Ø Too Lazy To Pray



Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Apa kabar, ikhwah fillah? Semoga keadaan sehat dapat kita syukuri, keadaan sakit dapat kita sabari.
Omong-omong, kalau boleh curhat, saya lagi sakit sebenernya. Dan itu benar-benar urgh istilahnya, gak banget rasanya. Tapi harus tetap bersyukur, apalagi yang sehat. Alhamdulillah aja lah, apapun yang diberikan Allah, yakinkan itu yang terbaik. Semoga bisa bermuhasabah diri dan mengevaluasi untuk ke depannya. Aamiin.

Shalawat serta salam tak lupa kita limpahcurahkan kepada junjungan kita semua, Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wasallam. Beliau yang telah berjuang demi Islam, demi kelangsungan hidup umatnya. Waktu beliau yang diperintahkan pertama kali untuk berkewajiban melaksanakan shalat, bukanlah sekedar sesuatu yang sepele. Subhanallah, bahkan Allah memerintahkan kita semua selaku umat muslim untuk shalat dengan cara yang tidak bisa, melainkan super duper spesial, seperti Isra' Mi'raj yang dihadapi Rasulullah.

Saya cuma mau berbagi perspektif pribadi, pengalaman, dan info yang dimiliki. Langsung aja.
Pasti setiap di antara kita pernah merasakan 'malas shalat' (mungkin ga sih ada yang ga pernah males? Mungkin-mungkin aja lah ya). Aneh nggak sih kalau dipikir-pikir? Sebuah kewajiban utama yang dimana prioritas utama dalam agama, malah membuat kita menerima perasaan 'malas' ini.



Imam Ghazali kembali bertanya = ” Apa yang paling ringan di dunia ini ?”

Murid a = ” Kapas”
Murid b = ” Angin “
Murid c = ” Debu “
Murid d = ” Atom”

Imam Ghazali menjawab dengan senyumannya = ” Semua jawaban kamu itu benar, tapi yang paling ringan sekali didunia ini adalah
MENINGGALKAN SHOLAT. Gara-gara pekerjaan kita atau urusan dunia, kita tinggalkan solat “


Padahal Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasalam bersabda :
“Tidaklah seseorang memasuki waktu shalat wajib kemudian ia berwudhu dengan sempurna dan shalat dengan khusyu, sambil memelihara ruku’nya, melainkan akan terhapus dosa-dosanya yang telah lalu selama tidak melakukan dosa besar, hal itu berlaku sepanjang masa”.
(HR. Muslim)


Kenapa malas shalat?

Malas shalat bukanlah hal yang aneh lagi di zaman sekarang. Hal ini berubah menjadi 'hal biasa' di tengah-tengah masyarakat muslim khususnya di Indonesia. Orang biasa diajak, "Hei, shalat yuk!" Dia malah menjawab, "Males ah, buat apa... di rumah aja." *Dan kemungkinan besar ia tetap tidak melaksanakannya di rumah apabila ia berkata seperti itu. Astaghfirullah su'udzon, udahlah husnudzon aja dia ada keperluan berburu-buru dan alasan yang kuat* Orang pertengahan diajak shalat, "Shalat yuk sekarang, Bro!" Dia hanya menjawab, "Males coy, entar aja... ngapain buru-buru sih." Hmmm... beberapa alasan kita merasakan malas ketika berhubungan dengan perkara shalat ini menurut saya adalah sebagai berikut.

Tidak paham urgensi shalat

Shalat itu hukumnya wajib lho. Kita semua pasti tahulah arti dari wajib itu apa, kayak gimana. Kalau yang tidak perduli mungkin hanya bisa bilang kalau wajib itu apabila dilakukan dapet pahala, apabila ditinggalkan dapet dosa, hanya sebatas itu saja. Kalau menurut perspektif yang saya kembangkan, ayolaah kita sama-sama #berpikir lebih... wajib itu bukan sekedar itu, melainkan memiliki arti lebih. Sesuatu tak akan dihukumkan wajib oleh Ar-Rahim apabila tak memiliki makna spesial dibandingkan hal lain. Terlebih sudah terlihat jelas caranya dispesialkan salah satunya ialah waktu pelaksanaannya. 5 (lima) waktu, guys. Udah wajib, disuruh 5 waktu sehari, gimana gak spesial coba. Ini cuma ngebahas wajibnya, kalau udah mengupas sampe ke dalam-dalamnya mengenai shalat ini, insyaAllah ngurang deh minimal kemalasannya.

#Pengalaman seorang awam

Wah asli lho kalau boleh bilang, memang shalat tuh bikin males bgtzz pake 'z' dua kali... eits tapi itu kalau... masih belum tahu banyak tentang shalat. Berbagi pengalaman sedikit, dulu saya pribadi sangat-sangat-sangat benci (baca: nggak mau) shalat. Lho, kok bisa? Itu sih karena... tiap kali males bergerak untuk shalat, orang tua itu selalu mengeluarkan teriakan bertubi-tubinya yang benar-benar mengusik telinga dan hati. Jadi walaupun ada niatan sedikit, tapi tetep aja di hati udah ada rasa nggak enak karena shalat dilakukan secara terpaksa. Efeknya, semakin lama malah semakin membuat males. Itu cerita SD-SMP entah kelas berapa saya lupa.

Saya benar-benar tak habis pikir tentang shalat, sama sekali. Cuma urusan formal, ritual semata, gerakan-gerakan sakral tak berarti, tak banyak memberi manfaat #perspektifjahiliyah. Entah saat kelas 3 SMP atau kapan, saya mungkin mulai bertanya tentang keislaman saya ini, khususnya tentang shalat yang katanya 'tiang agama' kita ini. Saya lupa detailnya, tapi tiba-tiba muncul kesadaran spiritual dalam otak dan hati ini. #easokalim Alhasil, timbul lah rentetan pertanyaan di benak yang salah satunya adalah "Ada apa sih dengan shalat ini?". Mungkin mulai dari pertanyaan seperti itu, timbul niat dan usaha mengetahui walau sampai sekarang masih belajar juga. Terlalu banyak dan terlalu dalam ilmu tentang shalat yang bisa diketahui, tak bisa kita hanya mengetahui teknis 'how'nya saja yang begitu banyak, tanpa diiringi oleh 'why' yang sangat kuat untuk menemani selama pembelajaran.

  • Kesimpulan : Shalat nomor sekian 
    • Solusi : Perbanyak ilmu tentang shalat dengan baca buku, bertanya, cari informasi autentik (baca Qur'an).

Godaan Syaithan

The powerful person is not the one who can lift 120 kilos, with one hand and with his little finger. Subhanallah! No. it isn't! A powerful person is the one who can lift his blanket up for salatul fajr and for Tahajjud (night prayers).
'Their sides forsake their bed, to invoke their Lord in fear and hope...' (QS 32:16). Allahu Akbar!
-Mufti Ismail Menk  
Watch his video here ->


Jelas ini salah satu alasan kuat untuk bermalas diri. Syaithan sudah berjanji untuk membisikkan was-was ke dalam dada manusia. Waduh, setan itu musuh yang nyata, bener-bener nggak bisa diremehin. Apalagi mereka memanfaatkan sifat-sifat manusia yang negatif, seperti lemahnya manusia. Ketika kita enak-enaknya berbaring di atas kasur yang empuk, ditambah selimut tebal yang mengekang diri, kita diingatkan oleh setan untuk menikmati kenikmatan sementara tersebut dibanding menunaikan kewajiban yang hakikatnya lebih bermakna. Padahal sudah diteriakan bahwa 'Shalat itu lebih baik daripada tidur', tapi saking kuatnya momentum yang digunakan setan, kita tak kuasa menahan godaannya.

  • Kesimpulan : Rayuan musuh yang nikmat
    • Solusi : Berlindung kepada Allah, mencegah agar tidak menjurus ke hal-hal negatif yang dapat memudahkan setan agar dapat menggoda kita, perbanyak amal shaleh, berpikir positif.

Futur

Turun iman atau bahasa kerennya futur ini karap terjadi bagi yang sebenarnya memang sering shalat, tapi suatu ketika ia mendapat banyak masalah, stress, kurang motivasi, berbuat maksiat, kurang berbuat baik, dll, sehingga menyebabkan ia merasa tak enak untuk shalat, malas, dsb.
  • Kesimpulan : Turun iman
    • Solusi : Perkuat aqidah dan niat kembali, mendekat ke orang-orang shaleh, banyak dzikir mengingat Allah, baca Qur'an, cari motivasi dari luar dan dalam diri, ingat kembail kematian dan alasan yang kuat dalam melaksanakan shalat.


Mungkin itu saja. Tapi ada satu hal yang ingin saya tegaskan, bahwa sesibuk dan semalas apapun kita, tolong, tolong dengan sangat agar kita tidak meninggalkan shalat satu kalipun. Walau kita tidak enak, tetap mari kita lakukan shalat, minimal melakukannya walau hanya sebagai penggugur kewajiban tanpa ada kenikmatan dalam menjalankannya. 



Kenapa? Alasannya adalah karena nanti di akhirat, banyak orang yang sangat sangat menyesal dan menginginkan tuk kembali ke dunia hanya untuk melakukan shalat walau hanya sekali. Karena itu, tak boleh satu kesempatan shalat pun disia-siakan. Saya takut apabila menyesal di kemudian hari, hanya karena meninggalkan satu shalat wajib. T-T

Demi meningkatkan iman kita semua demi shalat yang sangat penting bagi kehidupan kita ini, saya inginnya membahas 'Why'-nya dan mencoba menggamblangkan, menyimpelkan, dan menyimpulkan.


Kenapa harus shalat?


Shalat itu wajib. Tak dapat diganggu gugat. Default-nya mau kita beralasan apapun, berdalih sebanyak apapun, mengeles sehebat apapun, kewajiban takkan pernah berubah menjadi tidak wajib. Itulah ketetapan Allah. Default yang saya maksud di sini adalah kondisi sehat prima manusia, yang mewajibkannya untuk shalat, beda lagi dengan yang sakit parah atau terkena hal yang menghapuskan kewajiban untuk shalat lainnya.

Coba saya jabarkan langsung dalil Qur'an dan hadits Rasul. Asal kita semua tahu, buanyak sekali dalilnya, terlalu banyak untuk dibaca dalam sehari oleh seorang pemalas (seperti saya). Jadi yang saya hamparkan di sini hanya permukaan gunung es. Kita harus tetap mencari isi yang lain di dalam. Kalau yang kayak shalat itu rukun Islam, dsb itu kan udah mainstream, #eh saya coba jelasin yang lain.

Al-Qur'an



وَاسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلاةِ وَإِنَّهَا لَكَبِيرَةٌ إِلا عَلَى الْخَاشِعِينَ
Artinya: “Dan mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan (mengerjakan) sholat. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk,” (QS.al Baqarah(2):45)
  • Minta pertolongan sama Allah itu dua. Sabar dan shalat. Itu sarana terbaik. Ketika dalam kesulitan, kita disuruh bersabar itu jelas... dan shalat ternyata. Dengan itu, insyaAllah akan ditolong oleh Allah. Belum terlalu ngerti? Saya pun demikian haha. Cek aja langsung dari 'referensi'. Widih berat memang. Kalau nggak khusyu' mana bisa ngeringanin. Yuk belajar khusyu'!


اتْلُ مَا أُوحِيَ إِلَيْكَ مِنَ الْكِتَابِ وَأَقِمِ الصَّلاةَ إِنَّ الصَّلاةَ تَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ
Artinya: “Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al Kitab (Al Qur’an) dan dirikanlah sholat. Sesungguhnya sholat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (sholat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadah-ibadah yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS.al‘Ankabut(29):45)
  • Subhanallah. Shalat itu pencegah perbuatan keji dan mungkar. Bukan shalat kalau tidak demikian. 


مَا سَلَكَكُمْ فِي سَقَرَ قَالُوا لَمْ نَكُ مِنَ الْمُصَلِّينَ
Artinya: “Apakah yang menyebabkan kalian masuk ke dalam neraka saqor, mereka menjawab, kami dahulu tidak termasuk orang-orang yang mengerjakan sholat.” (QS.al-Mudatsir(74):42-43)
  • Nah loh... takut nggak? Saya sih takut. Harus shalat, biar terhindar dari neraka saqor.

Al-Hadits

“Pemisah antara seseorang dengan kekufuran serta kesyirikan adalah meninggalkan shalat.”
[HR Muslim]


“Perjanjian antara kami dan mereka adalah shalat, barang siapa yang meninggalkannya, ia telah kafir.”
[HR Ahmad, Tirmizi, al-Nasa’i, al-Baihaqi, dan al-Daruquthni]

  • Dua ini aja ah, udah jelas. Meninggalkan shalat = kafir, minimal munafik. Bukannya mendiskriminasi, tapi memang begitu. Kalau kita mengaku muslim, sewajarnya mendirikan shalat. Kalau nggak, ya bukan muslim, kan?

Kesimpulan



Kenapa harus shalat? Karena 'perintah Allah'. Sesimpel itu memang, segamblang itu jelas, apabila kita benar-benar mengerti. Perintah Sang Pencipta, yang paling sempurna, menghiasi alam semesta, yang dinaungi cinta-Nya. Perintah-Nya itu pasti, terbaik, tak sedikitpun ketetapan jahat dari-Nya, dengan penuh kebaikan dan keramahan dari Sang Maha Pemurah serta Maha Penyayang. Semua demi kita manusia, hamba-Nya.

Ketika mengerti secara penuh, cukup. Shalatlah sebelum dishalatkan.
"Cukuplah alasan 'perintah Allah' memenuhi dan memuaskan jiwa dan raga kita dalam mendirikan shalat." 
- MSH
*referensi :
- https://www.facebook.com/notes/majalah-qiblati-menyatukan-hati-dalam-sunnah-nabi/sebab-sebab-malas-beribadah-disertai-tips-tips-meningkatkan-semangat-ibadah/286940064656795
https://www.facebook.com/padepokanbarokah/posts/382326588514333
- https://www.facebook.com/notes/belajar-islam/sabar-dan-shalat-sebagai-penolong/10150771729601813
http://www.youtube.com/watch?v=WK0aRjk1xZY
Ø Too Lazy To Pray Ø Too Lazy To Pray Reviewed by max on 22.42.00 Rating: 5

Tidak ada komentar:

Tolong kritiknya yang banyak please..

Allah Semata Yang Maha Benar. Diberdayakan oleh Blogger.