SAGGEZZA: "One Piece"
Diceritakan ada seorang manusia yang bernama Gol D Roger. Ia dikenal juga sebagai Raja Bajak Laut. Setelah mengarungi seluruh lautan di dunia ini, ia berhasil mengumpulkan harta karun yang luar biasa banyaknya dan meninggalkannya di sebuah pulau, harta itu disebut dengan “One Piece”. Setelah itu, dia yang telah menjadi buronan angkatan laut paling dicari menyerahkan dirinya ke angkatan laut dan bersedia untuk dihukum mati. Sebelum eksekusi dimulai ia diberi kesempatan untuk mengucapkan kata-kata terakhir
“Harta karunku?” teriak Roger sambil tersenyum menyambut kematiannya “aku akan memberikannya, tapi… carilah! Aku telah mengumpulkan semua yang ada di dunia ini dan menyembunyikannya di tempat itu.” Dan kemudian Roger ditusuk di jantungnya oleh petugas eksekusi
Serentak semua yang menyaksikan eksekusi Sang Raja Bajak Laut bersorak gembira sekaligus menangis haru. Dan sejak saat itu dimulai zaman baru dengan bermunculannya perompak-perompak baru dan zaman itu disebut “Era Bajak Laut.”
Bertahun-tahun berikutnya tersebutlah bocah yang berimpian ingin menjadi Raja Bajak Laut dan menemukan harta itu. Ia bernama Monkey D. Luffy. Luffy mengorbankan segala tenaga dan upaya untuk mewujudkan impiannya tersebut. Hingga ia menemukan kru-kru kapalnya yang setia dan bersedia menemani sang Kapten untuk mewujudkan mimpinya.
Perjalanan Luffy untuk mewujudkan cita-citanya itu diceritakan dii komik Jepang karya Eichiro Oda yang masih berlanjut ceritanya hingga hari ini. Dan jika kita membaca dan mengikuti cerita dari Oda ini, ada fakta yang diputarbalikkan. Oda menggambarkan bajak laut (yang dalam kehidupan nyata termasuk pekerjaan yang buruk) sebagai cerita utama sekaligus tokoh utama, dan menjadikan Angkatan Laut dan Pemerintah Dunia sebagai tokoh antagonis.
Terlepas dari sana, ada beberapa hal yang dapat diambil dari komik tersebut. Bahwa tekad yang kuat akan menentukan masa depan. Itu yang digambarkan oleh Oda pada tokoh Luffy, bersama teman-temannya yang menjunjung tinggi rasa persahabatan, mereka mengejar sebuah mimpi, dan mereka yakin tidak ada yang dapat mengalahkan kekuatan impian.
Mari kita lupakan sejenak tentang cerita tersebut dan berbicara tentang impian atau yang lebih dikenal dengan cita-cita. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, “Cita-cita adalah keinginan (kehendak) yang selalu ada di pikiran”. Ya, saya setuju dengan definisi tersebut. Dan mungkin itu yang membuat Oda menggambarkan karakter Luffy yang dalam setiap pertarungannya selalu menyebut-nyebut impiannya tersebut.
Tetapi, mari kita lihat cita-cita yang digambarkan oleh Eichiro Oda dalam komiknya. Ia menggambarkan cita-cita adalah harta, harta yang dikumpulkan sekian lama oleh Roger lalu membuat semua orang menjadi menginginkannya. Ya, Oda memberikan kesan bahwa cita-cita itu duniawi, sekadar untuk mengejar harta juga untuk mendapatkan gelar sebagai seorang raja. Sebagai muslim, terlalu indah cita-cita bila disandingkan dengan hal yang duniawi.
Mari kita intip cita-cita menurut pandangan Allah Subhanallahu wa Ta’ala melalui karya terbaiknya di Luhl Mahfudz. Yaitu, cita-cita yang digambarkan Allah dalam cerita yang tokoh utamanya adalah Nabi Muhammad Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam beserta sahabat-sahabatnya Radhiallahu ‘Anhum. Cita-cita mereka sederhana tapi beribu makna, kuat namun menenangkan, dan cantik namun membakar semangat. Cita-cita mereka hanya satu, ridho Allah.
Eichiro Oda menceritakan dalam komiknya sebuah persahabatan yang kuat, kokoh dan setia. Tetapi betapa lusuhnya persahabatan yang disandarkan pada harta dan kejayaan. Berbeda dengan nabi dan sahabat-sahabatnya, persahabatan yang dibangun dengan cita-cita Ukhrowi yang kita kenal sebagai Ukhuwah begitu lezat pancaran sinarnya, hingga mampu membuat merinding haru karena cemburu akan suasananya.
Begitulah generasi terbaik, mereka terlalu teguh dengan cita-cita mereka yang begitu terang, hingga dunia tak mampu lagi menyilaukan pandangan mereka. Mereka rela mati demi memperjuangkan Allah dalam hatinya. Mereka menjadi ksatria-ksatria pemegang panji-panji Islam.
***
“Sesungguhnya Allah memiliki 100 rahmat. Salah satu di antaranya diturunkannya kepada kaum jin, manusia, hewan, dan tumbuhan. Dengan rahmat itulah mereka saling berbelas kasih dan menyayangi. Dengannya pula binatang liar mengasihi anaknya. Dan Allah mengakhirkan 99 rahmat untuk Dia curahkan kepada hamba-hamba-Nya pada hari kiamat.” (Muttafaq ‘alaih; dalam Shahih Bukhari no.6104 dan Shahih Muslim no.2725; lafal hadits ini dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘Anhu)
Tetapi jika kita lihat, tidak begitu salah saat Eichiro Oda menuliskan cerita di komiknya itu dengan judul “One Piece”. Karena benar yang dikejar dalam cerita itu hanya satu potong. Ya, satu potong dari 100 rahmat Allah, meski satu potong yang Oda maksud hanya harta dan gelar tetapi sudah cukup mendekati dari hadits di atas.
Tetapi berjanjilah! Bahwa kita adalah pejuang-pejuang yang bersungguh-sungguh menancapkan cita-cita kita pada akhirat. Bahwa kita adalah ksatria-ksatria yang istiqomah dalam jalan cintanya Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam dan sahabat-sahabatnya. Bahwa kita adalah tentara-tentara Allah yang haus akan kenikmatan 99 rahmat lainnya. Bahwa kita adalah hamba-hamba Allah yang tidak akan puas bila hanya mendapatkan “One Piece”
#Wonderful Of Al-Hikmah
Antapani, Bandung
Sabtu, 7 Februari 2015 (22.20)
Ditengah paceklik ide yang begitu lama
Tomi L. Pambudi(@pambudies)
Ø One Piece or One "Hundred" Piece!
Reviewed by max
on
07.34.00
Rating:
Reviewed by max
on
07.34.00
Rating:

Tidak ada komentar:
Tolong kritiknya yang banyak please..