Ø Al Kabair 7 - Sapi Ayam VS Babi Anjing



Sapi dan Ayam VS Babi dan Doggy


Bismillaahi wash shalaatu was salaamu 'alaa rasuulillaah.

Aa' ingin membaca beberapa ayat dulu, agar kalian sudah siap hatinya insyaa Allaah. Surah yang sangat indah yaitu surah yang diturunkan ke Nabi shalllallahu 'alaihi wa sallam yang membuat para sahabat itu merasa tersindir. Tahu surah apa? Surah ke-57. Ayat ke-16. 

"Bukankah sudah tiba saatnya bagi orang-orang yang beriman agar hatinya itu tunduk khusyuk mengingat Allaah, dan memperhatikan Al-Qur'an yang telah Allaah turunkan? Dan jangan lah orang-orang yang beriman itu seperti ahli kitab, Kristen dan Yahudi, yang mereka itu berlalu masa yang panjang, mereka tidak menghayati kitab-kitab mereka sehingga hati mereka jadi keras. Dan kebanyakan di antara mereka adalah orang fasik."

Muqaddimah


Aa' mau mengawali ini dengan satu kisah. Kisahnya disampaikan oleh dosen A' Rizal.

Kalian tahu anaknya 'Umar yang paling terkenal siapa? Abdullah ibn 'Umar. Baca kisah ini baik-baik.

Suatu saat, ada empat orang pemuda sedang duduk di Ka'bah. Abdullah ibn 'Umar masih muda usianya 20 tahunan. Kumpul empat pemuda. Pertama, Abdullah ibn 'Umar. Kedua, Abdullah ibn Zubair. Ketiga, Urwah ibn Zubair. Keempat, Mush’ab ibn Zubair. Kemudian, salah seorang di antara mereka bilang, "Eh, ayo kita sama-sama ngasih tahu keinginan kita yuk! Apa impian kita di masa yang akan datang."

Akhirnya, Abdullah ibn Zubair bilang, "Di masa yang akan datang aku mau menjadi khalifah. Ingin jadi pemimpin kaum muslimin seluruh dunia." Dan ternyata Allaah kabulkan. Abdullah ibn Zubair, setelah masa Khulafaur Rasyidin dan beberapa khalifah setelahnya, beliau jadi khalifah. Kedua, Urwah ibn Zubair. "Mau apa Urwah?" "Aku ingin pandai terhadap ilmu Islam." Dan ternyata Urwah ibn Zubair dikabulkan keinginannya oleh Allaah. Jadi lah Urwah ibn Zubair salah satu ulama di antara 7 tabi'in terbesar dalam keilmuan. Dan Urwah ibn Zubair ini sering belajar sama siapa coba? Sahabat Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam sekaligus istri beliau yang paling banyak meriwayatkan hadits. Siapa? 'Aisyah. Urwah ibn Zubair ini punya bibi, bibinya ini adalah 'Aisyah. Jadi enak kalau mentoring sama 'Aisyah, bibinya itu tidak perlu memakai kerudung karena mahram. Urwah ini banyak meriwayatkan hadits dari 'Aisyah. Karena mahram, jadi kalau ketemu tidak usah pakai hijab,. Boleh langsung masuk ke rumahnya. Dan yang ketiga adalah Mush'ab ibn Zubair. "Cita-citaku ingin menikahi dua wanita yang paling cerdas dan shalihah." Dan ternyata dikabulkan. Mush'ab ibn Zubair menikah dengan dua wanita di antara tabi'in yang termasuk periwayat hadits yang kuat ingatannya. Yaitu pertama adalah 'Aisyah ibn Thalhah (bukan 'Aisyah istri Nabi shalllallahu 'alaihi wa sallam), dan yang kedua adalah Sukrinah ibn apa A' Rizal lupa. 

Subhaanallaah, ini keinginan para pemuda dan cita-cita mereka luar biasa. Pertama Abdullah ibn Zubair ingin jadi khalifah karena dia ingin memerintah dengan keadilan. Urwah ibn Zubair, luar biasa dia ingin punya ilmu sehingga dia bisa mengajarkan orang-orang yang tidak mengerti tentang Islam. Kemudian, Mush'ab ibn Zubair, cita-citanya menikahi wanita shalihah supaya nanti punya keturunan yang shalih. Dan subhaanallaah. Ketika mendengar Abdullah ibn 'Umar, "Wahai Abdullah ibn 'Umar, kamu pingin apa?" Ketiga-tiganya sudah berbicara, tinggal Abdullah ibn 'Umar. Jawaban Abdullah ibn 'Umar itu luar biasa sekali. Yang lain memang cita-citanya dunianya bukan terlalu dunia, dunianya memang untuk akhirat, contohnya ingin jadi khalifah untuk adil kan jadi pahala di akhirat. Cuman, Abdullah ibn 'Umar, seseorang yang keshalihannya telah dijamin oleh Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam. Seseorang yang Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bilang, "Sebaik-baiknya pemuda adalah Abdullah ibn 'Umar, kalauu aja dia mau tahajjud." Jadi Abdullah ibn 'Umar itu dulunya jarang tahajjud, tapi semenjak mendengar hadits Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, "Oh Abdullah ibn 'Umar itu baik banget, kalau aja dia mau shalat malam," akhirnya mulai dari hadits itu disampaikan, Abdullah ibn 'Umar selalu tahajjud dan tidak pernah meninggalkan sampai mati.

Seorang yang sangat shalih. Apa jawaban beliau saat ditanya, "Apa cita-citamu nanti?" Jawabannya luar biasa. "Aku, ingin diampuni dosanya. Aku ingin diampuni oleh Allaah dari dosa-dosaku." Subhaanallaah. Abdullah ibn 'Umar yang jelas shalih, ternyata ketika ditanya "Kamu pingin apa nanti pas udah tua?", "Aku ingin ampunan Allaah." 

Ini lah orang-orang yang luar biasa. Dan Aa' sangat senang, terutama ke orang-orang yang like dan share, kalian jangan mengira itu sia-sia akhi. Aa' punya banyak teman di Facebook. Itu, kalau kalian merasa teman di Facebook itu kayak sia-sia ya, kalau A' Rizal justru mendapat kebahagiaan yang luar biasa dari teman-teman Facebook. Karena dari semenjak kalian nge-like dan nge-share postingan A' Rizal, banyak teman-teman yang jadi nonton kemudian mereka PM, "A', makasih ceramahnya, saya seneng, saya pingin deket sama Islam." A' Rizal jadi bisa kenalan dengan teman-teman di Semarang , 6 bersaudara yang jadi shalih subhaanallaah.

Ya Allaah, Aa' berharap semua yang mengajak, yang diajak, dicurahkan dengan rahmat Allaah, kasih sayang Allaah, dan hidayah Allaah. Jujur akhi, hidayah Allaah itu mahaaal banget. Kalau kalian merasakan dulu pernah sesat, kemudian sekarang dapat hidayah, niscaya syukur kalian akan besar sekali. Aa' sempat merasakan kesesatan. Kalian sudah sering mendengar cerita Aa' Rizal di mana A' Rizal ini sangat jauh dari Islam. Gara-gara PS. Waktu berjalan, akhirnya ke Australia. Dan di sana pun, jauh dari Islam dan maksiat banyak sekali di sana. Aa'. Aa' tidak akan menyampaikan maksiat A' Rizal apa, karena tidak boleh. Secara umum saja, banyak sekali dosa di Australia sana. Dan A' Rizal benar-benar semakin jauuh dari Allaah. Namun subhaanallaah. Ketika ada supir taksi, mengajak, "Hey Brother, why don't you join with Brother Umar?" "Wahai saudaraku Rizal, kenapa kamu nggak ikut tuh ceramahnya Umar?" Akhirnya minggu depan A' Rizal ikut ceramahnya Umar Zouq, Kemudian di sana A' Rizal dapet hidayah dengan izin Allaah.

Sungguh besar banget nikmat hidayah ya Allaah.

***

Nah temen-temen semua, pembahasan kali ini, kenapa A' Rizal mengambil pembahasan ini? Ya supaya banyak yang hadir. Tapi takdirnya 3/4 yang hadir dari minggu lalu.

Kalau kalian kenal dengan yang tidak hadir, secepatnya kasih materi ini. Karena materi ini yang akan menentukan mati kalian. Kalau kalian tidak mengamalkan materi ini, insyaa Allaah matinya su'ul khatimah. Dan kalau kalian mengamalkan, insyaa Allaah matinya husnul khatimah.

Siap?

Bismillaah.

Kira-kira bedanya sapi, ayam dengan babi dan anjing apa?

Haramnya? Ya, tapi bukan itu pembahasan kali ini.

Aa' pengen ngebahas tentang najis dan nggaknya.

Kenapa ayam versus babi? Karena sebagian orang menyamakan ayam, babi, dan sapi. Tidak sama! Beda dari kotorannya. Sebagian orang mengira kotoran ayam, burung, sapi itu najis, apa benar? Tidak, insyaa Allaah.

Aa' sekarang ingin membahas tentang najis. Banyak yang belum paham di antara kita. Ini super penting. Kalau kita nggak paham tentang ini bisa bahaya banget. Kenapa?

Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda dalam hadits shahih,

Amalan yang paling pertama dihisab oleh Allaah di hari kiamat adalah shalat. Barangsiapa baik shalatnya, baik seluruh amalnya. Dan barangsiapa rusak shalatnya, rusak seluruh amalannya.

Maka masalah shalat ini masalah yang paling ekstrem, yang paling benar-benar harus dijaga. Dan apa kunci diterimanya shalat? Suci atau thaharah.

Jadi kita harus mengerti masalah najis. Dan orang-orang itu terbagi menjadi dua kubu. Yang pertama adalah orang-orang yang tidak care masalah najis. Aa' sering melihat supir angkot, pipis (bukan A' Rizal melihat dia pipisnya), ini si supir angkot sering turun dari angkot, weeer aja di mana-mana. Dan tidak bawa botol atau apa-apa, cuman kencing, langsung aja masukin, tanpa cebok sama sekali. Dan aja juga orang yang mungkin dari sisi ceboknya udah benar, tapi wudhunya tidak benar. Wudhunya buru-buru. Ya memang wudhu tidak harus lama, satu menit bisa, cuman masalahnya ada orang yang wudhunya lalai sekali. Basuh tangannya cepat sekali. Itu banyak terjadi. Kelompok kedua adalah orang yang keterlaluan dalam thaharah. Kemarin lusa, istri A' Rizal mendapat chat dari seorang akhwat, yang bersih dari haid. Waktu maghrib, mandi wajib, dia baru selesai saat isya'. Maasyaa Allaah. Ini termasuk was was dari setan. Mungkin masih mending mandi wajib satu jam, membersihkan berbagai macam kotoran. Nah, ada yang lebih parah lagi. Ada orang yang kencing, dia adik mentor A' Rizal. Dia bangun tidur jam empat, masuk WC cuma pipis dan wudhu, keluar dari WC jam 6. Aa' bertanya, "Kamu ngapain di WC?" Dia jawab, "Kencing dan wudhu." Ini udah termasuk ekstrem. 

Dan kata Ibnul Qayyim, "Manusia seperti ini benar-benar berada dalam kelalaian yang puncak." 

Lihat, dia bersuci berlebihan sampai tidak shalat. Ada juga orang yang saat wudhunya debit airnya besar, tapi lama sekali tidak selesai-selesai. Katanya belum merata. 

Dua golongan ini, yang pertama lalai. Yang kedua, sesat. Karena wudhu sampai dua jam. Karena itu kita perlu tahu tentang masalah ini. Kalau kita tidak punya ilmu, kita akan terjerumus ke dalam hal ini.

Pertama, kita mempelajari masalah thaharah.

Najis yang ada di dunia:


Sebelum itu, ada satu kaidah penting. 

“Segala sesuatu adalah suci. Kecuali kalau ada dalil najisnya.”

Jadi kalau kita bertemu dengan sesuatu yang kita anggap kotor, jangan anggap itu najis kalau tidak ada dalilnya. Contohnya ingus. Itu kotor, tapi tidak najis. Dahak, jijik kita terhadapnya, tapi tidak ada dalil maka tidak najis. Ada orang tidak shalat gara-gara bajunya berkeringat. Maasyaa Allaah, keringat itu bukan najis. Ia telah berlebihan, karena tidak punya ilmunya. Terus baju kena tinta, jadinya tidak shalat. Bahaya ini.

Maka semua yang Aa' bahas di sini, berdasarkan dalil-dalil.

1. Babi


Babi ini najis. Dagingnya najis. berdasarkan surah Al-An'aam. Jadi kata Allaah, bahwasanya daging babi itu najis, dan fasik orang yang memakannya. Nah, babi diperintahkan untuk dibunuh tidak? Iya, tapi memang dibunuhnya oleh Nabi Isa. Ada pun kita boleh membunuh babi, cuman Aa' sarankan jangan bunuh babi yang ada di kebun binatang. Paling kita bunuh tuh kalau kita dikejar-kejar babi hutan, yang membahayakan bunuh aja. 

2. Anjing


Anjing itu najis, apanya sih yang najis dalam anjing? Di sini ada ikhtilaf (perbedaan) ulama. Sebagian ulama bilang semua tubuhnya (air mata, air liur, bulu) itu najis. 

Pertama, secara logika, anjing itu kan suka menjilat-jilat tubuhnya. Kalau begitu, bulunya kena, jadi najis deh. Cuman, harus diingat, masalah najis tidak bisa ditetapkan oleh logika, hanya bisa ditetapkan oleh dalil. Karena itu, kalau tidak ada dalil, maka tidak najis. 

"Tapi kan dia ngejilat?"

Ya, kalau terlihat menjilat bulunya, maka yang bahas itu najis. Tapi, selain yang basah, kan kering. Maka ini bukan najis. Sehingga pendapat terkuat dalam masalah anjing yaitu pendapat madzhab Hanafi di mana air liur anjing itu najis. Dan cara mencucinya adalah tujuh kali, yang pertama dengan campuran tanah, kemudian tujuh kali dibahus menggunakan air. Ada beberapa pendapat yang mengatakan yang perlu dicuci itu apabila anjing menjilati wadah, gelas, bejana, tapi pendapat yang lebih shahih adalah pendapat Abu Hurairah, Ibn 'Abbas, tidak dibedakan antara tubuh kita dengan wadah. Dan tidak bisa digantikan dengan sabun. 

Jadi, yang najis pada anjing apanya? Air liurnya, itu najis berat. Ada pun selain air liur, maka ia suci. Kotoran anjing, itu najis namun bukan najis berat. Artinya kalau kena kotoran anjing, cukup dibahus dengan air, dan sabun, sampai baunya hilang.

3. Kotoran hewan yang haram dimakan dagingnya


Banyak orang salah paham tentang kotoran binatang yang halal dimakan dagingnya. Sapi, ayam, domba, unta, kuda, kerbau, bebek, kelinci, burung (tapi ada yang haram seperti burung gagak dan elang). 

Kotoran hewan yang haram dimakan dagingnya itu najis. Ada pun kotoran hewan yang halal dimakan dagingnya, ini suci. Tapi bukan berarti kotorannya boleh dimakan, ya. Kotorannya suci, tapi tidak halal dimakan. 

Dalilnya ada di dalam hadits shahih riwayat Al Bukhari, tentang ada sebagian orang kafir yang masuk Islam. Setelah masuk ke Madinah, mereka terkena demam Madinah. Ini salah satu penyakit yang parah. Dan Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam memerintahkan untuk menyuruh orang-orang ini untuk minum susu dan kencing unta. 

Kalau seandainya kencing unta itu najis, boleh tidak dipakai untuk obat? Tidak boleh. Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda, "Berobatlah. Dan jangan berobat dengan yang haram." Tapi beliau memerintahkan berobat dengan kencing unta. Artinya kencing unta itu tidak najis. Dan unta diqiyaskan oleh para ulama dengan binatang-binatang lain yang halal dimakan dagingnya. Maka kotorannya suci. Inilah perbedaan antara hewan yang haram dengan yang halal dimakan najisnya.

Kalau yang haram dimakan seperti kucing, burung elang, burung gagak, ular, cicak. Semua kotorannya najis. 

4. Khamr


Miras. Minuman yang memabukkan. Mayoritas ulama berpendapat najis. Cuman, pendapat yang lebih shahih adalah miras itu suci. 

Berdasarkan hadits shahih riwayat Muslim, ketika Allaah mengharamkan miras, itu para shahabat membanjiri kota Madinah dengan miras. Kalau misalnya miras itu najis, tidak mungkin shahabat buang sembarangan, nanti Madinah jadi kota najis. Tapi para shahabat paham bahwasanya miras itu tidak najis. Tapi haram ya, jadi tidak boleh diminum. 

Jadi kalau kita tertumpahkan oleh miras, bajunya tidak perlu dicuci. Kenapa? Karena miras itu suci, tapi haram diminum.

Sekarang alkohol. Alkohol itu beda dengan miras, Alkohol banyak tipenya, ada yang tidak memabukkan. Contohnya yang ada di kurma sebelum difermentasikan. Juga dalam anggur. Jadi kalau anggur tidak difermentasikan, itu tidak termasuk khamr. Dalam website rumaysho.com dijelaskan di sana dalam artikel yang berjudul “Salah Kaprah Tentang Alkohol”.

A' Rizal mengambil pendapat minoritas ulama yang berpendapat khamr itu tidak najis. Andai teman-teman berpendapat khamr itu najis, alkohol itu lain cerita. Jadi alkohol seperti yang di parfum itu tidak najis.

5. Bangkai


Bangkai adalah binatang yang mati, tanpa disembelih dengan menyebut nama Allaah. Apa pun cara matinya, itu bangkai. 

Bangkai itu najis, kecuali tiga bangkai:

A. Bangkai manusia

Badan manusia itu najis. Jadi tidak perlu takut apabila mati, badan kita digotong-gotong.

B. Bangkai ikan

Dan bangkai ikan ini dianalogikan dengan seluruh hewan laut. Paus, cumi-cumi, piranha. Berdasarkan hadits Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bahwasanya laut itu suci, dan apa yang ada di dalamnya pun suci. 

C. Bangkai belalang

Belalang dianalogikan dengan seluruh jenis serangga yang darahnya tidak mengalir. Seperti lebah, semut, nyamuk.

6. Muntah


Banyak ulama yang bilang muntah itu najis. Kenapa? Karena mereka beranggapan bahwa muntah itu... Apa sih definisi muntah? Makanan yang sudah masuk ke perut kemudian keluar lagi kan? Nah, ulama zaman dulu bilang muntah itu najis karena makanan yang ada di perut itu sudah bercampur dengan kotoran, ketika dikeluarin lagi maka jadi najis.

Tapi mari kita kembali lagi ke kaidah awal. "Segala sesuatu suci, kecuali ada dalil najisnya." Pertanyaan pertama, ada tidak dalil tentang najisnya muntah? Tidak ada. Kedua, katanya makanan yang di perut bercampur bersama kotoran, Aa' mau nanya, "Makanan yang ada di perut itu yang udah masuk ke usus atau lambung?" Lambung. Di lambung tidak ada kotoran kita. Maka, ini pendapat yang terkuat adalah pendapat Ibnu Hazm yaitu muntah itu suci.

7. Air madzi


Air madzi adalah semi-mani atau semi-sperma. Laki-laki dan perempuan bisa keluar ini. Madzi najis menurut kesepakatan ulama. Mirip sama air mani, jadi kayak lengket gitu, cuman keluarnya bukan karena ejakulasi. Keluar ini karena misalnya kita lagi syahwat, melihat ada sapi betina lewat (sengaja agar bahasanya tidak vulgar), terus kalian nafsu, serr aja keluar, pas di lihat celana dalamnya ada lengket-lengketnya. Ulama sepakat itu najis, tapi najisnya merupakan yang paling ringan. 

Cara menyucikannya kalian harus tahu. Pertama, kalau kalian keluar air madzi, ini najis kalau terasa, tapi misalnya kalau kalian tidak merasa keluar apa-apa padahal ada, itu kalian shalatnya sah. Ada pun kalau kalian merasa keluar, ternyata pas dicek ada air madzi, maka itu najis. Cara menyucikannya gampang. Pertama kemaluan dicebok. Kedua, celana dalam tidak perlu dicuci. Kalian cukup ambil air segenggam (ini haditsnya shahih), terus cipratkan ke bagian celana dalam yang kena sama madzi-nya dan tidak perlu dikucek. Paham? Dan ada satu lagi yang banyak dilalaikan. Yaitu cuci skrotum. Itu harus dicuci, walau pun tidak kena najis tetap harus dicuci, karena ada perintahnya dalam hadits yang shahih. 

Jadi cara mennyucikan dari madzi itu ada tiga. Pertama, cuci kemaluan. Kedua celana dalam dicipratkan air tanpa perlu dikucek. Ketiga, skrotumnya dibasuh, itu bagi laki-laki. Kalau bagi perempuan beda. (Maaf) pakaian dalamnya harus dicuci, dan kemaluannya harus disucikan. Kalau bagi laki-laki lebih ringan kenapa, karena madzi lebih banyak keluarnya pada laki-laki. 'Ali ibn Abi Thalib itu sering keluar madzi, ingin nanya ke Nabi shallallahu alaihi wa sallam cuman malu. Akhirnya beliau menyuruh temannya untuk menanyakan kepada beliau. Tapi ujung-ujungnya ketahuan juga 'Ali yang bertanya. Gimana perasaannya gitu, kita sudah menyembunyikan diri, tapi akhirnya ketahuan juga. Paham?

8. Wadi


Wadi ini adalah air yang keluarnya bersamaan dengan kencing, dan kalian tidak perlu terlalu mempedulikan. Jadi kalau kencing dalam keadaan kelelahan, biasanya keluar semacam serbuk putih. Ya itu najis, dan disucikannya tidak seperti madzi, biasa saja.

9. Air mani


Air mani itu tidak najis menurut pendapat mayoritas ulama, dan itu pendapat terkuat. Tapi kalau kalian keluar air mani ya harus mandi wajib. Hanya saja celana dalamnya tidak perlu diganti. Berdasarkan hadits shahih riwayat Bukhari di mana 'Aisyah itu kalau menemukan air mani di pakaian Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, sudah mengering, 'Aisyah tidak mencucinya, hanya mengeroknya saja. Kalau dikerok kan tidak menghilangkan air mani tapi bekasnya saja, tapi tidak dicuci. Padahal kalau najis harus dicuci, tapi 'Aisyah tidak mencucinya, artinya air mani itu tidak najis. Suci. Tapi kalau kalian keluar air mani harus mandi wajib.

10. Darah


Darah yang najis hanya darah haid. Selain darah haid, menurut pendapat yang lebih kuat, adalah suci. Kenapa? Karena dulu ada sahabat yang lagi shalat malam. Ini haditsnya shahih riwayat Al-Bukhari. Dia shalat malam lagi menjaga ketika perang. Saat sedang membaca surah Al-Kahfi, ditembak pakai panah, crot, dia melanjutkan shalatnya. Ditembak lagi kedua kalinya. Cuman karena beliau lagi enak membaca Quran akhirnya tidak dipedulikan itu panahnya. Terus saja darahnya mengalir. Pas udah ditembak tiga kali, karena khawatir mati, akhirnya dibatalkan shalatnya kemudian dicabut panah dari tubuhnya. Enak banget ya kayaknya tuh. Kalau kalian tahu, di Suriah, orang-orang kalau lagi dioperasi, mereka tidak mengandalkan obat bius. Mereka cuman mengandalkan ayat-ayat Quran. Lihat saja video-videonya, ada anak kecil ditembak, kemudian pas lagi dioperasi, dia ngaji surah Al-Baqarah coba. Subhanallah. Itu lah kondisi sahabat. Akhirnya sahabat ini datang ke Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam dengan berlumuran darah. Dan Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam mendiamkan. Kalau mendiamkan, artinya beliau setuju dengan perbuatan sahabat tadi.

Kalau darah manusia itu najis, otomatis shalatnya tadi harus langsung dibatalkan bukan? Cuman sahabat tadi terus saja melanjutkan. Beliau membatalkan shalatnya bukan karena darahnya tapi karena takut matinya. Kalau mati khawatir nanti tidak ada yang menjaga Rasul shallallahu 'alaihi wa sallam. Ini adalah hadits shahih riwayat Al-Bukhari. Dan pendapat yang terkuat adalah darah manusia suci semuanya kecuali darah haid dan darah nifas. Ada pun darah binatang yang mengalir itu najis. Misalnya kalian menyembelih unta. Kotorannya suci, air kencingnya suci, tapi darah yang mengalir dari untanya najis berdasarkan ayat yang tadi Aa' baca di surah Al-An'am bahwasanya Allaah itu mengharamkan babi, mayat (bangkai), dan juga darah yang mengalir. Dan darah yang mengalir yang dimaksud adalah dari hewan. Ada pun dari manusia tidak najis berdasarkan hadits shahih riwayat Bukhari tadi.

Memang ada pendapat yang tidak sama, ini masalah fiqih. Jadi kalau kalian berbeda pendapat dengan A' Rizal, tidak masalah. Ini adalah masalah fiqih jadi tidak boleh gelut. Fiqih itu harus toleran selama dalilnya masih kuat. 

Sekarang selesai pembahasan yang main-mainnya.

Pembahasan Agak Berat


Nah mulai setelah ini akan ada pembahasan yang agak berat. Teman-teman siap-siap.

Bagi kalian yang belum tahu tentang ini, siap-siap kalau malam meninggal ternyata su'ul khatimah, kalau tidak mengamalkan dari detik ini.

Pembahasan ini ya Allaah, bukan sesuatu yang simple. Aa' ingat di Australia, taubat pertama kali A' Rizal adalah dari dosa ini. Aa' dulu tidak pernah shalat. Tidak shalatnya A' Rizal sudah diketahui orang banyak, sehingga dosanya termasuk terang-terangan, maka cara taubatnya pun harus terang-terangan. A' Rizal sampaikan kalau di antara kalian ada yang kenal A' Rizal ketika kecilnya, Aa' sampaikan kepada kalian bahwa Aa' sudah taubat dari meninggalkan shalat alhamdulillah. Dan apa coba, pas A' Rizal pertama kali shalat, subuh, jam 8 siang, karena memang baru bangun jam 8, akhirnya shalat subuh.

Setelah shalat subuh, itu shalat pertama kali, Allaah memberi hidayah. Dibuat hati A' Rizal agar ingin membaca surah Al-Fatihah dengan terjemahnya. Akhirnya mulai lah A' Rizal buka itu Quran, surah Al-Fatihah, dibaca dengan terjemahnya. Kemudian shalat zuhur Aa' Rizal coba untuk menghayati. Pas lagi membaca ihdinash shiratal mustaqim, tujukkan kami ke jalan yang lurus, itu mantep banget di hati itu enak sekali terasanya. Kalian kalau hidupnya galau, penuh dengan stres, padahal kalian orang yang sangat kaya, orang tua kaya, segala punya, tapi hidup benar-benar tidak enak. Satu alasannya. Karena kalian shalatnya masih belum khusyuk. Itu saja. Karena kalau orang yang shalatnya khusyuk, insya Allah Allaah kasih ketenangan di hati ya akhi wa ukhti.

Sekali lagi, pertama kali A' RIzal taubat dari meninggalkan shalat. Setelah meninggalkan shalat, Aa' mulai suka shalat. Dan pertama kali ketika shalat Aa' berusaha menghayati ayat-ayat Quran. Kemudian setelah beberapa hari menghayati bacaan shalat, Allaah memberi ke hati A' Rizal, ilham. Apa itu ilham? Ilham itu bukan wahyu. Kalau wahyu nanti Aa' jadi nabi. Ilham itu bisikan di hati. Siapa yang membisikkan? Malaikat. Jadi Allaah meyuruh malaikat qarin kita (kita kan punya dua, jin qarin satu malaikat qarin satu), malaikat qarin ini yang suka membisikkan hidayah. Allaah memberi hidayah, dibisikkan hati A' Rizal untuk bertanya, "Aku selama ini shalat, tapi aku kencing sambil berdiri. Kalau kencing sambil berdiri kan airnya menyiprat ke celana." Akhirnya A' Rizal mulai sadar. Kalau kencing sambil berdiri itu pasti menyiprat. Hukum Newton ketiga. Aksi sama dengan reaksi.

Tapi karena kalian tahu ada gaya gravitasi bumi 9,8 m/s^2, ketika kalian kencing memang tidak akan muncrat sampai ke atas sekali, cuman, pasti deh minimal setengah ketinggian kencing kalian. Maka, laki-laki ingat lah, kalau kencing sambil berdiri dan kalian tidak melepas celananya, itu menyiprat ke celana kalian. Najis. Kalau dipakai shalat, shalatnya tidak sah. Dan A' Rizal mengingatkan mulai detik ini ketahui lah ya akhi, banyak orang yang setelah A' Rizal menyampaikan materi ini, ada dua tipe orang. Ada orang yang ketika disampaikan materi ini dia bilang, "Ya Allaah, usiaku sekarang 17 tahun. Aku udah lalai selama 5 tahun, 5 tahun shalatku, astaghfirullaah. Aku shalat lima tahun dalam kondisi tidak sah. Aku taubat padaMu ya Allaah. Aku taubat padaMu ya Allaah." Dan ketika dia shalat selanjutnya, A' Rizal melihat dari belakang, dia sampai menangis ketika shalat. Dia taubat dari dosa-dosanya, cuman najis celananya. Itu golongan pertama, terus ada golongan kedua. Dia bilang, "Ah jadi selama ini shalat saya tidak sah ya? Ya udah lah mending ga usah shalat sekalian." Ada. Ada yang seperti itu. Laki-laki ada yang seperti itu, dan ini bahaya sekali akhi. 

Aa' memberi tahu, ini kunci buat kalian yang stres sama kehidupan kalian. Padahal kalian punya segala sesuatu. Uang, orang tua kaya. Cerdas, banget, kalian dapat prestasi mantap. Tapi shalat kalian belum benar, insyaa Allaah hidupnya sempit, dan tidak ada jalan keluar kecuali kalian taubat dari kelalaian kalian. Tidak ada jalan kita untuk benar-benar meraih ketenangan hati, sekali lagi, buat kalian yang kaya super, dan kalian punya segala sesuatu, Aa' yakin kalian tidak bahagia real, Aa' yakin kalian bahagia paling pas dibelikan motor baru, ninja shinobi atau ninja assassin. Bahagia beberapa menit, setelah itu biasa, galau lagi. Tapi kalau kalian, taubat dari meninggalkan shalat, atau taubat dari kelalaian kalian, insyaa Allaah, lihat... Allaah akan memberi ke hati kalian ketenangan yang luar biasa yang tidak pernah dirasakan selain orang yang merasakan indahnya shalat. 

Ini lah sabda Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, dalam hadits shahih riwayat Tirmidzi,

"Telah dijadikan keindahan dalam hatiku kekhusyu'an shalat."

Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam itu ujiannya berat. Tapi saat beliau shalat, merasakan indahnya shalat, itu yang paling indah sekali. Dan A' Rizal punya adik-adik mentor. Salah satunya Ali. Dia dari Amerika. Kalau A' Rizal lagi shalat di Eco Pesantren, dia di samping A' Rizal. Shalatnya itu kalau kalian lihat wajahnya, tentra~m sekali. Setelah selesai shalat A' Rizal bertanya, "Brother, do you understand every single word that you say during a prayer?" Dia jawab, "No, but I do understand Al-Fatihah." Masya Allah. Dia cuman mengerti Al-Fatihah saja kelihatan shalatnya itu sudah indah sekali, dan dia merasakan indah sekali di hati saat shalat. Apalagi kalau mengerti semua bacaan shalat. Ini lah alasan kenapa di antara kita masih ada yang maksiat. Banyak yang curhat, "A' saya belum bisa meninggalkan dosa (maaf) onani," "A', saya belum bisa ninggalin dosa nonton film porno," "A', saya belum bisa ninggalin dosa pacaran." Kenapa? Karena shalatnya belum benar. Kalau shalatnya sudah benar, Allaah kasih kemampuan buat meninggalkan semua dosa. 

A' Rizal ini dosanya ya Allaah, tidak perlu menyebut, cuman bilang saja secara umum banyak. Namun alhamdulillah setelah shalat sudah makin baik, Allaah bimbing alhamdulillah ini syukur, semuanya karunia Allaah, Allaah buat A' Rizal jadi menjauhi dosa satu per satu. Alhamdulillah.

Jadi buat kalian, yang masih hidupnya penuh kesempitan, buat kalian yang merasa galau terus, satu. Shalat kalian belum beres. Terutama dalam masalah ini, masalah thaharah. Maka mulai sekarang kalian harus amalkan thaharah yang benar. Kalau tidak mengamalkan... Aa' sampaikan haditsnya. Siap?

Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam menyampaikan, tentang dua manusia yang disiksa di kubur. Yaitu orang yang, pertama, suka mengadu domba. Kedua, orang yang tidak menjaga diri dari air kencing. Bukannya tidak cebok, dia cebok. Cuman ketika kencing dia tidak menjaga percikan kencingnya, sehingga kena ke pakaian, kemudian dia shalat dengan pakaian tersebut. Itu menyebabkan shalatnya tidak sah. dan menyebabkan siksa kubur.

Dan lihat, siksa kubur, Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam menyampaikan siksa kubur itu berat sekali. 

Ketika seseorang sudah ditanya, "Man Rabbuk? Siapa Tuhanmu?" kalau kita termasuk orang yang lalai dalam agama, kita cuma bisa menjawab, "Aw, aw, aku tidak tahu." "Maa diinuk? Apa agamamu?" "Aw, aw, aku tidak tahu." "Siapa Rasulullaah shallallahu 'alaihi wa sallam?" "Aw, aw, aku tidak tahu." Akhirnya Allaah akan membuka jendela menuju surga. 

Iya, ketika kondisi kita stres, Allaah bukakan jendela menuju surga. Ini semua haditsnya shahih, ada dalam kitab "Targhib wa Tarhib". 

Allaah akan bukakan jendela menuju surga, kemudian Allaah akan bilang, 'Ini, tempat tinggalmu di akhirat, kalau dulu kamu taat.' Kemudian ditutup jendela surganya, dibukakan jendela menuju neraka dan dikatakan, "Ini tempat tinggalmu di akhirat." Langsung kuburan dia akan menghimpit sampai tulang rusuk akan bersilangan satu sama lain. Kemudian akan datang satu orang malaikat, yang menyamar jadi orang yang buta dan tuli. Malaikat ini membawa satu palu, yang kalau palu ini dipukulkan ke gunung, gunung berubah jadi debu. Akhirnya kepala orang ini akan dipukul sampai dia teriak. 

Hancur, tapi masih bisa teriak. Karena di dalam alam barzakh, tidak ada lagi kematian. Di dalam alam barzakh yang ada hanya sakit, sakit, dan sakit tanpa mati.

Dia akan dipukul sampai hancur, dia bangkit lagi.

Masya Allah. Dan orang yang melalaikan shalat subuh. Ada dalam hadits shahih Bukhari. Lihat. 

Orang yang melalaikan shalat subuh, nanti akan datang satu malaikat membawa batu besar. Kemudian orang ini dalam kondisi telungkup atau telentang. Dipecahkan kepalanya dengan batu sampai otaknya berceceran, otaknya menggelinding. Setelah batunya menggelinding, si orang itu membawa lagi batunya. Pas sudah dibawa, mendekati lagi orang yang tadi disiksa, ternyata otaknya sudah kembali lagi, kepalanya utuh lagi, dihancurkan lagi. Sampai kapan? Sampai hari kiamat. 

Dan ada tinnin. Tinnin adalah 90 kelompok ular yang masing-masing kelompoknya terdiri dari 90 ular, yang masing-masing ularnya punya 7 kepala yang akan mencabik orang-orang yang ada di dalam kubur.

Ini siksaan kubur. Dan ini, akan dialami bagi mereka yang lalai dalam masalah kencing. Kita, mayoritas kita, di hati kalian mungkin ada yang selama ini lalai dalam masalah kencing. Dan ingat siksaannya dahsyat! Kalau sekarang baru tahu, istighfar ke Allaah ya akhi. Ya Allaah, ini adalah salah satu dosa terbesar yang kita lakukan selama ini yang kita tidak sadar.

"Oh A', kan ga nyadar. kalau nggak nyadar kan ga dosa?"

Kata siapa? Kalau tidak sadar, dan kita jarang ikut mentoring, tetap dicatat dosa. Jadi jangan bilang, "Oh selama ga tau mah ga dicatat jadi dosa." Salah. Yang tidak dicatat jadi dosa itu bagi mereka yang tinggal di perkampungan. Mereka tidak tahu tentang ilmu Islam. Mereka benar-benar terpelosok, tidak bisa mencari ilmu Islam. Tapi kita, coba, kajian nyebar. Mantap kajian di mana-mana, tapi kita jarang ngaji terutama masalah aqidah dan fiqih. Ini salah kita. Kalau kita baligh 12 tahun, sekarang 15 tahun, 3 tahun shalat tidak diterima. Maka harus bagaimana? Istighfar ke Allaah, jujur ke Allaah, minta ampun, insyaa Allaah Allaah akan ampuni. Paham ya akhi ya  ukhti?

Paham cuman kalian banyak yang seram, karena banyak yang lalai dalam masalah ini. Taubat ya akhi, taubat ke Allaah. Oh iya, jadi cara kencing yang benar bagaimana? Apakah harus sambil jongkok? Tidak. Kalau kalian mau tahu tempat kencing berdiri paling aman seluruh dunia, ada di Masjid Eco-Pesantren Daarut Tauhid. Mau tahu? Ke sana saja. Kalau di Salman, itu memang ada pengaman, tapi pengamannya masih terlalu pendek. Kalau debit air kalian deras, itu masih bisa menyiprat, bahkan ke baju. 

Maka cara yang paling aman adalah, kalian ke WC. Buka celananya semua. Gantung. Kemudian kencing, tidak apa-apa sambil berdiri, nanti kalian bakal terkena cipratan ke paha. Tidak apa-apa. Nanti tinggal dibasuh. Dan ketika membasuh tidak usah berlebihan. Membasuh itu gampang sekali. Kalau kalian terkena najis di paha kalian, ambil air, paling juga seperempat gayung, siurr tinggal digosok sebentar, sudah. Jangan berlebihan seperti adik mentor A' Rizal tadi yang kencing dua jam. Itu was was setan. Bisa dipahami akhi dan ukhti ya? Jadi kalau kencing bagi ukhti yang perempuan, gampang tinggal buka saja (maaf) pakaiannya, pakaian dalamnya. Perempuan biasanya pakai rok. Kalau rok tidak usah dibuka, bisa dinaikkan saja, kemudian kencing, dan basuh bagian yang terkena cipratan. Ya sudah beres kan, gampang bagi akhwat. Tapi bagi ikhwan yang rata-rata malas...

Wudhu


Sekarang Aa' mau membahas tentang wudhu. Kalian tidak perlu bertanya tentang dalil. Kenapa? Karena waktunya mepet. Insyaa Allaah ada dalilnya shahih. Tapi A' Rizal mau memberi tahu cepat saja. Sekarang Aa' mau memberi tahu cara wudhu yang benar.

Pertama kalian niat dalam hati. Niat dalam hati untuk menghilangkan hadits kecil. Kemudian kalian cara wudhunya, pertama baca bismillaah. Kalau di dalam WC, maka baca bismillah-nya kecil banget, kalau bisa jangan sampai ada suaranya. Benar-benar sangat bisik-bisik. Tapi kalau di luar WC kalian baca bismillaah. Kemudian cuci tangannya. Cara mencuci tangan terserah kalian, cuman yang penting seluruh jari-jemari kita terbasuh semuanya. Kalau A' Rizal pakai cara yang biasanya diajarkan oleh ahli-ahli kesehatan. Cuman tidak harus (cara ada di video). Untuk kuku tidak perlu berlebihan, secukupnya saja. Atau kalau kalian punya bak mandi, masukkan saja seluruh tangan ke bak mandi, zeet, sudah deh beres. Ada yang bilang, "Kalau tangan kita masuk bak mandi nanti airnya jadi ga suci lagi." Nah ini pemahaman yang perlu diluruskan.

Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam dalam hadits shahih Bukhari, beliau memasukkan tangannya saat wudhu ke dalam rantang. Rantang itu kecil kan. Soalnya ada yang bilang, kalau airnya di bawah 2 kulah (2 kulah itu 250 L), kalau kita masukkan tangan kita ke dalam bak tersebut, langsung airnya berubah jadi najis. Atau jadi tidak suci lagi. Ini pemahamannya kurang tepat, karena hadits Bukhari menjelaskan sekali bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam itu memasukkan tangannya ke dalam tempat wudhunya. Jadi tidak ada masalah, kalau kalian mengobok-obok bak mandi. Kalau mau lebih ya begitu. 

Setelah basuh jari-jemari, kumur-kumur dan hidung. Sekali boleh, dua kali boleh, tiga kali boleh. Terus wajah. Wajah banyak yang salah. Karena tidak dibasuh secara sempurna. Batas wajah, batas atas dari mulai tumbuh rambut, batas kanan dan kirinya itu yang kecil-kecil di telinga, batas bawahnya ada perbedaan ulama, ada yang sampai dagu, ada yang lebih ke bawah sedikit lagi. Kita cari aman saja. Kalau membasuh bagian atas kalau bisa kena rambut sedikit, bagian kanan kiri sampai kena telinganya, bagian bawahnya sampai mendekati leher. Itu agar aman. Paham? Kalau tidak terbasuh bagian-bagian yang wajib terbasuh, tempatnya bisa jadi di neraka.

Lanjut. Setelah wajah, tangan. Nah, ini dia. Banyak yang keliru di masalah tangan. Karena kebanyakan setelah membasuh wajah, membasuh tangannya hanya dari pergelangan tangan sampai sikut. Padahal, harus dibasuh lagi jari-jemarinya. Kenapa? Karena basuhan yang awal itu bukan basuhan yang wajib. Basuhan yang awal tidak menghilangkan hadats. Basuhan yang menghilangkan hadats adalah basuhan setelah wajah. Jadi, setelah membasuh wajah, kalian harus mengulangi lagi mambasuh jari-jemarinya, terus sampai sikut, dan kalau bisa dilebihkan sedikit lebih bagus, agar aman. Kalau Abu Hurairah sampai ketiak. Tapi jangan. Abu Hurairah sampai bilang, "Kalau aja aku tahu kalian ngeliatin aku wudhu, aku nggak akan ngelakuin ini." Kenapa? Abu Hurairah masi melakukan sunnah, tapi ia khawatir akan ada orang yang ekstrem berlebihan, bukan sampai ketiak, sampai mana tah... Abu Hurairah kalau membasuh kaki (haditsnya shahih), suka sampai lutut. Tapi ketika ada orang melihat, Abu Hurairah bilang, "Kalau aja aku tahu kalian ngeliatin aku wudhu aku nggak akan ngelakuin ini. Aku khawatir kalian akan berlebihan." Bukan cuma sampai lutut, tapi sampai... ya itulah, 'afwan. Bahaya ini. Jadi kalau kalian mau melebihkan, cukup lebihnya sedikit saja, 1-2 cm.

Ketiga, kepala. Untuk kepala ini alhamdulillah, Aa' menemukan haditsnya hasan lighairih. Boleh kalian tidak usah membasuh seluruh kepala. Yang sangat sunnah adalah kalian ambil air, tapi jangan digenggam airnya, airnya dibuang. Cukup sisa air saja, kalian basuh dari depan, sampai ke belakang, tekuk, kemudian sampai ke depan lagi. Atau boleh juga dalam hadits shahih, ikuti alur rambut. Itu yang sunnah. Cuman, Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam mengajarkan keringanan sekali, subhanallah. Dalam hadits yang derajatnya hasan lighairih. Hasan lighairih itu pada awalnya sanadnya dhaif, tapi kemudian ulama-ulama peneliti menemukan sanad-sanad penguat, sehingga naik derajat menjadi hasan lighairih. Dan hasan lighairih itu termasuk hadits yang shahih yang boleh diamalkan, yaitu beliau mengajarkan bahwa cukup bagi kalian untuk mengelap ubun-ubun. Tapi harus ada gesekannya, jadi jangan cuma menyentuh saja. Wajib ada gesekannya walau sedikit. Kemudian telinga, telinga itu wajib. Telinga itu bukan dibanjur air bukan, namun diusap. Telinga tidak harus semuanya basah, cukup air sisa tadi. Kepala dan telinga itu sekali. Bukan tiga kali. (Cara membasuhnya ada di video). Karena di dalam hadits shahih, Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam itu melakukan basuhan tiga kali tiga kali, kecuali kepala dan telinga yang hanya satu kali. Hadits ini shahih. Jadi kepala dan telinga cukup sekali, dan itu pun pakai air sisa.

Kemudian setelah itu kaki. Pastikan ketika membasuh kaki, jangan cuman air turun lalu kakinya digeal-geolin. Yang benar adalah turun ke bawah lalu basuh, dari tumitnya, kemudian mata kaki (ini sering dilewat), kadang-kadang kalau basuhnya tidak benar itu tidak kena air. Pastikan membasuh mata kakinya benar-benar, sehingga terbasuh semua.

Kalau mandi wajib lebih gampang lagi. Memang ada cara sunnahnya yang agak panjang. Tapi ulama sepakat, bahwasanya untuk mandi wajib boleh tidak berurutan. Artinya, yang penting cuma dua. Ini ijma' ulama. Pertama niat menghilangkan hadats besar, kedua basuh seluruh tubuh kita. Jadi kalau kalian misalnya mau cepat, bikin kolam renang. Tinggal ceburkan diri, beres. Tapi lebih baik digosok tubuh-tubuhnya. Kalau kalian mandi wajib dengan cara ini, tidak mungkin sampai satu jam kayak tadi itu. Tidak perlu pakai sabun dan shampo. Jadi kalau ada yang mandinya sampai satu jam, itu kata Ibnul Qayyim dia sudah disesatkan oleh setan, dipermainkan oleh setan.

Jadi setelah kalian dapat ilmu baru, jangan sampai jadi orang yang bilang, "Oh selama ini shalatku nggak sah, ya udah ga usah shalat sekalian." Kalau kalian tidak mengamalkan ilmu ini, lalai dalam shalat itu balasannya di akhirat, neraka. Di dunia hatinya dibuat sempit sekali pun kalian punya segala kenikmatan dunia. Dan jangan juga jadi yang berlebihan dalam bersuci. Karena ada juga yang setelah dapat materi ini, jadi berlebihan dalam thaharah-nya. Setiap kali kalian wudhu, setan akan membisikkan, misal sudah membasuh tangan, muka, kepala, terus setan bilang, "Eh tadi mukanya belum bener lho ngebasuhnya." Akhirnya balik lagi ke wajah. Dan lain-lain, Awalnya cuma nambah satu-dua menit, tapi akhirnya bisa jadi kayak yang dua jam wudhu. Ini kesesatan yang nyata.

Nah, agar tidak terganggu dengan bisikan setan, kalian bisa pakai rumus "EGP". Emang Gue Pikirin. Jadi pas lagi wudhu, setan membisikkan, "Hayo tadi bener nggak basuhannya..." Tidak usah dipedulikan, lanjut saja. Show must go on.. Maksudnya kalian jangan sampai mengulang-ulang, memperhatikan berlebihan. Jangan dipikirkan. Kita ini punya mata, jadi kalau melihat, tidak akan ragu. Satu obatnya untuk itu. Jangan dipikirkan. Paham? Itu saja obatnya.

Ada kabar gembira bagi akhwat. Pakaian kalian kalau sangat panjang. Dan kalian nyeret misalnya kotoran babi, mayat cicak, jenazah kodok, tidak usah takut. Kotoran yang terkena rok kalian, itu langsung otomatis suci dengan kalian berjalan itu langsung suci sendiri. Sebagian ulama bilang bahwasanya, "Oh ini mah najisnya yang kering doang." Tapi tidak. Pemahaman yang benar adalah sebagaimana dibahas oleh syaikh (A' Rizal lupa), dalam kitab "Al-Mughni" dibahas bahwa baik najis kering mau pun najis basah, kalau kena ke pakaian wanita, roknya, maka itu otomatis suci sendiri dengan ia berjalan. Jadi untuk wanita tidak apa-apa kalian pakai rok yang sampai menutupi sepatu, bahkan bagus. Tidak usah takut. Misal kalian jalan di WC, mungkin di lantainya banyak cipratan, kalian tidak perlu takut. itu otomatis suci sendiri. Sebagian website ada yang bilang, "Menurut kesepakatan ulama, kalau najisnya basah tidak bisa disucikan dengan tanah." Tapi ini kesepakatan yang tidak benar. Pemahaman yang benar adalah sebagaimana yang dibahas dalam kitab "Al-Mughni" yaitu semua najis kalau kena pakaian wanita, cukup dengan jalan, nanti akan suci sendiri. Paham untuk akhwat? Tapi ini khusus untuk akhwat. Karena dalam hadits shahih riwayat Abu Daud,

ketika Ummu Sulaim bilang, "Ya Rasul. Aku gimana, pakaianku nyeret. Kalau jalan kena najis gimana?" "Apa yang ada di setelahnya akan menyucikan."

Dan itu khusus buat wanita. Kalau untuk laki-laki, A' Rizal tidak memaksa. A' Rizal tidak menyuruh kalian tiba-tiba jadi ngatung kayak A' Rizal, tidak. Cuman A' Rizal memberi tahu saja ucapan 'Umar ibn Al-Khattab. Dalam atsar yang shahih, ketika 'Umar lagi jadi gubernur, ada laki-laki yang pakai pakaian sangat panjang, sarung panjang. Terus 'Umar bilang, "Hai pemuda, lagi haid ya?" "Ya 'Umar aku laki-laki." "Terus kenapa kamu nyeret pakaiannya... sini." Dipotong sama 'Umar. Tapi kan 'Umar khalifah. Kalau kita tidak boleh ada guru, terus kita potong celananya. Ini beda posisi. Memang ada ulama ber-ikhtilaf, "Oh bagi laki-laki yang haram di bawah mata kaki kalau sombong." Memang ada ikhtilaf. Aa' harus memberi tahu ada ikhtilaf. Cuman, Aa' lebih condong ke pendapat para sahabat, yaitu 'Umar ibn Al-Khattab ketika dia ditusuk 9 kali. 'Umar minum susu, sampai keluar dari lambungnya. Dan 'Umar itu kuat dari subuh sampai ashar baru meninggal. Itu saking kuat tubuh 'Umarnya. Padahal kalau lambung pecah, beberapa menit juga bisa mati.

'Umar ini ketika sakaratul maut, datang pemuda. Pemuda ini pakai pakaian gamis yang sampai nyeret gitu. Kemudian 'Umar pas sudah ditengok, si pemudanya pergi (ini shahih riwayat Al-Bukhari), terus 'Umar bilang, "Hai pemuda, sini." "Ada apa 'Umar?" "Angkat lah pakaianmu, karena itu lebih suci dari najis." Gitu. Tapi ya Aa' tidak memaksa kalian untuk jadi ngatung begitu, tidak. Ini urusan fiqih. Kalian punya pilihan kok.

Poin ketiga yang perlu kalian tahu sebelum masuk ke materi yang lebih serius lagi. Kalau laki-laki, misalnya kalian kencing, setelah itu kalian cebok. Misalnya kalian kencing di WC Salman, buka celana, gantung, kencing sambil berdiri, cebok, basuh paha, betis, yang terkena cipratan, cuci kaki, pakai celana lagi. Setelah pakai celana, keluar dari WC, ceerr terasa ada yang keluar. Ada yang pernah merasakan? Banyak. Ketahui lah ini adalah was was setan. Abdullah ibn 'Abbas bilang,

"Jika seseorang di antara kalian kencing, itu si setan bakalan menabok pantat kalian. Sehingga kalian merasakan ada sesuatu yang keluar."

Itu kata Abdullah ibn 'Abbas. Dan kata Ibnu Taimiyah,

"Itu, tidak najis yang namanya perasaan serr itu."

Kenapa? Karena, air kencingnya masih ada di "pipa" kita. Najis itu kalau sudah keluar dari lubangnya. Jadi kalau kalian merasakan serr, itu tidak batal dan tidak najis. Dan tidak usah dicek celana dalamnya, tidak usah. Yang dicek itu kalau merasanya dengan syahwat, itu berarti air madzi, atau mani. Tapi kalau serr-nya tidak ada syahwat sama sekali, itu air kencingnya belum sampai keluar dari lubang, tapi itu baru di pipanya saja dan itu tidak najis. Dan jangan dicek. Jangan. Bukan tidak boleh, jangan. Itu suci, wudhu kalian tidak batal, shalat kalian tidak batal. Biasanya terasanya saat sujud bukan? Itu tidak batal. Paham?

***

Penutup


Mari sekarang, lihat ayat-ayat Quran yang akan Aa' sampaikan ini.

Allah berfirman,

"Wahai hamba-hambaKu, yang banyak berbuat dosa, janganlah kalian putus asa dari rahmatKu. Sungguh, Aku mengampuni semua dosa. Aku Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."

Aa' berharap orang-orang yang like dan share mendapatkan pahala dakwah insyaaAllaah.

Bagi kalian yang baru tahu tentang ilmu, syukuri lah, dan taubati. Allaah itu Mahabaik. Allaah itu benar-benar... dosa kita selama ini yang terang-terangan yang sembunyi-sembunyi, walau pun kita penuh dosa Allaah tetap menutupi aib-aib kita. Allaah tetap menjaga diri kita, sehingga kita jadi terlihat mulia di hadapan orang banyak.

Teman-teman, A' Rizal ingin mengakhiri ini dengan beberapa hadits. Pertama, ancaman bagi kalian yang masih meninggalkan shalat. Ingat, orang yang shalat dengan najis, siksanya saja sudah kubur. Bagaimana dengan orang yang meninggalkan shalat? Dengar hadits ini baik-baik.

Riwayat Ahmad, jilid ke-2, halaman 169, derajatnya hasan. Dengar hadits ini baik-baik. Ini siksaan yang paling ekstrem.

"Barangsiapa, yang menjaga shalatnya (yang lima waktu), maka dia akan mendapatkan cahaya, petunjuk, dan keselamatan di hari kiamat. Dan barangsiapa yang tidak melaksanakannya (alias lalai dari shalatnya), maka dia tidak akan mendapat cahaya, petunjuk, dan keselamatan di hari kiamat. Dan di hari kiamat dia akan berkumpul bersama Qarun, Fir'aun, Haman, dan Ubay bin Khalaf."

Subhanallah. Fir'aun, manusia yang paling berat siksaannya di neraka. Kalau kita meninggalkan shalat atau melalaikan shalat, balasannya dikumpulkan bersama Fir'aun. Dan Fir'aun itu orang yang siksaannya paling besar di dalam neraka.

Kalau seandainya di antara kita ada yang pernah meninggalkan shalat, ya akhi taubat. Kita ini sudah baligh, kalau kita mati detik ini bagaimana? Kita bisa mati dalam kondisi buruk dan kita masuk neraka lho, saqar.

"Wa maa adraaka maa saqar? Laa tubqii wa laa tadzar."

Neraka saqar ini akan membuat kulit kita hancur lebur, kemudian dibangkitkan lagi. Dan ini siksaannya dahsyat neraka saqar ini. Orang yang melalaikan shalat akan mendapatkan saqar. Dan kita, kalau kalian masih suka lalai shalat isya', ketiduran. Dan itu berlanjut berulang-ulang. Kalau sekali-kali dimaafkan, langsung shalat saja ketika bangun. Misalnya bangun subuh belum shalat isya' tidak apa-apa, langsung shalat isya' kemudian shalat subuh. Insyaa Allaah dimaafkan kalau sekali-sekali karena ketiduran. Tapi kalau berulang-ulang ini berarti lalai. Ingat siksaannya tadi apa. Kepala dipecahkan oleh batu sampai otak berceceran. 

Masya Allah. Kita ini sudah banyak dosa, kalau ditambah kelalaian shalat kita, maka kita bisa hancur. Maka A' Rizal ingin akhiri ceramah ini dengan beberapa hadits. Hadits pertama bagi kalian yang sudah mulai senang shalat, alhamdulillah, namun shalatnya masih belum bisa mencegah dia dari dosa, mungkin karena shalatnya masih lalai dalam masalah thaharah, atau mungkin dia masih belum terlalu khusyuk. Dengar hadits ini baik-baik. Ini hadits pertama yang dengar dari guru A' Rizal, ustadz Abu Haidar. Sampai A' Rizal tidak kuat dengan hadits ini. 

Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, (kalau kita termasuk orang yang ada di hadits siap-siap, siap-siap hancur. Kecuali kalau kita taubat)

Aku tahu banyak dari umatku yang datang di hari kiamat membawa pahala yang sangat besar, sebesar gunung yang sangat besar. Pahala yang sebesar pegunungan yang sangat besar itu Allaah jadikan debu yang berterbangan (habis lenyap). Sahabat bertanya, 'Wahai Rasul siapa mereka? Kami takut kami termasuk golongan mereka tanpa kami sadari. Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam menjawab, "Mereka adalah dari golongan kalian. Mereka saudara-saudara kalian, dan mereka rajin shalat malam sebagaimana kalian rajin shalat malam. Akan tetapi, setiap mereka sedang sendirian, mereka berani melakukan apa yang diharamkan oleh Allaah.'

Astaghfirullahal 'azhim. Kalau kita termasuk orang ini... kita sudah lalai sama shalat-shalat kita, kita sudah lalai dengan banyak ibadah kita. Nabi shallallahu alaihi wa sallam pernah bertemu dengan seorang sahabat kemudian sahabat ini bilang, "Ya Rasul aku ingin bisa menemanimu di surga." Jawaban Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam apa? "Perbanyak shalat." Kalau sampai sekarang shalat kita lalai, shalat sunnah kita jarang melakukan, maka mulai sekarang mari shalat sunnah ditambah, supaya kelalaian shalat wajib kita yang zaman dulu dimaafkan oleh Allaah.

Dan sebagai hadits penutup hadits terakhir. 

Allaah subhanahu wa ta'ala di hari kiamat akan bertemu dengan seorang hamba. Kemudian Allaah akan berkata pada hamba ini. 'Wahai hambaKu, engkau pernah melakukan dosa ini?' Hamba itu menjawab, 'Pernah ya Allaah.' 'Engkau pernah melakukan dosa itu?' 'Pernah ya Allaah.' 'Kau pernah melakukan dosa ini?' 'Pernah ya Allaah' Sampai hamba itu merasa dirinya pasti celaka, pasti dia masuk neraka. Dia sudah merasa dirinya hancur, ternyata Allaah berfirman, 'Wahai hambaKu, dulu di dunia aku telah tutupi aib-aib dan dosa-dosamu. Maka di hari ini hari kiamat, aku ampuni dosamu.'

Subhanallah. Semoga kita termasuk orang ini. Semoga kita termasuk orang yang oleh Allaah dimaafkan kesalahannya yang masa lalu. Dan satu ayat terakhir sebagai penutup. Yaitu ayat, yang menjadi oleh-oleh dari Australia. Ayat yang disampaikan oleh seorang yang jadi jalan hidayah buat A' Rizal. Satu do'a yang ada di surah Yusuf ayat 101. Do'a yang sangat indah sekali. Coba kalian baca do'a ini ketika kalian sedang sendiri di rumah. Coba kalian baca do'a ini saat kalian lagi di kamar. Lagi tidak ada orang. Baca do'a ini dengan penghayatan. Indah sekali do'a ini. Do'a dari orang yang sudah dijamin masuk surga, Nabi Yusuf.



"Ya Allah Pencipta langit dan bumi, Engkau lah pelindungku di dunia dan di akhirat, matikan aku dalam kondisi Islam, dan golongkan aku ke dalam golongan orang-orang yang shalih."

Ini do'a dari Nabi Yusuf, Ya Allaah, matikan aku dalam kondisi Islam dan golongkan aku ke dalam golongan orang-orang yang shalih. Do'a lah itu ya akhi. "Wahai Pencipta langit dan bumi, Engkau pelindungku ya Allaah, Engkau yang bisa melindungi aku dari dosa-dosaku ya Allaah, Engkau satu-satunya yang bisa melindungi aku dari kemaksiatanku. Aku sampai sekarang suka maksiat sendirian. Saat orang tidak melihat aku sering dosa ya Allaah, namun aku ingin ampunanMu, aku ingin Engkau mencurahkan rahmat dan ampunanMu ya Allaah. Wahai yang bisa menjagaku dari dosa dan maksiat, matikan aku dalam kondisi Islam, matikan aku dalam kondisi taubat, dan golongkan aku ke dalam golongan orang-orang yang shalih."

Aamiin ya Allaah ya Rabbal 'aalamiin. Alhamdulillahirabbil 'alamin. 

Teman-teman semua, semoga kalian bisa diistiqamahkan oleh Allaah, semoga Allaah mengistiqamahkan hati kalian untuk bisa teguh di atas Islam. Kalau punya pertanyaan yang merusak iman, maka jangan dipendam. Tanyakan ke A' Rizal. Siapa tahu A' Rizal bisa menjawab dan bisa meluruskan pemahaman kalian terhadap agama. Kalau kalian ragu tentang kebenaran Islam, tanya ke A' Rizal, insyaa Allaah A' Rizal menjelaskan dengan sebaik mungkin. Dan kalian siap-siap. Masa-masa liburan adalah ujian terberat buat kalian. Karena saat liburan biasanya kalian lalai dari ibadah. Minta ke Allaah dari sekarang agar dikuatkan imannya. Minta ke Allaah agar dikuatkan hatinya. Insyaa Allaah A' Rizal masih memberi kalian majelis terus. 

Q&A:


Menyusul... :))




Ø Al Kabair 7 - Sapi Ayam VS Babi Anjing Ø Al Kabair 7 - Sapi Ayam VS Babi Anjing Reviewed by max on 08.18.00 Rating: 5

Tidak ada komentar:

Tolong kritiknya yang banyak please..

Allah Semata Yang Maha Benar. Diberdayakan oleh Blogger.