Ø THR


Bismillahirrahmanirrahim.

Cie yang mau dapet THR. Ga afdhal puasa kalau nggak dapet THR. Percuma puasa kalau akhirnya tidak mencapai THR. Rugi kalau THR tidak dijadikan sesuatu yang penting.

Apa sih THR? Bukan Tunjangan Hari Raya! Tapi... Target Harian Ramadhan! Yeay!

Merencanakan (Memikirkan)

Nah, mungkin kebanyakan dari kita punya hal ini. Telah direncanakan sejak sebelum memasukin bulan Ramadhan. Namun apa, banyak juga dari kita yang tidak mengindahkannya dengan sepenuh hati. Mungkin kita hanya menjadikannya formalitas. Bukan sesuatu yang perlu untuk diraih dan disyukuri apabila telah dicapai. Bisa jadi kita lupa untuk mengevaluasi tiap-tiap amalan kita, pada bulan Ramadhan itu sendiri. Dan setelah itu, kita lupa pada kelupaan terhadap apa-apa yang ingin kita tuju dari bulan Ramadhan.

Menetapkan Tujuan-tujuan Kecil

Tunjangan Ha... eh maksudnya Target Harian Ramadhan ini adalah tujuan-tujuan kecil kita setiap harinya dari amalan sehari-hari yang ingin kita capai. Sasaran yang telah kita masing-masing tetapkan, seberapa besar, seberapa banyak, jenis-jenis, dan selama apa akan kita lakukan dari amal-amal itu. Ada banyak amalan yang bisa dijadikan target, khususnya di bulan Ramadhan. Seperti tilawail Quran, shalat tarawih, shadaqah/infaq, shalat berjama'ah di masjid, tahfizh Quran, dan lainnya. Amalan-amalan ini harus bisa--dan hanya akan bisa--kita optimalkan, kita maksimalkan di bulan Ramadhan apabila kita menetapkan yang namanya target.

Pasang Target Setinggi-tingginya

Apakah target-target itu dicapai setiap harinya menjadi urusan belakang. Pasang target itu harus yang tinggi kalau kata seseorang, sampai setinggi langit. Kalau pun kita tidak sampai menembusnya, kemungkinan kita akan bisa berdampingan bersama bintang-bintang. Rugi apabila target hanya yang normal-normal saja, yang biasa-biasa, yang tidak ada kespesialan di dalamnya. Jadilah yang beda, dengan target yang berbeda kita bisa menunjukkan kelebihan kita di sana, dan memang kita memfokuskan diri kepada kelebihan yang bisa kita buat. Misal, ada orang yang hebat menghafal Quran. Ia seharusnya memasang target yang tinggi dalam tahfizh Qurannya dibanding orang biasa. Begitu pula yang bagus bacaan Qurannya. Pasangkan target untuk membaca banyak halaman Al Quran. Tapi bukan berarti yang kurang dalam hal itu tidak bisa melakukannya. Poinnya adalah, fokus pada kelebihan dan pasang target setinggi-tingginya.

Catat (Buatlah Bekas Komitmen)

Setelah berkomitmen dalam target-target, catat komitmen tersebut! Di mana pun mencatatnya, yang penting pernah ada bekasnya. Mungkin suatu saat kita lupa, catatan-catatan itu hilang, terbuang, atau pergi entah ke mana. Tapi saat mencatat, tulisan-tulisan tangan itu terpatri di dalam tubuh kita, dalam mata kita kemudian tersimpan di otak. Walau kita tidak selalu mengingatnya, tapi otak selalu melindungi. Tubuh menjiwainya. Dengan adanya catatan, target kita akan teratur untuk dicapai, semakin rapi untuk dikerjakan, dan efek kepada diri kitanya adalah kita cenderung semakin ingat, dan ketika melihatnya akan menambah semangat, mengembalikan niat, dan menguatkan kita dengan sendirinya secara tak sadar.

Lakukan

Kemudian, lakukan pelan-pelan. Atau kalau yang pernah saya coba ialah, pada awal-awal Ramadhan, melakukan melebihi dari target-target yang ada. Gunanya agar apabila memang suatu waktu saya jenuh yang benar-benar, masih bisa di-cover oleh kelebihan di hari sebelumnya. Kemudian hari-hari selanjutnya, lakukan dengan perlahan. Mungkin kebanyakan dari kita--atau hanya saya sendiri saja--berpikir, "Wah banyak banget ya ternyata yang harus dilakukan, banyak banget yang harus dikejar" tapi mungkin pikiran-pikiran seperti itu lah yang menghancurkan semangat dan niat kita. Tidak masalah! Walau hati tidak enak melakukannya, walau badan sakit mengerjakannya, tetaplah kerjakan! #ntms Karena "Doing is better than perfect" (Facebook company motto). Apa pun yang dicapai setelah mengerjakan, itu urusan nanti.

Evaluasi

Hal yang perlu diperhatikan kemudian ialah evaluasi. Akan ada yang kurang ketika melakukan semua, terlebih kalau asal-asalan, tanpa dievaluasi. Misal ketika target hari 1 tercapai, hari 2 tidak, hari 3 sedikit lagi, hari 4 kelebihan. Dan semua itu tak terevaluasi, kita biarkan, "Ya sudah yang berlalu biarlah berlalu". Setidaknya lihatlah segala yang kita lakukan kemarin, untuk siap dan lebih baik di hari esok (Q.s. Al-Hasyr [59]: 18). Sempatkan waktu untuk mengevaluasi diri. #ntms Apa saja yang tercapai, apa saja yang tidak. Yang tercapai disyukuri, yang tidak dikejar lagi. Yang berlebih... waktu-waktu selanjutnya ditenangkan kembali, dinormalkan kembali ke target awal, agar tidak berlebihan. Karena,

Dari ’Aisyah –radhiyallahu ’anha-, beliau mengatakan bahwa Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda,

أَحَبُّ الأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ تَعَالَى أَدْوَمُهَا وَإِنْ قَلَّ

”Amalan yang paling dicintai oleh Allah Ta’ala adalah amalan yang kontinu walaupun itu sedikit.” ’Aisyah pun ketika melakukan suatu amalan selalu berkeinginan keras untuk merutinkannya.
-HR. Muslim no. 783

Pada akhirnya, target-target itu bertujuan untuk menyalakan gelora dalam diri kita. Untuk semangat beribadah, agar memiliki rasa ingin mencapai sesuatu, beramal di jalanNya. Kalau pun target tinggi yang sudah kita tetapkan tak tercapai--dan apabila memang sangat tinggi tidak akan tercapai di bulan Ramadhan--maka tentu, target itu akan ada untuk hari-hari selanjutnya. Target ada bukan hanya di bulan Ramadhan itu saja, namun untuk dilanjutkan kembali di bulan-bulan berikutnya!

Wallaahu a'lam bishshawab.

"Target Ramadhan ada bukan hanya untuk di bulannya, melainkan dilanjutkan di kemudian bulan"
-MSH 

Plus, video from Nouman Ali Khan:  Start Memorizing Quran | illustrated | Nouman Ali Khan

Ø THR Ø THR Reviewed by max on 05.54.00 Rating: 5

Tidak ada komentar:

Tolong kritiknya yang banyak please..

Allah Semata Yang Maha Benar. Diberdayakan oleh Blogger.