
Duh, buanyak banget utang pos yang mau di-publish tapi setengah-setengah nyelesaiinnya dan sekarang masih berupa draft-draft yang beterbangan, astaghfirullah. Entah kenapa, pas mau nyelesaiin, ada rasa ga enak.
Bismillahirrahmanirrahim.
Alhamdulillah. Melakukan suatu yang baru. Something that not just a thing, but greater than what can be seen. Memercik dalam benak, menahan dalam otak, mengikat lewat lisan, menerus-teruskan dalam perbuatan. Apa pun yang terjadi, kami berproses insyaAllah. Apa pun hasil, takkan pernah mengalahkan keindahan dan kebahagiaan ikhtiar yang dilakukan. Semoga ikatan lama, yang dikemas menjadi terlihat baru, bisa bertahan sampai ke depan sana, ke masa di mana dunia dibilang seakan menjadi musuh bagi kita semua. Ini pinta dan harap tulusku.
Pertemuan perdana. Sebenarnya yang kedua, setelah yang pertama unofficial, but whatever. Masih ada puluhan perjumpaan yang ditunggu kedatangannya. Dihiasi oleh perasaan dan keinginan yang--insyaAllah--membara untuk menJADI benar-benar lebih baik, terutama bagi diri sendiri. Entah yang lain berpikir apa, tapi itu yang aku mau, itu yang aku mohon tiap waktunya. Walau diawali dengan kegejosan atau ketidakjelasan, namun pada tengahnya berjalan walau tidak lancar. Tapi yang kuinginkan memang bukan 'lancar'nya, tapi 'berjalan'nya, setidaknya untuk saat ini.
Dalam lubuk hati yang paling dalam, ingin sekali bersama mereka, sampai minimal ke jenjang perkuliahan, dan dalam almamater yang sama. Jarang-jarang, bahkan sebelumnya bisa dikatakan tidak pernah, memiliki teman seperjuangan, yang sevisi, yang setujuan, apa pun keberbedaannya. Mungkin saat ini, masih saja aku berprasangka yang tidak-tidak kepada teman-teman siapa pun orangnya. Tapi kalau ini benar-benar rutin dan istiqamah, insyaAllah perlahan, aku ingin mindset-ku ini, tertular kepada mereka, yang setidaknya satu tujuan dalam universitas.
Entah apa yang menjadi pikiran mereka. Yang pasti, aku tidak akan pernah bisa melakukan ini sendirian. Walau ini hanya egoku yang mungkin berlebihan, tapi mereka masih ingin mengikuti--walau belum terlihat ambisi membara dalam diri mereka--permintaan egoisku ini. Aku bersyukur atas itu, kepada Allah yang telah memberi hidayah kepada siapa pun yang Ia kehendaki. Apa pun yang mereka pikirkan, sebisa mungkin akan kuikat mereka dalam mindset-ku, kutahan mereka dalam permainan kecil dari rencana-rencanaku yang rentan ini--karena sesungguhnya rencana hakiki ialah rencana Allah subhanahu wa ta'ala.
Mungkin kita lupa bahwa yang terlihat belum tentu apa yang sebenarnya. Lupakah kita, bahwa hikmah itu terkadang tersembunyi, dan hanya bisa diraih oleh siapa yang mencari dengan segenap raga? Apakah kita lupa kita disuruh untuk percaya, percaya pada apa yang tidak pernah--dan takkan pernah--terlihat selama hidup kita? Bukankah kita juga diminta untuk menggapai hikmah di setiap detik perjalanan hidup kita? Inilah dia. Permulaan dari sesuatu yang kupercaya bisa kulihat di depan sana, walau orang-orang lain tidak bisa melihatnya. Kuharap ke depannya, kalian bisa setidaknya merasakannya semakin dekat. Hikmah yang berusaha kusembunyikan bagi 'mereka', dan tentu pasti--dengan izin Allah--ada hikmahNya untukku pula.
Ø Start Something Unseen
Reviewed by max
on
19.44.00
Rating:
Reviewed by max
on
19.44.00
Rating:
Tidak ada komentar:
Tolong kritiknya yang banyak please..