Berbagai kesulitan menghampiri hari-hari. Menemani di kala lemah, di kala tak ada sandaran melainkan sandaran padaNya. Cobaan dan ujian bertubi-tubi mampir kepada kehidupan yang sejatinya singkat ini. Membuat lupa, khilaf, dan lena terhadap apa yang seharusnya tetap berada di hati. Keyakinan terhadap kemudahan, yang membersamai kesulitan. Kepercayaan pada satu Dzat yang tak pernah mengkhianati, tak pernah mengecewakan, yang selalu mendampingi ia yang siap dan berani untuk bersabar.
Lelahnya hati ini. Melewati berbagai rintangan yang datang. Beribu-ribu rasa dalam dada yang tercampur aduk tanpa pandang bulu, tiap kali ada masalah timbul dalam benak. Sedih, sakit, takut, malu, resah, galau, marah, kesal, khawatir, dan segala macamnya bersatu menjadi satu. Apakah kita lupa, semua itu selalu sementara. Semua derita, seluruh nestapa hanya sebentar, apabila kita mencoba untuk melihatnya lebih lanjut. Apa pun itu, pasti akan berakhir, hanya kadang hati kita, tak kuat untuk menahannya, adakalanya iman kita sedang turun, membuat kita lemah diri. Merasa sakit yang begitu menusuknya di jantung ini.
Rasa tegar itu pasti ada. Sebesar apa pun rasa kesal dalam dada, semalu apa pun di hadapan banyak orang, sesedih apa pun diri, sesakit apa pun tikaman ke jantung yang lemah ini, seharusnya tak akan membuat kita mati. The show must go on. Apa pun yang terjadi, waktu tak ingin menunggu kita untuk terus melanjutkan hidup, kita sendiri lah yang memutuskan untuk mengejar waktu yang semakin lama semakin meninggalkan kita. Bertahan, belajar atas tiap teguran yang hadir di setiap lika-liku jalan hidup kita merupakan syarat untuk memperoleh keistiqamahan sabar dalam jiwa. Walau rasa sakit terus ada, jangan lupa bahwa hidup akan selalu menggilirkan kondisi kita. Tak selalu di bawah, maka pasti ada waktu di atas.
Waktu pasti berlalu. Ia tak pernah berhenti berputar. Tak pernah luput dari diam dan ragu. Yakin lah, kita tak akan begini terus, dan takkan pula begitu terus. Pasti ada saatnya kondisi itu berubah, tapi yang takkan pernah berubah, adalah keyakinan yang selalu tertanam di dalam jiwa raga. Yang sudah menjadi api yang membakar semangat diri, menjadikan gelora yang begitu bercahaya di setiap kegiatan. Menjadi prinsip hidup yang melekat di sekujur tubuh, sebagai mindset yang memberi motivasi dan momentum yang tak ada batasnya. Sampai akhirnya, terus berjuang untuk mencapai keridhaanNya tanpa berlama-lama dalam kesurutan, selalu move on dan mencoba terus menggapai ridhaNya dengan cara indah lainnya, karena waktu pasti berlalu.
"Waktu pasti berlalu."
- Abdullah Tsabit
Ø Waktu Pasti Berlalu
Reviewed by max
on
18.17.00
Rating:
Reviewed by max
on
18.17.00
Rating:

Tidak ada komentar:
Tolong kritiknya yang banyak please..