Ramadhan aritnya 'membakar' menurut bahasa.
Awkward moment terjadi.
Ketika hari-hari biasa diiringi oleh suasana normal, berubah menjadi sesuatu yang spesial.
Ketika kemarin lusa bangunan berkubah sepi, kali ini... penuh tak memberi celah.
Lucu sekali ketika mengingat kejadian-kejadian Ramadhan yang telah lalu. Betapa anehnya, awkwardnya, namun senangnya ketika Ramadhan kali ini berlangsung. Melihat puluhan insan berkerumun di satu tempat, bersama-sama menuju nikmat kemuliaan pada bulan suci ini, mengharap ridha yang diturunkanNya kepada kita semua.
Mengingat-mengingat yang telah lalu (walau tak ingin mengumbar), sangatlah berbeda dengan yang sekarang. Walau hanya berjarak satu tahun lamanya, namun perubahan yang berarti sangat tampak kasat mata. Bersama teman-teman baru, dengan kesadaran diri yang baru, walau langit masih begitu-begitu saja.
Pada bulan ini, kesadaran akan koneksi kita dengan Allah benar-benar dikuatkan dan ditingkatkan drastis.
- Contoh gampangnya : Ketika kita sendirian di rumah saat menjalankan shaum, dan di meja makan telah tersedia beraneka ragam pangan yang menggiurkan. Anehnya kita tidak akan memakannya, kan?
Karena kita sadar dengan sendirinya, bahwa Allah sedang melihat langsung. Itu terjadi otomatis ketika shaum, maka dari itu di bulan Ramadhan ini, consciousness kita akan Allah akan terus terjalin selama sebulan penuh. Dan ini dilaksanakan sebagi latihan, diharapkan ketika bulan mulia ini meninggalkan kita kelak, kesadaran kita akan Allah yang terus mengawasi akan tetap terjaga walau kita tidak melaksanak shaum. Itulah tujuan sebenarnya. La'allakum tattaqun.
"Ramadhan adalah bulan pelatihan, agar mampu menghadapi ujian-ujian dengan tingkat yang lebih tinggi di kemudian hari."
- MSH
Semoga kita semua menjadi berhasil dalam pelatihan ini dan menjadi muttaqin yang dimuliakan di sisi Allah. Aamiin.
Wallahu a'lam bishshawab.
*referensi :
- https://www.youtube.com/watch?v=KhIeLXrwGGQ
Ø 'Membakar' Yang Baru
Reviewed by max
on
08.02.00
Rating:
Reviewed by max
on
08.02.00
Rating:



Tidak ada komentar:
Tolong kritiknya yang banyak please..