Ø Tauhid 16A

Tauhid Ep. 16A

 


Tafsir Q.s. Saba [34]: 23


(23). وَلَا تَنْفَعُ الشَّفَاعَةُ عِنْدَهُ إِلَّا لِمَنْ أَذِنَ لَهُ ۚحَتَّىٰ إِذَا فُزِّعَ عَنْ قُلُوبِهِمْ قَالُوا مَاذَا قَالَ رَبُّكُمْ ۖقَالُوا الْحَقَّ ۖوَهُوَ الْعَلِيُّ الْكَبِيرُ


"Dan tiadalah berguna syafa'at di sisi Allah melainkan bagi orang yang telah diizinkan-Nya memperoleh syafa'at itu, sehingga apabila telah dihilangkan ketakutan dari hati mereka, mereka berkata "Apakah yang telah difirmankan oleh Tuhan-mu?" Mereka menjawab: (Perkataan) yang benar", dan Dialah Yang Maha Tinggi lagi Maha Besar."

Siapa mereka? Nanti akan dibahas.

Pembahasan minggu lalu, episode ke 15, tahu nggak hikmah Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam badannya itu pas di perang Uhud giginya potong, mur helm masuk ke kepala beliau. Apa coba hikmahnya, tahu nggak? Supaya orang-orang tuh tahu bahwasanya Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam adalah manusia. Bukan Tuhan, yang invincible. Soalnya kalau Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam dipukul ga pernah kepengaruh apa-apa, dipanah ga luka, niscaya orang-orang yang nggak ngerti tauhid akan mengira bahwa Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam ini Tuhan, nggak bisa diapa-apain. Tapi Allaah sengaja memperlihatkan ke kita, Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam dalam sejarah beliau itu kena luka, supaya kita tahu beliau itu manusia spesial, manusia terbaik seluruh dunia, tapi ingat, beliau juga manusia. Bukan Tuhan. Yang nggak bisa disakiti sama sekali. Beliau manusia.

Nah, sekarang bab ke-16, apa maksud dari firman Allaah ini? "Sehingga apabila telah dihilangkan ketakutan dari hati mereka, mereka berkata, "Apakah yang telah difirmankan oleh Tuhan-mu?" Mereka menjawab: (Perkataan) yang benar", dan Dialah Yang Maha Tinggi lagi Maha Besar.

Tahu nggak hadits yang berkaitan dengan ayat ini?

Mereka di sini siapa hayo? Ayo nebak...

Orang yang udah mati? Orang yang udah melahirkan? Orang yang nggak baik? Maasyaa Allaah... jauh, jauh... 

Apa maksud ayat ini? 

Ayat ini dijelaskan oleh hadits dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam yang shahih:

Di dalam kitab shahih, dari Abu Hurairah, dar Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, beliau bersabda, "Jika Allaah menetapkan suatu perkara di langit, maka para malaikat akan menghempaskan sayap-sayapnya karena tunduk kepada firmanNya, seolah-olah ia adalah rantai yang diseret diatas batu licin yang keras. Hal itu memekakan mereka. sampai ketika rasa takut dihilangkan dari hati mereka (hati malaikat), mereka berkata, 'Apa yang difirmankan oleh Rabb kalian?' Mereka menjawab, 'Perkataan yang benar. Dan Dia Mahatinggi lagi Mahabesar."

Belum ngerti kan? Kalem tenang aja insyaa Allaah nanti dijelasin lagi. Yang penting sekarang baca dulu aja, ya.

Jadi tadi, malaikat yang ada di langit itu, pas Allaah memerintahkan suatu perkara di atas langit, malaikat itu akan mendengar firman Allaah. Dan ketika mereka mendengar firman Allaah, para malalikat itu pada pingsan semuanya. Kenapa? Karena firman Allah ini agung.

Kata Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, ini bukan berarti suara Allaah itu mirip rantai  ya, bukan. Cuman ini seakan-akan firman yang Allaah beritahukan ke Jibril itu bagaikan suara rantai yang digesek di atas batu licin. 

Pernah dengar rantai, ada batu, "Pentang! Pentang!" seperti itu lah, memekakan sekali. Para malaikat nggak tahan ngedenger firman Allaah sampai mereka tuh pingsan. Ketika mereka udah pingsan, Jibril bangun. Yang pertama bangun itu Jibril. Kemudian malaikat juga ikut bangun semuanya. Kemudian Jibril ditanya sama malikat, "Apa yang difirmankan oleh Tuhanmu?" Jibril menjawab, "Kebanaran." Kemudian malaikat juga mengatakan, "Yang Allaah katakan adalah benar, yang Allaah katakan adalah benar."

Nah, pasti lagi ada terjadi dialog antara Jibril dengan malaikat yang ada di langit, para pencuri berita, siapa mereka? Setan, mereka terbang ke atas langit, ngedenger obrolan Jibril dengan bersama malaikat yang lain. Didenger, apa yang Allaah takdirkan di tempat ini, apa yang akan terjadi di tempat ini. 

Jadi kan Allaah ngasih tahu ke Jibril, contoh misalnya: Allaah tuh menakdirkan di Bandung, jam sekian, hari sekian, turun hujan di sana. Allaah ngasih tahu ke Jibril, dan Jibril ngobrol sama para malaikat yang lain. Nah setan, pergi ke langit dan ngedenger obrolan dari Jibril dan para malaikat tersebut. Kemudian setelah setan berhasil mendengar obrolan para malaikat, setan itu akan turun, kemudian pas lagi turun tuh diestafetkan. Yah, jadi setan yang ada di atas ngasih tahu ke yang ada di bawahnya, yang dibawahnya ngasih tahu ke yang ada di bawahnya lagi, teruuus sampai ke bumi. Kemudian berita yang dari malaikat itu disampaikan ke temannya setan yang ada di bumi, yaitu siapa? Tukang sihir. 

Intinya gini simpelnya ya. Para setan itu pergi ke langit. mendengar berita-berita dari langit, obrolan Jibril dengan malaikat. Akhirnya setan itu turun ke bumi. Pas lagi di tengah jalan ada yang disambar sama bola api, meteor bahasa kitanya mah ya. Jadi meteor itu kalau kalian melihat ada tanda bintang jatuh, itu kalian jangan sampai, "Ooh bintang jatuh. Do'a, do'a, niscaya dikabulkan," gitu. Wih ini keyakinan orang-orang kafir. Ga boleh. Kalau ada bintang jatuh, kita bilang, "Alhamdulillaah," setan mati saat itu. Baru dibakar, gitu. Itu kalau terjadi bintang jatuh itu sebenarnya meteor yang lagi nyamber setan. Alhamdulillaah berarti setannya gagal menyampaikan info langit ke dukun yang ada di bumi. 

Tapi kadang-kadang mereka itu bisa lolos dari panah api, dari meteor tersebut. Sehingga mereka bersahil turun sampai bumi. Si setan kan ngedenger satu berita dari langit. Nah satu berita itu sama setan ditambahin 100 berita. Berarti sekarang yang udah ada di otak setan ada berapa berita? 101. 101 berita itu disampaikan ke dukun. Akhirnya dukun didatangi oleh orang banyak. Ribuan. Orang satu nanya, "Besok terjadi apa?" Dukun ngejawabnya ini. Orang kedua dateng, bilang ini, orang ketiga bilang ini, teruuus sampai 101 orang. Dari 101 berita yang disampaikan dukun itu yang bener cuman berapa? Cuman satu! Tapi, kata Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam

"Dia dibenarkan gara-gara satu ucapan itu."

Lucu ya. Kalau orang datang ke dukun nanya tentang sesuatu 101 kali, 100 kalinya pasti salah. Yang benar cuman satu kali. Tapi orang-orang yang lemah imannya percaya sama yang satu kali itu. Emang bener yang satu ini kan dari langit, tapi walau pun beritanya itu dari langit, karena ini lewat dukun tetep kita dilarang mendatangi dukun. Walau pun dukun itu bisa bener satu banding seratus satunya bisa bener, tetep kita diharamkan mendatangi dukun dan bertanya, diharamkan. Karena itu termasuk cabang dari sihir. 

Nah, ini lah yang terjadi dengan pawang hujan. Kenapa pawang hujan mau disewa? Tahu gak kenapa? Dibayar. Yang terjadi sama pawang hujan tuh gini. Contoh: hari Minggu tanggal 23 November 2014 ada pasar seni, dan itu diundang 15 pawang hujan. Nah... Alhamdulillaah kalau nggak salah hujan ya? Tetep hujan, alhamdulillah. Kenapa bisa hujan? Ya emang dukunnya ga tahueun.

Jadi sebenernya gini. Di antara pawang hujan, ada di antara pawang hujan yang mereka itu memang bener dapet berita dari setan yang kerja sama dengan dia. Setannya udah pergi ke langit, kemudian setan mencuri berita langit, "Ooh di tempat itu, pada hari itu, akan terjadi hujan." Maka ketika setannya ngasih tahu ke si dukun ini, lalu dukunnya disewa di tempat tesebut, si dukun ga mau. "Oh mohon maaf saya ga bisa." Kenapa? Karena di tempat itu udah tahu bakalan ada hujan, dikasih tahu sama setannya. 

Akhirnya dia milih, di tempat-tempat yang memang yang dia tahu dari setan bakalan ga turun hujan. Atau dia milih tempat yang memang ga ada beritanya sama sekali. Hoki lah. Meureun we ga hujan. Kan yang penting uangnya, ya gak? Nah kadang-kadang mereka memilih tempat yang mereka belum tahu infonya sama sekali. "Di tempat itu bakalan hujan atau nggak ya? Ah saya belum dapet info nih dari temen saya nih dari si jin ini nih, belum ngasih tahu ke saya. Tapi da udah keburu diundang nih. Lebar euy, dibayar nih (15 juta misalnya teh). Udahlah coba-coba aja." Akhirnya dia mendatangi tempat tersebut. Eh bener ga kejadian hujan. Kan orang-orang jadi makin percaya. "Ooh, ini bener nih, bisa ngebuat hujan berhenti."

Tapi kenapa kejadian di ITB kayak gitu? Kenapa? Pasti pawang hujan yang diundang ke ITB itu dia belum dapet info dari setan. Sehingga dia mah cuman kehokian. Untung-untungan lah, siapa tahu memang ga hujan besok di ITB teh. Alhamdulillaah dateng ke sana, hujan.

Orang dateng ke pawang hujan itu ga logis. Tapi anak ITB dateng ke pawang hujan lebih ga logis lagi. Kalian ngaku-ngaku anak ITB dateng ke pawang hujan...

Ngerti nggak nih? Pokoknya intinya, pawang hujan itu tahu berita-berita dari setan. Setan tahunya dari langit. Ketika setan dapet satu berita yang benar dari langit, setan menambahkan berapa berita? Seratus berita. Sehingga yang disampaikan ke pawang hujan atau ke dukun atau ke penyihir tuh ada berapa berita? 101. Ketika orang-orang mendatangi dukun, dukun itu akan menyampaikan 101 berita tersebut, yang bener cuman satu. Tapi karena setan membisikkan ke hati-hati manusia, sehingga mereka itu membesar-besarkan yang satu ini. "Wah ini bener nih." Tapi apakah karena si dukun ini bisa benar satu per seratus satu, kita jadi boleh dateng ke dukun? Tetep ga boleh. Walau pun memang betul si dukun ini bisa bener satu banding seratus satunya bisa bener, karena dia dapet bantuan dari setan, dari langit, langsung dari malaikat, dari Allaah, tapi tetep ini ga boleh. Ga boleh dilakukan. 

Karena Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam telah melarang, 

"Barangsiapa yang datang ke dukun, kemudian bertanya, 40 hari shalatnya tidak diterima." -H.r. Bukhari

Dalam hadits shahih riwayat Ahmad,

"Barangsiapa yang datang, bertanya, dan percaya, maka dia telah kaafir terhadap apa yang diturunkan kepada Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam."


Ini ada hadits tambahan. Hadits ini diriwayatkan oleh Ibnu Khuzaimah dalam kitab At-Tauhid jilid I halaman 348 no. 206, dan juga Ibnu Katsir dalam tafsirnya jilid ke-3 halaman 516, dan juga Abu Nu'aim dalam Al-Hilyah jilid ke-5 halaman 151. Akan tetapi, hadits ini ada kelemahan dari dua perawi. Siapakah dua perawi yang lemah dalam hadits ini? Yang pertama adalah Nu'aim bin Hammad. Dan yang kedua Al-Walid ibn Muslim. Insyaa Allaah nanti yang Al-Walid ibn Muslim akan dijelaskan minggu depan lebih detailnya. Siapa Al-Walid ibn Muslim ini? Al-Walid ibn Muslim ini singkat aja, Al-Walid ibn Muslim ini adalah mudallis. Tahu nggak mudallis apa? Tahu? Ya udah nggak usah tahu nanti minggu depan aja ya kita lanjutinnya. Pokoknya yang jelas hadits ini asalnya dha'if, akan tetapi dengan beberapa jalur periwayatan sehingga saling menguatkan satu sama lain, sehingga haditsnya menjadi hasan. Bunyi hadits-nya yang ini lebih jelas. 

Dari An-Nawas radhiyallahu 'anhu, dia berkata Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Jika Allaah hendak mewahyukan suatu perkara, dia berfirman dengan wahyu, maka langit bergetar. Langit bergetar karena mendengar wahyu Allaah tersebut. Langit bergetar dengan keras karena takut kepada Allaah. Jika penghuni langit mendengar itu maka mereka pingsan dan menyungkurkan diri bersujud. Malaikat pertama yang mengangkat kepalanya, bangun dari pingsan adalah Jibril 'alaihissalam. Maka Allaah menyampaikan wahyu yang dia kehendaki terhadap Jibril, kemudian Jibril berjalan melewati para malaikat. Setiap kali Jibril melewati langit, malaikat yang ada di langit tersebut bertanya ke Jibril, 'Apa yang difirmankan oleh Rabb kita, wahai Jibril?' Jibril menjawab, 'Yang difirmankan adalah perkataan yang benar. Dia lah Allaah Yang Mahatinggi lagi Mahabesar.' Maka seluruh malaikat akan mengucapkan sesuai dengan yang diucapkan oleh Jibril, lalu Jibril menyampaikan wahyu itu sesuai dengan apa yang diperintahkan oleh Allaah kepadanya."

Ya maksudnya gitu, contoh: Allaah ngasih tahu ke Jibril, "Wahai Jibril (misal ya ini mah contoh, bukan hadits, contoh aja), di tempat itu akan terjadi gempa bumi. Jibril akan ngomong ke malaikat. Akhirnya jadi perbincangan di kalangan para malaikat. Allaah ngasih tahu di tempat itu bakalan ada tsunami. Jibril bakalan ngomong, kemudian malaikat akan ikut ngomong juga. Siapa yang bakal ngedengerin, pencuri berita? Yaitu setan.

Ya, seperti itu. Ini pembahasan dua hadits ini ya sama ayat tadi. Mudah-mudahan jelas. Makanya kalian hati-hati, jangan pergi ke pawang hujan, Kecuali kalau kalian dateng ke pawang hujan, misalnya kita dateng ke pawang hujan.

Kita: "Eh Wang! Kadieu, Wang. Ente pawang hujan, ya? 

Pawang hujan: "Heeuh

Kita: "Taubat deh ke Allaah. Kamu teh udah nyesatin orang banyak. Banyak orang yang murtad gara-gara kamu. Apa kamu nggak takut nanti di akhirat masuk neraka?"

Pawang hujan: "Tapi saya kan butuh uang."

Kita: "Ya cari pekerjaan yang lebih bagus, kek. Yah, jadi pengajar agama (wes pawang jadi ngajar agama, sekarang kan ada mentalis yang jadi ustadz gitu ya, nyampeinnya aneh-aneh, aduh dakwahnya maasyaa Allaah)..."

Mudah-mudahan jelas pembahasan ini. Alhamdulillaahirabbil 'aalamiin.

Q&A:

1. Malaikat Jibril ada satu atau banyak?
Malaikat Jibril itu cuma satu. Jelas, nggak ada dua. Dalilnya: Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam kedatangan Jibril berupa satu orang, laki-laki, pakai pakaian putih banget, rambut hitam banget. Dan ketika ada di kisah Nabi Luth. Kan dateng tiga tamu super ganteng. Siapa aja? Jibril, Mikail, Israfil (lagi ga megang terompet pada zaman itu), Allaah utus ketiga malaikat ini ke kaum Luth. Kalau Jibril banyak, ya udah mendingan tamunya tiga Jibril aja. Tapi nggak, Allaah ngutusnya satu malaikat berubah menjadi satu orang. Tapi ya itu, malaikat Jibril itu berubah-ubah sesuai dengan yang Allaah kehendaki. Kadang jadi orang, kadang jadi pahlawan botak ganteng, punya kuda namanya haizum (shahih kisah ini saat perang Badar).

2. Raqib 'Atid
Ada perbedaan di antara kalangan ulama. Ada sebagian ulama yang bilang raqiib. atid itu bukan nama malaiikat, tapi nama tugas yang dilakukan dua malaikat ini. Raqiib aritnya dekat, 'atid menyertai. sehingga tiap orang punya dua malaikat yang dekat lagi menyertai. Tapi sebagian ulama ada yang bilang: Raqib 'Atid itu dua, bertugas nyatet semua amal manusia. Wallaahu a'lam.

3. Harut dan Marut (paaaaaaaaaling  shahih, insyaa Allaah)
Siapa Harut dan Marut? Harut dan Marut adalah dua malaikat yang Allaah perintahkan mereka berdua untuk mengajarkan sihir. Ada yang nanya, "Bukankah malaikat itu makhluk yang tidak bisa berbuat dosa. Kenapa malaikat ngajarin sihir, kan sihir dosa?"

Nah, ngebunuh orang Islam, itu dosa besar ga? Dosa besar. Saat perang Uhud, banyak nggak orang Islam yang mati? Banyak. Siapa yang ngebacut nyawa orang-orang Islam? Malaikat maut. Lewat siapa? Orang kafir. Tapi apakah malaikat maut mendapatkan dosa karena ngebunuh orang Islam? Ga dapet. Mereka hanya melakukan perintah Allaah. Ngerti nggak? Masa' Abu Jahal pas menggal kepala sahabat langsung malaikat mautnya bilang, "Eh jangan dulu keluar nyawanya diem dulu diem di sini, aku nggak mau ngebunuhmu." Ya nggak. Malaikat mah hanya melakukan apa yang Allaah perintahkan. 

Ketika Allaah memerintahkan Harut dan Marut untuk mengajarkan sihir, jangan sekali-sekali mengira Allaah tuh buruk. "Wah, Allaah ngelarang sihir, kenapa Allaah yang ngajarin sihir lewat Harut dan Marut?" Jangaan. Allaah itu ketika menciptakan suatu keburukan pasti ada hikmahnya. Iblis baik buruk? Buruk, Yang nyiptain Iblis siapa? Allaah. Apakah kita bilang Allaah tuh buruk? Nggak. Nggak boleh. Karena ketika Allaah menciptakan sebuah keburukan, dari sisi pandang Allaah selalu itu keadilan dan penuh hikmah. Dari sudut pandang kitanya, itu keburukan. Tapi kalau dari sudut pandang Allaah itu selalu baik.

Sama ketika sihir. Dari sudut pandang kita, jelas sihir itu kekufuran ya. Dosa besar. Buruk, Tapi ketika kita melihat dari sudut pandang Allaah, Allaah mengajarkan sihir ke Harut dan Marut, kemudian Harut dan Marut ngajarin ke Bani Israil. Itu Allaah menyuruh Harut dan Marut mengajarkan sihir tuh bukan karena Allaah buruk, tapi karena ada hikmah di balik itu. Makanya Harut dan Marut kan bilang, "Sungguh, kami ini hanya ujian untuk kalian. Maka janganlah kalian mempelajari sihir." Tuh semakin jelas bahwasanya Harut dan Marut ini malaikat yang Allaah ajarkan sihir, kemudian disuruh ngajarin ke Bani Israil, tapi itu pun sebagai ujian. Dan sebelum ngajarin pun harus ngasih tahu dulu 'ini sihir tuh kafir, jangan belajar dari kami sihir'. Ngan Bani Israil tea, da seneng punya kekuatan super. Akhinya mereka mempelajari sihir juga. 

4. Allaah sudah menakdirkan semuanya, bahkan surga dan nerakanya seseorang. Dan nggak akan dirubah. Kalau ada orang yang nanya, "Kenapa Allaah udah takdirin seseorang masuk surga dan neraka, seakan-akan Allaah mempermainkan kita?" Katakan, "Kenapa kamu nanya? Kamu nanya gitu, bisa jadi kafir." Allaah yang bilang dalam Quran,

"Allaah tidak menciptakan langit dan bumi dan apa yang di antara keduanya untuk main-main."

Sekarang dia bilang Allaah tuh menciptakan kita semua udah ditakdirin surga dan neraka kayak kita tuh mainannya Allaah. Kita bilang, "Kamu ngucapin itu kamu bisa jadi kafir. Hati-hati dengan ucapan itu." Kalau dia nggak nerima juga, biarin. Emang banyak orang-orang yang seperti ini, kita dakwahi aja, tapi kalau memang ngeyel, diemin. Dari zaman dulu tuh udah banyak orang-orang yang sering bertanya tentang ini. Bari jeung merekanya nggak mau lagi mendalami Quran. 

Demi Allaah setelah A' Rizal tahu tentang materi takdir, materi bahwasanya segala sesuatu udah diciptain Allaah dan ditakdirkan neraka atau surganya manusia dan jin, A' Rizal jadi makin ngerasa, indah sekali agama ini. Setelah A' Rizal tahu tentang materi takdir yang benar. Jadi malah ngearasa lebih deket sama Allaah. Karena emang kalau mempelajari takdir yang bener sesuai pemahaman sahabat, niscaya nggak akan ngebuat kita makin jauh dari Allaah. Niscaya kita bakalan malah makin deket sama Allaah. Ada pun orang yang masih mempertanyakan kebijakan Allaah, ya ketahuilah dia udah dibisikin sama setan. Kita kasih mereka petunjuk, tapii hidayah yang mutlak hanya dari Allaah. Kalau dia tetep ngeyel ya udah, kasih deh pembahasan tentang takdir, episode 60A dan 60B udah ada di paradisemeeting.blogspot.co.id.

A' Rizal ngasih tahu, Allaah beda sama The Sims. Dalam The sims kita bisa mempermainkan orang yang ada di dalamnya, ngatur, mau apa kita bisa atur. Tapi Allaah beda. Jangan kalian samakan Allaah dengan kita main The Sims. Karena itu berarti udah syirik. Syirik dalam Asma wa SifatNya. Kita menyamakan Allaah Al-Muhaimin, Yang Maha Pemelihara, Pengatur, dengan kita yang out player, pemain. Maasyaa Allaah, na'uudzubillaahi min dzaalik. Gitu aja, jawab aja, "Ngapain kamu nanya kayak gitu? Allaah mah ga ditanya atas perbuatannya, kita yang bakalan ditanya." Kalau dia makin ngeyel, bilang, "Kamu ngucapin itu bisa jadi kufur, akhi." Kalau dia tetep bilang, "Ah kamu mah ekstrem" yaudah diemin. Diemin aja. 

Jangan menghabiskan waktu untuk debat sama orang yang nggak mau nyari kebenaran. Jangan pusing-pusing debat sama Hizbut Tahrir, dalam masalah takdir. Percuma. Jangan panjang-panjang debat sama ustadz Felix Siauw dalam membahas takdir. Percuma. Percuma. Kalau dia nggak dapet hidayah ya udah, kita do'akan semoga Allaah ngasih dia hidayah. Ustadz Felix Siauw kan ini, dalam mebahas takdirnya aneh, punya teori sendiri. Katanya takdir itu kan ada empat ya. Lauh Mahfuzh, ilmu Allaah, ciptaan Allaah, dan kehendak Allah. Dalam membahas takdir itu, ilmu, ciptaan, dan kehendak Allaah tuh jangan disamakan dengan Lauh Mahfuzh, jangan dihubungkan dengan Lauh Mahfuzh. Ini ucapan apa? Ini ucapan apa sih? Siapa yang ngucapin ini? Ada nggak satu pun sahabat, tabi'in, atau tabi'ut tabi'in yang pernah ngucapin ini? Nggak ada. Ini teori sendiri.Ya, jadi ga usah capek-capek debat masalah itu, udah kita dakwahi yang bener, kalau nggak terima yo wes, terserah. 

Ini Aa' agak keras dalam masalah takdir, kenapa? MUI juga alhamdulillaah kemarin di ITB dateng, ustadz Irfan Helmi nih ya A' Rizal udah upload ceramahnya di paradisemeeting.blogspot.co.id. Beliau ini salah satu pembesar MUI Indonesia, dan beliau ini penasehat khazanah Trans 7. Dan beliau ketika lagi ceramah sebenernya beliau tuh mau nyampaiin nih ormas ini tuh sesat, tapi beliau tea atuh penyampaiannya lemah lembut, enakeun lah ceramahnya gitu. Beliau penyampaiannya gini, apa coba? "Hati-hati, salah satu ciri-ciri aliran sesat adalah mereka tidak percaya tentang adzab kubur." Siapa yang nggak percaya sama adzab kubur sih? HTI kan... HTI,cuman beliau nggak nyampein terang-terangan. Kenapa? Ya bisi menimbulkan fitnah. Tapi kalau A' Rizal mah gapapa. Kenapa? Ya karena emang perlu. Aa' khawatir di antara kalian ada yang masuk HTI karena nggak ngerti aqidahnya gimana. Cuma memperjuangkan syariat dan khilafah. Memang itu bagus. Syariat dan khilafah itu kita perjuangkan insyaa Allaah. Tapi jangan lupa rukun iman harus dipelajari dengan bener. Cara dalam memperjuangkan khilafah pun harus bener.

5. LDII...

6. Kita yakin Allaah telah menakdirkan surga dan neraka atas seluruh manusia yang ada di atas muka bumi. Ketika ada perasaan takut termasuk golongan yang masuk neraka, justru itu perasaan yang baik. Kenapa? Saat kita ngerasa takut jadi penduduk ahli neraka. Yang jadi pertanyaan, kita tahu nggak? Nggak, kan? Kita mah baru takutnya, kan? Nah justru rasa takut itu mendorong kita untuk lebih banyak beramal shalih lagi, taubat ke Allaah dari dosa-dosa besar kita. Sampai mati kita dalam kondisi taubat, insyaa Allaah surga nanti tempatnya. Dan pas udah di surga baru kita bisa bilang, "Oh ternyata takdirku di surga, Alhamdulillaah." Ada pun sekarang kan kita baru bisanya bilang, "Aduh, aku takut jadi penduduk neraka." Kita nggak mungkin bilang, "Waduh saya udah dicap neraka nih." Ga mungkin. Karena kita belum tahu. Karena kita belum pernah disampaikan bahwasanya fulan masuk neraka. Siapa satu-satunya manusia, yang Allaah cantumkan dalam Quran yang dia udah divonis masuk neraka, sebelum dia mati? Abu Lahab. Padahal kalau Abu Lahab pinter, dia tinggal masuk Islam. Kalau dia masuk Islam, berarti surat Al-Lahab itu bakalan nggak shahih.

Kita boleh takut, dan takut kita itu yang mendorong kita untuk beramal shalih. Alhamdulillaah.

7. Kenapa manusia bisa kena santet? 
Karena itu salah satu cabang dari sihir. Dan bisa orang kena santet, itu kan dikasih tahu dalam Quran.

Mereka mempelajari sesuatu yang bisa memisahkan antara suami dengan istri.

Kenapa bisa terjadi? Karena Allaah mengizinkan itu terjadi. Tapi sebabnya, siapa? Orang, kerja sama dengan setan.

Mengatasinya gimana? Pertama makan 7 kurma ajwa tiap pagi. Ingat 7, bukan 77. Ini ada dalam shahih Bukhari, kalau kita ingin melindungi diri dari sihir. Dan juga ruqyah, kemudian mempelajari tauhid dengan baik. Tapi memang, belajar Islam, ruqyah, tidak menjamin kita bebas dari santet. Kenapa? Karena orang terbaik seluruh dunia, Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam, beliau aja kena sihir. beliau aja pernah kena sihir sama orang Yahudi tuh. Maka kita berusaha sebisa mungkin tapi jangan sampai sombong. 

8. Ruqyah itu dakwah juga. Karena Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,

Barangsiapa yang bisa memberi kemanfaatan kepada saudaranya, maka hendaklah dia melakukannya.

Hadits ini shahih. Maksudnya dijelaskan para ulama, memberi manfaat ini konteksnya adalah konteks ruqyah. Paham? Itu termasuk ke dalam dakwah juga. Tapi, memang yang tidak boleh itu, kita minta diruqyah. Bukan nggak boleh sih ya, tapi makruh hukumnya. Halal sih halal tapi makruh. Tapi kalau kita inisiatif meruqyah diri kita, kita inisiatig meruqyah orang lain, maka itu termasuk yang sunnah. Dapet pahala. Kalau misal peruqyah minta bayaran, halal. Berapa batasan bayarannya? Terserah. Kalau Abu Said Al-Khudri minta bayarannya 40 kambing. 50 juta berarti ya. Alhamdulillaah. Abu Said itu ketika meruqyah seorang kepala desa yang tergigit kalajengking, itu kan minta 40 kambing. Kemudian pas pulang ke Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, beliau bersabda,

Dari mana engkau tahu Al-Fatihah bisa dijadikan ruqyah? Beri aku sebagian.

Kata Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam teh beri aku sebagian kambingnya. Jadi beliau menyetujui perbuatan ini dalam kisah shahih Bukhari. Boleh minta uang dalam hal ruqyah. Ini pendapat yang lebih tepat, walau pun sebagian ulama bilang ga boleh, karena kan ruqyah ngebacain Quran, kenapa kalau kita ngebacain Quran minta bayaran. Ada sebagian yang berdalil dengan itu. Tapi insyaa Allaah pendapat yang lebih kuat adalah boleh bayaran dalam ruqyah. Kalau dijadikan sebagai pekerjaan, wallaahu a'lam. Abu Said mah bukan sebagai ruqiyer, beliau mah cuma pas lagi dateng, ada yang kena penyakit, beliau ruqyah, minta bayaran. Lebih baik mah nyari pekerjaan yang jelas halalnya.

9. Waktu ishoma di sekolah suka telat, gimana? Izin ke belakang aja.

10. Meminta bantuan ke jin itu boleh selama ia mampu, DAN. Dan-nya harus diperhatikan, si jin tidak meminta imbalan yang termasuk penyembahan. Nabi Sulaiman itu bukan sihir. Itu termasuk ta'awun, saling membantu yang diperbolehkan.

11.. Berpergian ke negara kafir, ingin kuliah di negara kafir. Pertama-pertama Aa' harus ngasih tahu hukumnya. Tinggal di negara kafir itu hukumnya haram, ijma' ulama haram tinggal di negara kafir untuk urusan yang bukan darurat. Berdasarkan hadits shahih riwayat Abu Dawud,

Aku berlepas diri dari orang Muslim yang tinggal di tengah-tengah orang kafir.

Dan ini termasuk dosa besar. Tinggal di negara kafir bukan untuk alasan darurat. Aa' ngerasain 3 tahun tinggal di Australia. Subhanallaah. Buktinya kakak Aa' murtad. Kenapa A' Rizal dapat hidayah di Australia? Ini kebetulan. Takdir Allaah yang memang sangat jarang orang-orang dapet hidayah di negara kafir itu. Namun Allaah menghendaki A' Rizal dapet hidayah di Australia itu memang karunia yang besar dari Allaah. Tapi itu nggak bisa jadi contoh.

Sekolah pun, apa yang boleh di negara kafir? Yaitu ilmu yang menjadi mashlahat bagi kaum Muslim yang tidak ada di negara Islam. Matematika? Ada di negara muslim. Matematika di Arab Saudi jauh lebih susah dari pada di Australia. Fitnah (ujian)nya besar. Kalau asli udah tinggal di sana, berat ujiannya. Demi Allaah beraat. Masa' demi keduniawian, kita mengorbankan agama kita?

12. Membunuh hewan yang menurut kita membahayakan, jelas boleh. Halal. Laba-laba boleh kita bunuh. Dalilnya adalah bolehnya membunuh cicak karena ia mengganggu.

13. Kalau kita merapatkan shaf, tapi nggak diterima sama kanan dan kiri kita, jangan sampai kitanya jadi split. Itu bid'ah itu wkwk, ntar rukuk dan sujudnya gimana wkwk. Kita lebarkan sesuai dengan contoh, yaitu sejajar dengan pundak. Kalau mereka nggak nerima, itu tanggung jawab mereka. Kita udah beres.

14. Memakai baju sponsor bank boleh? Pertama, kalau misalnya gini. Nabung di bank BNI, terus si bank-nya ngasih kita baju, ulama sepakat haram. Kenapa? Karena pada dasarnya, ketika kita nyimpen uang di bank, kita itu meminjamkan uang kita ke bank. Berarti yang minjem uang siapa? Bank. Kita tahu dalam hukum pinjam-meminjam, orang yang meminjam tidak boleh memberi hadiah kepada orang yang dia pinjam. Kalau begitu ulama sepakat haram. Ada pun kalau kita nggak nabung di bank tersebut, lalu kemudian bank ini ngasih kita baju, maka ulama berbeda pendapat dalam masalah ini. Tapi, A' Rizal saranin yang lebih hati-hati adalah jangan dipakai. Kenapa? Kalau misal kita berpendapat ini halal, tapi kita udah mensponsori bank...

Misalnya kalian udah pergi ke luar, lalu di baju kalian ini ada tulisan, "Tempat zina gratis di dekat Masjid Darut Tauhid" misalnya kayak gitu. Dosa nggak? Dosa. Sekarang kita ngajak orang ke bank, dosanya berapa kali zina sama ibu kandung itu? Maka A' Rizal sarankan, kalau pun kita berpendapat okelah halal makai baju dari bank selama kita tidak nabung di bank tersebut. Akhirnya kita ambil, logonya kita hapus, ganti dengan sesuatu yang nggak haram. Beasiswa dari bank itu haram. Gimana kalau beasiswa dari pemerintah? Insyaa Allaah halal. Kenapa? Karena pemerintah hartanya nyampur, ada yang halalnya juga. Sementara di bank hartanya udah bisa dipastikan haram. Sehingga, jangan lah.

15. Kalau orang ngelakuin dosa, bisa nggak dosanya dihapus dengan total seakan-akan si orang ini ga pernah melakukan kesalahan sama sekali? Jawabannya, Allaah, tidak menghapus dosa-dosa yang pernah kita lakukan dan kita taubati. Andai A' Rizal punya dosa satu juta, dan A' Rizal taubat dari satu juta dosa tersebut, Allaah tidak hapus satu juta dosa tersebut. Tapi Allaah ubah satu juta dosa tersebut menjadi satu juta pahala. Luar biasa ya. Jadi bukan dihapus. Tapi diubah jadi pahala. Dalilnya adalah Q.s. Al-Furqan [25]: 70.

Barangsiapa yang bertaubat, beriman, dan beramal shalih, mereka lah orang yang dosa-dosanya diubah oleh Allaah menjadi pahala.

Makanya dalam kisah Perjalanan Akhirat terkadang A' Rizal nggak nyampein karena bisi terlalu panjang. Cuman salah satu kisah dalam Perjalanan Akhirat tuh nanti ada orang Islam yang baca kitabnya, terus dia bilang, "Ya Allaah, di sini ada catatan yang belum pernah aku lakukan." Maksudnya apa? Aku nggak pernah melakukan amal shalih ini, tapi kok di sini ada? Namun ditambah-tambahin oleh Allaah. Kenapa? Itu adalah amal shalih tambahan dari Allaah. Kita nggak pernah melakukannya tapi sama Allaah dicatat jadi pahala, ini dari mana? Itu sebagai karunia Allaah. Subhaanallaah.
Ø Tauhid 16A Ø Tauhid 16A Reviewed by max on 04.30.00 Rating: 5

Tidak ada komentar:

Tolong kritiknya yang banyak please..

Allah Semata Yang Maha Benar. Diberdayakan oleh Blogger.