Fiqh Asmaul Husna
Bismillahi wash shalatu was salamu 'ala Rasulillah.
Ingat hadits ini baik-baik:
"Wahai hamba-hambaKu," hadits qudsi ini diriwayatkan oleh Muslim, "Kalian semua itu terserat, kecuali orang-orang yang Aku beri hidayah. Maka minta lah hidayah kepadaKu,, nisacaya akan Kuberi hidayah pada kalian."
Siapa manusia terbaik seluruh dunia? Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam. Tapi dalam QuranNya, Allaah mengingatkan kepada beliau atas nikmatNya yang besar. Apa kata Allaah di surah An-Nisa'?
Dan kalau seandainya bukan karena karunia Allaah dan rahmatNya atasmu wahai Muhammad (shallallahu 'alaihi wa sallam), nisacaya sebagian orang-orang kafir itu, mereka itu akan menyesatkanmu (mereka berkehendak untuk menyesatkanmu), tapi sungguh mereka itu tidak menyesarkan kecuali diri mereka sendiri. Dan kamu itu tidak akan mendapat bahaya dari gangguan mereka sedikit pun. Dan sungguh Allaah telah memberikan kepada kalian itu kitab (Al-Quran), dan hikmah, dan mengajarkan kepada kalian apa yang kalian dulu belum mengetahuinya. Dan sungguh, karunia Allaah atasmu wahai Muhammad (shallallahu 'alaihi wa sallam) itu besar.
Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam itu masih diingetin sama Allaah. Ketika beliau udah diutus menjadi rasul beliau dapet hidayah, hidayah yang beliau dapatkan itu hidayah yang sempurna. Namun Allaah nggak lupa untuk ngingetin kepada beliau, "Kalau bukan karena karunia Allaah, dan rahmatNya atas kalian, niscaya sebagian mereka (orang-orang kafir) mau menyesatkanmu." Kalau Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam aja masih diingetin dengan nikmat ini, nikmat hidayah, maka kita lebih patut untuk inget nikmat hidayah Allaah ini. Karena kita ini bukan yang termasuk orang-orang yang dijaga hidayahnya oleh Allaah, sebagaimana Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam pasti dijaga. Kita ini hidayahnya belum tentu dijaga.
Sebelum disampaikan materinya, materi dari Ust. Syafiq Reza Basalamah, ada hadits yang ingin disampaikan terlebih dahulu.
Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda dalam hadits yang derajatnya hasan, "Demi kemuliaanku, Aku tidak akan kumpulkan atas hambaKu, dua rasa aman dan dua rasa takut. Barangsiapa yang takut kepadaKu, takut atas siksaKu di dunia, maka akan Aku beri kepada dia keamanaan di Hari Kiamat, yaitu di hari ketika Aku kumpulkan hamba-hambaKu. Dan barangsiapa yang merasa aman dari siksaKu di dunia, maka akan Aku beri kepada dia rasa takut pada hari di mana aku kumpulkan hamba-hambaKu di Hari Kiamat.
Subhaanallaah. Ya Allaah, jadikan kami termasuk orang yang merasa takut kepada siksaMu ya Allaah, tidak merasa aman dari siksaMu ya Allaah, tidak merasa aman dari takdir buruk yang seandainya Engkau takdirkan kepada kami. Takdirkan lah atas kami ya Allaah takdir yang baik, sehingga kami bisa berada di dalam surgaMu di akhirat nanti. Aamiin ya Rabbal 'Aalamiin.
Alhamdulillaahirabbili 'Aalamiin.
Ini adalah satu materi yang sangat penting, ini adalah materi yang merupakan pokok dari semua ilmu Islam. Ini ilmu ini nggak ada yang lebih mulia pembahasannya. Jangan anggap remeh dengan materi ini.
Pembahasan ini dari Kitab Fiqih Asmaul Husna oleh Syaikh Abdurrazaq Muhsin Al Abdad
*dipakai oleh Ust. Syafiq Reza Basalamah dan juga Aa’ Gym
H.r. Bukhari & Muslim:
“Sesungguhnya milik Allaah 99 nama yang indah, alias seratus dikurang satu. Man ahshaahaa, dakhalal jannah. Barang siapa yang ahshaa, dia masuk ke surga.”
Tahu arti ahshaa?
Ahsaa secara bahasa artinya menghitung. (Wallaahu a’lam agak lupa).
Berarti kalau kita terjemahkan hadits itu secara harfiah, maka akan menjadi,
Berarti kalau kita terjemahkan hadits itu secara harfiah, maka akan menjadi,
“Sesungguhnya milik Allaah 99 nama yang indah, alias seratus dikurang satu. Barang siapa yang menghitungnya, dia masuk ke surga.”
Lalu kemudian, dari hadits ini, ada tambahan riwayat dari Imam Tirmidzi, Ibnu Hibban, dan Ibnu Majah.
Apa tambahan riwayatnya?
Apa tambahan riwayatnya?
“Sesungguhnya Allaah memiliki 99 nama. Barangsiapa yang menghitungnya, niscaya dia akan masuk surga. Dan nama-nama Allaah yang 99 itu adalah, Ar-Rahman, Ar-Rahim, Al-Malik, Al-Quddus, … -(teruuus dirinci sampai)- Ash-Shabur.”
Seperti yang bisa kita lihat di cover Quran.
- Al Walid ibn Muslim maula bani Umayyah (wafat 195 H)
kata para ulama.beliau adalah seorang mudallis. Mudallis itu adalah orang yang suka menyusupkan kata-kata ke dalam hadits kemudian diaku-aku sebagai hadits.
- Abdul Malik An Shan‘ani
beliau banyak meriwayatkan hadits palsu
- Abdul Aziz bin Husein
dhaif, dan haditsnya sering kabur (lupa)
Karena itu lah, tambahan riwayat tadi, tidak shahih. Tapi, udah terlanjur terkenal, dari 1000 tahun yang lalu, sampai yang sekarang disebutin di ESQ.
Di backpage dan frontpage Quran, kalian akan menemukan ada nama-nama yang tak pantas disandarkan kepada Allaah:
- Al-Muntaqim (Maha Penyiksa)
- Al-Khafid (Maha Merendahkan)
- Ar-Rafi’ (Maha Meninggikan)
- Adh-Dharr (Maha Pemberi Mudarat)
Nama-nama ini tak pantas disandarkan kepada Allah, karena:
Asmaul Husna hanya bisa kita dapatkan dari Quran dan hadts
Tidak boleh berdasarkan ijtihad.
Tidak boleh melihat suatu kalimat (nama) dan menggunakan sinonimnya.
*cth:
Dalam Q.s. Adz-Dzaariyat disebutkan bahwa langit, Allaah lah yang membangunnya.
-Kita boleh bilang Allaah lah yang membangun langit, tapi tidak boleh menyebutNya Al-Bannaan, Yang Maha Tukang Bangunan.
Nah. sekarang ada pertanyaan. Nama Allaah ada berapa? 99? Salah. Dalam hadits di atas, Allaah memiliki 99 nama yang siapa meng-ahshaa-nya, masuk surga. Nabi shalllallahu 'alaihi wa sallam tidak menyebutkan nama Allaah hanya 99 saja, tidak.
Nama Allaah bukan hanya 99 saja, melainkan tidak terbatas
- Hadits shahih riwayat Ahmad:
Dalam do’a Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Ya Allaah, aku memohon kepadaMu dengan menyebut nama-namaMu. Nama-nama yang Engkau namakan atas diriMu sendiri ya Allaah, atau nama-nama yang Engkau ajarkan kepada salah seorang dari hambaMu ya Allaah, atau nama-namaMu yang Engkau turunkan ke dalam kitab-kitabMu, atau nama-namaMu yang hanya Engkau yang tahu, yang ada dalam perbendaharaan ilmuMu.
Jadi kalau ada pertanyaan "nama Allaah ada berapa?" maka jawabannya adalah tidak terhitung. Tapi dari yang tidak terhitung itu, ada 99, yang harus kita piilih, dari Quran dan hadits.
Kalau kita kumpulkan nama Allaah dari Quran dan hadits, insyaa Allaah akan kita temukan sekitar 200 nama. Semuanya termasuk asmaul husna. Tapi dari 200 itu, kita harus seleksi, mana yang masuk ke dalam sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Bisakah kita? Susah kan? Di sini lah challenge-nya. Inilah hikmahnya kenapa Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak memberi tahu rincian ke-99-nya. Da kalau dirindi enak banget, tinggal ngapalin weh, terus bisa masuk surga.
*cth: Al Hayy, Ash-Shabur, Ar-Rahmaan, Rabbul ‘Aalamiin (ulama sepakat nama ini masuk ke dalam yang 99, tapi anehnya tidak ada dalam riwayat yang tidak shahih tadi), Asy-Syakur, Al-Ghafar, Al-Ghafur, Al-Qadir, Al-Muqtadir, Ar-Razaq, Al-Azis, Al-Hadi, An-Nur, A-Lathif, Ar-Rafiq, Al-Qawiy, Al-Bashir, As-Sami’, dll.
Fatwa syaikh Ibnul Qayyim Al-Jauziyah
Apa arti dari “ahshaa”? Ada 3 tingkatan:
Eh maaf, sebelum itu, ada yang perlu disampaikan terlebih dahulu. Ada ustadz-ustadz yang bilang bahwa sifat wajib Allaah itu ada 20 ceunah, padahal ulama sepakat bahwasanya setiap 1 nama Allaah, PASTI mengandung minimal 1 sifat Allaah (Kaidah Asmaul Husna).
Berarti kalau nama Allaah itu 99 misalnya kita anggap segitu, sifatnya minimal berjumlah 99 dong.
Ahshaa (kata Ibnul Qayyim):
- Menghafal
*syaikh Sulaiman Al-Asyqar membahas sekitar 120 menurut pendapatnya. Beliau nggak bisa memastikan mana yang 99 termasuk di dalamnya.
- Paham
- Berdo’a kepada Allaah dengan asmaul husna
Dalilnya: Q.s. Al-A’raaf [7]: 180
Doa itu ada 2 tipe:
- meminta
*cth: saya ingin lulus UN.
- memuji
*cth: fil ‘aalamiina innaka hamiidum majiid. Hamiid= Maha Terpuji; Majiid= Mahamulia.
Nah bagusnya, kalau lagi berdo'a itu, pakai dua-duanya. Memuji, sekalian meminta juga.
*cth: Engkaulah Ar-Razaq, karuniakan lah rizqi yang berkah dan halal.Kenapa kita perlu membahas Asmaul Husna?
Prof. Abdurrazaq Muhsin Al-Abdad memberikan 7 poin, namun di sini hanya akan disampaikan 4 yang bisa mewakili semuanya.
- Ilmu Islam yang paling mulia
- Kita akan makin kenal Allaah, kita akan makin cinta kepada Allaah
Kalau gatau rahmat dan ampunan Allaah yang besar, ketika dosa kita akan putus asa. Padahal dalam suatu hadits diceritakan bahwa kasih sayang Allaah kepada hambaNya, itu melebihi kasih sayang seorang wanita Yahudi dari Bani Qainuqa terhadap anaknya yang ketemu setelah menghilang.
*Al-'Azis, Mahaperkasa. Siksaan Allaah luar biasa dahsyatnya, misalnya nanti orang-orang yang sombong akan jadi sebesar semut, tapi bermuka manusia, ada juga yang masuk ke bulas sebuah penjara di neraka, diberikan minuman nanah. Sehingga kita akan jadi takut.
*Kisah Nabi Yusuf
Saudaranya ada yang bilang, "Mari kita bunuh Yusuf aja, setelah itu kita bertaubat." Allaah tahu rencana mereka. Sama Allaah ditutup hatinya jadi nggak bisa taubat. Taubat mereka ditunda selama 80 tahun. Sampai akhirnya bertemu lagi dengan Nabi Yusuf.
- Allaah seneng kalau nama-namaNya itu tampak pada hambaNya.
*Al-Qawiy= Mahakuat.
Dalam sebuah hadits shahih, Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, “Seorang mukmin yang kuat lebih dicintai Allaah daripada mukmin yang lemah. Dan pada keduanya, ada kebaikan.”
*Al-Bashir= Maha Melihat
Allaah senang hamba-hambanNya melihat hal-hal yang dicintai Allaah saja. Ketika mau melihat yang haram, dia ingat Allaah Maha Melihat, jadinya takut.
*As-Sami’= Maha Mendengar
Allaah senang hamba-hambaNya mendengar hal-hal yang dicintai Allaah, kita takut mendengar musik, takut mendengar yang haram yang dapat membuat kita disika.
- "Siapa Allaah?" adalah pertanyaan pertama di alam kubur
Malaikat Munkar Nakir berwarna hitam kebiru-biruan akan bertanya pertama kali, “Man Rabbuk?” Kalau kita tidak mengenal Allaah salah satunya lewat nama-namaNya, bagaimana kita bisa menjawab pertanyaan itu dengan tenang?
Q&A:
- H.r. Muslim:
Ketika ada orang yang mau ngeghibahin temen kita,
“Barangsiapa yang menjaga kehormatan saudaranya (Muslim), maka akan Allaah lindungi wajahnya dari api neraka.”
- Al-Qaadir, Al-Qadiir, dan Al-Muqtadir itu adalah 3 nama yang berbeda. Pembahasannya panjang.
- Ada yang maksiat sembunyi-sembunyi, udah dinasihati, tapi masih ngelakuin. Apa boleh dighibahin?
lihat dulu, apakah maksiatnya memudaratkan orang lain atau tidak.
*’Jangan’ itu termasuk bagian dari ayat Allaah
-syubhat Yahudi: Jangan bilang ‘jangan’. syubhat ini ada agar kita yang membaca Quran jadi bingung dan bilang, “Lho, ayat Quran kok ga sejalan dengan ilmu psikologi”
-padahal di Quran ada lebih dari 100 kata ‘jangan’. Jadi jangan ragu untuk ngomong jangan.
Ketika ada orang lain maksiat, kita bilang, “Hei, puasa itu lebih baik…” nanti dia akan berpikir dalam kepalanya, “wah puasa itu lebih baik, berarti maksiat ini juga baik, cuman puasa lebih baik.” Jadi kita harus bilang “‘jangan’ melakukan maksiat itu” agar dia tahu perbuatan itu salah.
- Salah satu cara ngilangin dosa ghibah, ialah dengan membicarakan kebaikan-kebaikan orang yang kita ghibahi. Cara utamanya ialah meminta maaf secara umum kepada korban ghibah kita.
- …
- Boleh baca buku tanpa tafsirnya? Boleh. Quran dan hadits itu muhkamaat. Mudah dimengerti. Baru lah ketika kalau ada yang memang sulit untuk dimengerti oleh kita, kita cari tafsirnya.
- Takdir itu udah ditulis. Ga bisa diubah. Sepakat ulama.
Ø Tauhid 16B
Reviewed by max
on
09.32.00
Rating:
Reviewed by max
on
09.32.00
Rating:

Komen ya, bagus bil banyak banget ilmunya tapi coba kalo selesai nulis di review lagi trus dirapihin lagi tulisannya. Kalo rapih insyaallah yg baca juga jadi makin mudah buat ngerti. Seneng bisa baca tulisan sabil. Keep it up!
BalasHapus