Ø Malas Berdamping Sibuk


Bismillahirrahmanirrahim.

Kesibukan, kemalasan. Dua hal ini sebenarnya tidak bisa disandingkan seharusnya, tapi tidak untuk saya. Kadang saya sibuk, kadang saya malas. Sering saya sibuk, sering saya malas. Aneh sekali kalau dipikir-pikir, mengapa hal ini bisa terjadi? Dan mungkin saya sendiri sudah tahu jawabannya. Hanya saja tidak ingin untuk mempercayainya.

Ketika kesibukan datang, kita dipaksa untuk bergerak lebih daripada ketika kita malas. Kesibukan tentu saja hasil dari choice yang telah kita ambil dalam suatu keputusan pada beberapa waktu sebelum konsekuensi terjadi. Mau kita sibuk karena terpaksa, dipaksa, tak ada pilihan lain, sebenarnya itu merupakan keinginan (baca:pilihan) kita sendiri untuk terjadi. Tapi ternyata mungkin ada satu hal lain yang menyebabkannya. Yaitu lemahnya kita dalam mengambil pilihan. Ketika kita lemah, bukan lagi mengambil kekuatan kita sendiri untuk memilih, maka pilihan yang kita ambil bisa saja dan kemungkinan besar bukan yang 'sebenarnya' ingin kita pilih. Dan apabila kesibukan yang terjadi adalah hasil dari pilihan yang terambil secara terpaksa karena kelemahan kita, maka kemungkinan besar hal tersebut tidak akan memberikan dampak yang baik terhadap diri kita.

Ketika kemalasan datang, kita dipaksa untuk bergerak kurang daripada ketika kita sibuk. Sama dengan kesibukan, tentu saja kemalasan juga merupakan hasil dari choice yang telah kita ambil, terlepas apakah sadar atau tidak sadar kita dalam mengambilnya. Kemalasan juga terjadi dari keinginan kita yang terrealisasikan. Kemalasan yang terjadi karena tak ada pilihan kuat yang kita ambil, akan menjadi kemalasan yang sangat tak berarti. Tapi kalau pribadi saya, kemalasan saya ini terjadi karena tidak inginnya berada dalam kesibukan yang tak berarti. Walau memang masih bingung mana yang lebih baik, kesibukan yang tak berarti atau diam dalam kemalasan. Tapi mungkin karena dari pribadi yang lemah, maka akan diambil yang paling mudah untuk dilakukan, yaitu kemalasan.

Jelas lebih baik sibuk, tapi sibuk dalam kebaikan, khususnya bagi diri sendiri. Tapi sangat tak baik berada dalam kesibukan yang tak berarti, yang menyebabkan sama saja seperti kemalasan yang tak beralasan. Pada akhirnya, semua kembali ke pilihan masing-masing. Yang bisa saya sarankan untuk kita semua hanya satu, kuatlah dalam memilih. Itu.

"Berkuasalah dalam mengambil pilihan. Ini pilihan kita, bukan siapapun."
-MSH

Ø Malas Berdamping Sibuk Ø Malas Berdamping Sibuk Reviewed by max on 17.36.00 Rating: 5

Tidak ada komentar:

Tolong kritiknya yang banyak please..

Allah Semata Yang Maha Benar. Diberdayakan oleh Blogger.