Ø Menetap-Berkekal, Bertumbuh-Bertambah


"Makna dari berkah," demikian Dr. Nashir ibn 'Abdirrahman Al-Juda'i dalam At-Tabarruk Anwa'uhu wa Ahkamuhu, "adalah ats-tsubuut (tetap) dan al-luzuum (terus melekat)." Demikian pula beliau kutip dari Mu'jam Maqayisil Lughah karya Ibn Faris bahwasanya lafazh baaraka memiliki satu arti asal, yakni tetapnya sesuatu. Kemudian, lafazh ini berkembang menjadi beberapa turunan kata yang maknanya berdekatan.

Imam dalam bidang Nahwu, Al-Khalil ibn Ahmad menyatakan, “afazh al-barku digunakan untuk menggambarkan sekawanan unta yang menderum setelah minum di dekat wahah (telaga di tengah padang pasir).” Dengan demikian, berkah adalah menetap dalam ketenteraman, seperti unta yang merasakan sejuk meski di sekitarnya panas bersangatan.

Makna turunan selanjutnya dari berkah adalah an-namaa’ (berkembang) dan az-ziyaadah (bertambah). Imam Ibn Duraid dalam Jamharatul Lughah menyatakan bahwa jika dikatakan laa baarakallaahu fiihi, artinya semoga Allah tidak mengembangkannya. Maka berkah itu bagaikan pokok yang menghunjamkan akar, lalu ia tumbuh, batangnya bertambah, dan cabangnya berlipat. Berkembanglah pula pucuk-pucuknya, menerbitkan bunga yang harum dan memunculkan buah yang ranum.


Jika bunga yang wangi dan buah yang manis itu berjumpa hati yang lembut, sampailah kita ke makna ketiga dari berkah yakni as-sa’aadah. Kita sering menerjemahkannya sebagai ‘kebahagiaan’. Tapi dalam kamus Lisaanul ‘Arab diterakan, jika ada yang mengatakan, “As’adallaahul ‘abda wa sa’adah”, maka maka maknanya adalah “Allah telah memberikan taufiq-Nya kepada sang hamba untuk melaksanakan amal yang diridhai-Nya, karena itulah ia beroleh kebahagiaan”. Maka berkah adalah kebahagiaan yang benarkan ketaatan, atas karunia bimbingan Allah dalam melaksanakan apa yang diridhai-Nya.
Ø Menetap-Berkekal, Bertumbuh-Bertambah Ø Menetap-Berkekal, Bertumbuh-Bertambah Reviewed by max on 18.54.00 Rating: 5

Tidak ada komentar:

Tolong kritiknya yang banyak please..

Allah Semata Yang Maha Benar. Diberdayakan oleh Blogger.