhud. Hikmahnya adalah agar siksaannya jadi lebih terasa. Karena sensor sakit ada di kulit. Semakin tebal, semakin terasa pedihnya dibakar. Bayangkan, neraka yang tadinya luas dan diisi oleh orang-orang bertubuh sangat besar akan diremukkan setelah Allah menginjakkan kaki-Nya yang menyebabkan neraka menyempit. Dan ingat, neraka jahannam itu warnanya hitam. Subhanallah. Semoga Allah melindungi kita dari neraka jahannam.

Nah temen-temen semua, sebelum kita masuk ke materi 4,9 milyar, akan ada pembahasan untuk jalur biasa dulu. Jalur agar tidak disentuh api neraka.

Kalau ditanya, "Mending dijamin surga atau tidak disentuh neraka?" Jawabannya tidak disentuh neraka. Kalau dijamin tidak disentuh neraka, pasti masuk surga, sedangkan dijamin surga belum tentu tidak masuk neraka terlebih dahulu.

Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Tidak ada seorang pun yang mati di atas laa ilaha illallah kecuali pasti surga wajib baginya." Abu Dzar bertanya, "Ya Rasul, bagaimana kalau dia berzina dan mencuri?" Rasul shallallahu 'alaihi wa sallam menjawab, "Walaupun berzina dan mencuri." Abu Dzar bertanya sampai tiga kali. (HR. Bukhari)

Semua orang Islam dijamin surga, tapi tidak dijamin tidak disentuh api neraka. Karena itu kita harus tahu caranya bagaimana agar kita tidak disentuh neraka.

Allah berfirman, "Jikalau kalian menjauhi dosa-dosa yang besar, maka akan Allah hapuskan seluruh dosa kecilnya. Dan Allah akan memasukkan kalian ke surga."

Berarti kunci agar tidak disentuh neraka adalah jangan mati dengan dosa besar.

Coba kalian sebutkan 30 dosa kecil dalam waktu satu jam insya Allah tidak akan bisa. Tapi kalau disuruh menyebutkan 30 dosa besar dalam lima menit, pasti bisa. Karena dosa besar itu jumlahnya jauh lebih banyak daripada dosa kecil. Berikut adalah kriteria atau ciri-ciri dosa besar.

Ciri-ciri Dosa Besar


Ciri-ciri dosa besar adalah dosa-dosa yang apabila dalam dalil terdapat:

1. Ancaman neraka, misalnya menyembah selain Allah, membunuh, dan berzina (terdapat di QS. al-Furqan).

2. Ancaman siksaan hari kiamat, misalnya yang terdapat pada sebuah hadits Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam. "Barangsiapa yang sombong, maka di hari kiamat Allah akan menmbangkitkan dia menjadi sebesar semut dalam wujud manusia dan dimasukkan ke neraka jahannam. Dan di dalam jahannam ada satu penjara yang bernama bulas. Dan di dalamnya mereka akan diberi minuman dari nanah penghuni neraka." (HR. Tirmidzi derajatnya shahih)

3. Ancaman laknat dari Allah dan Rasul-Nya, misalnya laki-laki yang menyerupai perempuan atau perempuan yang menyerupai laki-laki.

4. Ancaman siksaan kubur, misalnya orang yang ghibah, atau yang sering mengadu domba. Nanti salah satu adzab kuburnya yaitu Allah akan membuat tangan, jari dan kukunya jadi tembaga yang akan mencakar-cakar dada dan pipinya (HR. Abu Daud derajanya shahih).

5. Statement "tidak termasuk golongan kami", misalnya hadits Nabi yaitu, "Barangsiapa yang mengelabui kami, tidak termasuk golongan kami.” Contohnya menyontek saat ujian. Tapi zaman sekarang jarang yang namanya menyontek. Seringnya kerja sama.

6. Ancaman hukuman secara duniawi, misalnya orang yang mencuri dipotong tangannya, orang yang menuduh orang lain berzina padahal tidak punya saksi, dia dipecut 80 kali.

7. Statement "telah kafir orang yang melakukan ini dan itu", misalnya hadits Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, "Barangsiapa yang meninggalkan shalat, kafirlah dia" (HR. Ahmad, Tirmidzi, An Nasa’i, Ibnu Majah. Dikatakan shahih oleh Syaikh Al Albani).

Tapi memang, tidak semua lafadz "kafir" dalam hadits itu maksudnya keluar dari Islam. Akan ada pembahasan tersendiri. Apakah orang yang meninggalkan shalat keluar dari Islam? Di sini ada ikhtilaf ulama. Ulama terbagi menjadi dua pendapat. Mayoritas ulama bilang orang yang meninggalkan shalat ia masih Islam. Sedangkan minoritas ulama bilang orang yang meninggalkan shalat, ia kafir.

8. Ancaman mati di atas jahilliyah, misalnya yang terdapat dalam hadits Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam. "Ada di antara umatku empat perkara jahiliyah yang tidak akan ditinggalkan oleh mereka. Yaitu orang yang meratapi orang yang telah meninggal." 

Meratap di sini misalnya bagi perempuan itu memukul-mukul wajah, merobek-robek baju. Kalau laki-laki diputuskan pacarnya, dia membanting HP. Tapi bukan berarti kafir orang yang melakukan hal ini. Jangan salah memahami hadits ini seperti yang dilakukan oleh ISIS.

Itu lah delapan ciri-ciri dosa besar.

Syarat 4,9 Milyar


Sekarang pembahasan 4,9 milyar, orang-orang yang masuk surga tanpa hisab. Kalau kita termasuk ke dalam golongan ini, itu termasuk kesuksesan yang nyata. Dalam hadits shahih Bukhari dan Muslim disebutkan empat ciri-cirinya.

1. Tidak minta diruqyah

Kalau seseorang kesurupan, kemudian dia diruqyah tanpa dia minta, itu tidak masalah. Kalau ia minta, berarti gagal.

2. Tidak minta diobati dengan kay (besi panas)

Di zaman dulu, kalau ada penyakit seperti tumor atau yang lain, salah satu metode pengobatannya adalah dengan menempelkan besi panas di bagian yang sakit. Penyembuhan ini dikenal paling manjur pada zaman dulu. Hukum Kay ini kata Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam dilarang secara makruh tidak sampai haram. Karena beliau pun pernah meng-kay Ubay ibn Ka'ab.

3. Tidak pernah percaya tathayyur (tahayul)

Kalau ada kupu-kupu  masuk rumah, berarti ada...? Hayo yang jawab berarti percaya, haha. Tidak, kalian hanya tahu saja bukan percaya, kan?

Contoh lainnya adalah jika di perjalanan bertemu kucing hitam maka sebaiknya melalui jalan lain, karena akan ada kesialan jika melalui jalan itu. Banyak di kartun-kartun diajarkan tahayul yang seperti ini. Maka harus hati-hati.

4. Selalu bertawakkal kepada Allah

Ini poin terberat. Coba, di antara kita pernah besoknya UTS kemudian kita belajar dengan sungguh-sunguh, tapi besoknya nyontek. Nyontek adalah ciri-ciri tidak tawakkal. Gagal. 

Sekarang kalau ditanya "siapa yang sudah gagal?" mungkin banyak di antara kita yang gagal.

Dia tidak pernah tidak tawakkal kepada Allah. Jadi seumur hidupnya, selalu dalam perbuatannya ia tawakkal. Besok UTS dia belajar sungguh-sungguh. Dan ketika sukses dia tidak bilang, "Siapa dulu dong, aku belajar tadi malam." Kalau dia bilang seperti itu berarti dia sudah tawakkal kepada belajar, bukan ke Allah. Tapi kalau misalnya kita ikhtiar sebisa mungkin, kemudian setelah itu kita sukses, alhamdulillah, semua karunia Allah. Kalau gagal kita berkata, "Ini semua takdir Allah. Dan takdir Allah penuh hikmah. Yang salah adalah diriku."

Anak DKM misalnya ikhwan turnamen futsal, sementara akhwat ngerujak. Setelah itu, rujak buatan akhwat dimakan oleh ikhwan. Saat dibilang rujaknya enak, akhwat berkata, "Siapa dulu dong yang ngebuat?" Ini berarti tawakkalnya sudah salah.

Itu lah 4,9 milyar. Kita harus berusaha untuk mencapainya.

Ada pertanyaan, "Kalau misalnya kita melakukannya (minta diruqyah dan lain-lain) dulu, apakah bisa termasuk ke dalam 4,9 milyar?"

Tenang, teman-teman. Mudah-mudahan, hadits berikut bisa menjadi dalil masih bisa sukses menjadi 4,9 milyar.

Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Orang yang bertaubat dari suatu dosa, itu sama seperti tidak melakukan dosa sama sekali." (HR. Ibnu Majah derajatnya hasan lighairih)

Tapi itu tidak menjamin. Karena itu, kalau pun kita tidak bisa masuk ke jalur VIP, mari kita masuk ke golongan orang yang menjauhi dosa-dosa besar. Semoga Allah mudahkan.

Semoga Allah mengumpulkan kita di surga-Nya. Aamiin ya Allah ya Rabbal 'alamin.


***

Ø Al Kabair 0 - 4,9 Milyar Ø Al Kabair 0 - 4,9 Milyar Reviewed by max on 00.11.00 Rating: 5

Tidak ada komentar:

Tolong kritiknya yang banyak please..

Allah Semata Yang Maha Benar. Diberdayakan oleh Blogger.