Ø Pleasure Destroyer



Bismillaahi wash shalaatu was salaamu 'alaa Rasuulillaah.

Alhamdulillaah. Banyak sekali nikmat yang telah Allaah berikan hari ini. Banyak sekali hal-hal lezat yang kita rasakan hari ini. Mungkin banyak harta yang saat ini kita pegang. Dan banyak kesenangan yang kita alami hari ini.

Apakah semua itu membuat kita lupa pada kelupaan? Bahwasanya, kematian akan datang...

Dari sekian banyak nasihat tentang kematian, saya tuliskan beberapa yang pas untuk diri saya sendiri, dan semoga pas juga buat teman-teman sekalian.

Imam Qurthubi memberi nasihat dan peringatan:

Mana harta yang kau kumpulkan? Mana yang kau persiapkan untuk keadaan-keadaan yang sulit dan menakutkan? Pada saat maut menjemput, semua yang ada di tanganmu jadi kosong melompong. Kekayaan dan kemuliaanmu berubah menjadi kefakiran dan kehinaan. Bagaimanakah kau nanti jadinya, hai pembeli dosa-dosa yang terhempas dari keluarga dan rumahnya?

Jalan petunjuk telah tampak bagimu. Betapa sedikitnya perhatianmu untuk membawa bekal bagi perjalanan jauhmu dan situasimu yang sulit dan berat. Apakah kau tak tahu, wahai orang yang tertipu, bahwa pasti kau pergi menuju hari yang sangat berat keadaannya, dan hari itu ucapan seseorang jadi tidak berguna. Apa yang telah diperbuat oleh tangan dan kedua kaki, apa yang diucap oleh mulut dan diperbuat oleh anggota tubuhmu akan disodorkan kepadamu di hadapan Sang Raja Diraja. Jika Allah menyayangimu, maka kau ke surga, namun bila tidak, pasti ke neraka.

Wahai jiwa yang lalai dari keadaan-keadaan ini, sampai kapan kelalaian dan kelambananmu? Apa kau kira masalah ini kecil? Apa kau sangka hal ini remeh? Kau kira keadaan sekarang akan membantumu saat tiba hari kepergianmu, atau hartamu dapat menyelamatkanmu saat amal-amalmu menghancurkanmu atau rasa sesal cukup bagimu saat kakimu tergelincir (di atas shirath), atau kelompokmu akan mengasihanimu di padang mahsyar? Sekali-kali tidak. Demi Allah, buruk sekali persangkaanmu itu. Kau harus mengetahui, kau tak puas dengan hidup berkecukupan, tidak kenyang dari yang haram, tidak mendengar nasihat, dan tidak takut dengan ancaman. Kebiasaanmu adalah berkubang dengan hawa nafsu. dan terjerumus ke dalam kegelapan. Kau bangga dan takjub dengan harta yang kau timbun, dan tak ingat apa yang akan kau hadapi. Wahai yang tidur dalam kelalaian dan yang terjaga dalam keterpurukan, sampai kapankah kelalaian dan kelambananmu ini? Apa kau kira kau akan dibiarkan begitu saja dan tidak dihisab esok hari? Apa kau sangka maut menerima sogokan?

Sekali-kali tidak, demi Allah! Maut tak dapat ditolak dengan harta dan anak cucu. Tak berguna kecuali amal yang baik. Beruntunglah orang yang mendengar dan sadar, melaksanakan apa yang didakwahkan, menahan diri dari hawa nafsu, tahu bahwa manusia tidak memiliki apa pun kecuali yang diusahakannya, dan usahanya itu akan diperlihatkan. Berhati-hatilah terhadap orang-orang yang tidur ini! Jadikanlah amal saleh sebagai bekal! Jangan kau khayalkan surga, sementara kau berkubang dalam dosa dan melakukan perbuatan orang-orang jahat! Selalulah merasa diawasi (muraqabah) Allah dalam kesunyian, jangan tertipu oleh angan-angan, dan berzuhudlah! [1]

Dan ada satu syair yang memberi nasihat tentang maut.

Tiada satu pun dari yang kau lihat akan kekal keceriaan wajahnya
Tuhan kekal, sedang harta dan anak kan binasa
Sehari pun harta kekayaan Hurmuz tak membuatnya kekal
Kaum 'Ad juga melakukan hal yang sama, tapi mereka tetap tidak kekal
Begitu pula Sulaiman manakala angin bergerak mendatanginya
manusia dan jin berdatangan kepadanya
Mana raja-raja yang para utusan dari segala penjuru mendatanginya
karena kemuliaannya?
Di sana terdapat telaga yang pasti didatangi
Suatu hari ia pasti datang, dan mereka pun datang.
Kita menjalani langkah yang telah ditentukan
Langkah yang telah ditentukan bagi seseorang
pasti dijalaninya
Rizki kita tidaklah sama
Yang tidak didatangi rizki, didatanginya rizki itu
Yang kematiannya ditetapkan di suatu tempat, ia takkan mati di lain tempat.
Jika suatu malam kau menjadi pengikut suatu kaum
ketahuilah bahwa kau akan dimintai pertanggungjawaban
Jika kau mengantar jenazah ke dalam kubur
ingat, sungguh kau pun akan diusung.
Berbekallah dari dunia ini karena sesungguhnya kau tak tahu
bila malam telah tiba, apakah kau akan hidup sampai fajar?
Betapa banyak pengantin wanita yang dihiasi untuk suaminya
padahal roh mereka telah digenggam pada malam lailatul qadar
Betapa banyak anak kecil diharapkan panjang umur
tapi roh mereka dimasukkan ke kegelapan kubur
Betapa banyak orang sehat mati tanpa sakit
Betapa banyak yang sakit malah hidup lebih lama
Betapa banyak pemuda bersantai ria setiap pagi dan sore
padahal kain kafannya telah ditenun tanpa diketahuinya
Betapa banyak orang yang tinggal di istana pada pagi hari
di sore harinya ia menjadi penghuni kubur
Maka jadilah orang yang ikhlas, dan lakukan selalu amal baik
semoga kau beroleh ganjaran dan pahala
Tetaplah takwa kepada Tuhan
sebab takwa dapat memberi rasa aman dari kengerian di padang mahsyar
Biarkan dunia menghampirimu dengan sia-sia
Bukankah akhir perjalanannya adalah perpindahan
Duniamu tiada lain laksana bayangan
yang menaungimu, lalu lenyap tak berbekas
Setiap hari maut menebarkan kain kafan
sementara kita lalai akan kewajiban
Jangan kau merasa damai dengan dunia dan keindahannya
walaupu kau disandangkan pakaian dunia yang bagus!
Di manakah orang-orang tercinta dan para tetangga? Apa yang mereka perbuat?
Di manakah mereka yang dulu menenangkan kita?
Maut memberi mereka minum dari gelas yang kotor
mereka menjadi korban kekayaan duniawi.
Berikanlah pada dirimu tobat yang diharapkannya
sebelum kau mati dan mulutmu terkunci
Bersegeralah tobat wahai jiwa yang tertutup
Tobat adalah harta simpanan
dan ganimah bagi orang yang kembali lagi berbuat baik.

Catatan Kaki: 

[1] Al-Qurthubi, at-Tadzkirah, h. 9

Referensi:

al-Yaum al-Akhir: al-Qiyamah ash-Shughra wa 'Alamat al-Qiyamah al-Kubra. Cetakan kedua, tahun 1408 H. 'Umar Sulaiman al-Asyqar. Penerbit Maktabah al-Falah.


Selesai disusun di rumahku surgaku, Antapani, Bandung, 10 Rajab 1437 H
Ø Pleasure Destroyer Ø Pleasure Destroyer Reviewed by max on 20.59.00 Rating: 5

Tidak ada komentar:

Tolong kritiknya yang banyak please..

Allah Semata Yang Maha Benar. Diberdayakan oleh Blogger.