Ø Setiap Merayakan Rasul



Bismillahirrahmanirrahim.

Wah, saat ragu, terus mendapat jawaban yang enak di hati, langsung yakin ya. Subhanallah, Maha Suci Allah yang memiliki segala ilmu. Kemarin habis dari #KajiTafsirYuk bersama seorang pemateri super. Kang Ghazi Azhari. Bertempat di aula Masjid Istiqomah dengan jumlah peserta yang, cukup sedikit--kebanyakan SMA 20-nya.

Prolognya tentang Maulid Nabi. Sebenernya boleh nggak sih ngerayain maulid Nabi? Pertanyaan itu yang selalu nyangkut di benak. Dan kemarin terjawab, walau saya sedikit ingat penjelasan detailnya.

Bid'ah. Bid'ah itu artinya berlebih-lebihan dalam beribadah. Misalnya, shalat subuh dua rakaat. Ah kita pengennya empat aja biar makin banyak pahala. Padahal sudah jelas bukan pahala yang didapat, melainkan dosa.
"Dan semua perkara yang baru adalah bid'ah dan seluruh bid'ah adalah kesesatan dan seluruh kesesatan di neraka" (HR An-Nasaai no 1578).
Zzz kan, udah capek-capek bid'ah niatnya pengen dapet pahala, eh malah kecemplung ke Neraka kan nggak lucu. Itulah bahanya bid'ah. Ketika kita menyampaikan sebuah ilmu tentang ibadah kepada orang banyak, dan orang banyak itu mengikuti dengan buta tanpa memikirkannya, maka akan masuk Neraka. Sedihnya, di negeri kita sendiri banyak. Ada suatu aliran--tak peduli namanya--di suatu daerah, mereka telat berlebaran. Masalahnya, telatnya sepuluh hari. Gila aja. Dan sedihnya lagi, yang shalat 'ied telat itu buanyak.

Rasulullah tidak pernah menyebutkan sekalipun dalam perkataannya mengenai hari ulangtahunnya. Pernahkan ada cerita suatu hari Rasulullah berkata, "Eh hari ini ane ulang tahun lho... rayain atuh, minimal mah kasih HBD lah." Nggak mungkin kan! Juga para shahabatnya pun tak pernah sekalipun merayakan hari kelahiran nabi ini. Bayangkan Abu Bakar berucap, "Rasul, Rasul. Tahu nggak hari ini hari apa?" Rasul heran, "Hari apa?" Abu Bakar pun menjawab, "Hari ulang tahun engkau. HBD ya!" atau sebagainya, mustahil kan! Nyatanya, para shahabat dengan kasih selalu merayakan setiap detik yang mereka miliki bersama Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam tercinta.

Belum lagi ternyata, riwayat tentang kelahiran Rasul itu bukan hanya satu. Bukan hanya tanggal 12 Rabiul Awal seperti yang disinyalir lho. Apa jadinya coba kalau entar kita ngerayain, eh tahu-tahu itu maulid Abu Jahal. Na'udzubillah kan.

Berarti maulid Nabi bukan ibadah dong? Justru lebih parah lagi. Bisa menjurus kepada Tasyabuh. Bisa lebih gawat lagi daripada bid'ah ternyata.
Dari Abdullah bin Umar radhiallahu anhuma dia berkata: Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:
مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ
“Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk darinya” (HR. Abu Daud no. 4031 dan dinyatakan shahih oleh Al-Albani dalam Ash-Shahihah: 1/676).
Tuh kan. Padahal kaum kristiani yang suka merayakan hal itu. Natal. Natal itu artinya kelahiran. Mereka merayakan kelahiran Yesus. Berarti, kalau kita merayakan maulid yang artinya juga kelahiran, kita juga merayakan kelahiran Nabi Muhammad sama seperti mereka dong. Hayo?

Terus, ngerayain maulid Nabi nggak penting? Penting! Tapi kita harus merayakannya setiap hari. Dengan cara tiap hari semakin mencintai Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam, dengan menghidupkan sunnahnya, dengan mengikuti ajarannya, mencontoh segala perilakunya.

Selalu ada pilihan yang lebih baik. Kalau ada yang lebih baik, kenapa milih yang lebih buruk?
Ø Setiap Merayakan Rasul Ø Setiap Merayakan Rasul Reviewed by max on 07.19.00 Rating: 5

Tidak ada komentar:

Tolong kritiknya yang banyak please..

Allah Semata Yang Maha Benar. Diberdayakan oleh Blogger.