Ø Keseharian Dengan Makna (?)

Zzz udah lama nggak menyentuh blog ini. Pas nyentuh, malah cuma nulis aktivitas sehari. Yah, sekalian melepas kerinduan terhadap habits yang ingin dicapai, sih.



Jum'at, 11 Mei 2014.

Hari ini seru dan cukup melelahkan.

Dimulai dengan pagi yang tidak terlalu menyenangkan. Aku bersiap-siap menjalani rutinitas yang membosankan yaitu sekolah. Persiapan agak kacau karena kegelisahan hati yang kesal tak dapat menunaikan subuh di masjid. Pergi ke tempat yang sama setiap harinya, dengan angkot yang sama, pakaian yang sama, peralatan yang sama, membuat diri ini jenuh. Gerakan demi gerakan terasa hampa karena telah menjadi otomatis. Bahkan sesampainya di sekolah pun sudah tak perlu dipikirkan. Berjalan menuju kelas, duduk manis di tempat yang selalu tersedia bagiku, dan menunggu bunyi bel dengan kegiatan yang aneh-aneh (kadang baca buku, seringnya ngerjain PR).

Kali ini yang kulakukan ialah belajar biologi, pastinya karena ada ulangan, karena aku tak pernah belajar di rumah dengan sebenar-benarnya belajar. Bel berbunyi, ulangan dimulai. Setiap ulangan selalu saja mendadak muncul devil's whisper yang selalu mengganggu. Apalagi memang aku ini dulu pengatur mata yang handal. Karena sekarang aku sudah bertaubat, imanku insyaAllah bertambah namun selalu saja terdapat kesempatan setan walau tak ada niatan.

Pelajaran selanjutnya ialah agama. Materinya kali ini ialah tentang berda'wah. Dan kami disuruh berda'wah di depan kelas (ceramah lah istilahnya). Aku terlalu malu untuk itu, dan aku benar-benar bingung materi apa yang sekiranya cocok untuk teman-teman. Karena itu, aku memlilih untuk tidak maju. Temanku fadhil pun belum siap. Eh malah yang maju empat orang muslimah, sungguh memalukan bagi ikhwan seperti kami, apalagi kami ikut ekskul rohis sekolah.

Yang di atas hanyalah awalan, sekarang ke perjalanan (lumayan) panjang yang berisi makna insyaAllah.

Ba'da shalat jum'at, yang ditunggu hanya satu, mentoring. Mentoring bersama kang El sudah menjadi rutinitas dan sebentar lagi mungkin berakhir karena ketiadaan beliau setelah lulus SMA. Mentoringnya tentang syukur. Intinya segala yang diberikan Allah wajib disyukuri, salah satu caranya dengan Alhamdulillah, berbagi dengan orang lain, dll. Senang sekali hati ini dengan iman yang ter-recharge apalagi mentornya mentraktir semua adik mentornya. Langsung bisa menerapkan deh, Alhamdulillah.

Setelah Ashar, banyak yang pulang. Namun terdapat sisa-sisa kader rohis SMA 5 yang menunggu kajian mentoring dari seorang lagi yaitu Ketua Umum rohis yang sudah lepas jabatan, Abdullah Tsabit. Seru. Mentoring tentang Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam memang paling wah. Diambil dari buku Ust. Salim A. Fillah yaitu "Menyimak Kicau Merajut Makna", dan yang dijelaskan hanya sebagian kecil dari seluruhnya. Dijelaskan tentang Fisik-fisik Rasul, kebiasaannya, dsb yang membuat beliau itu sempurna. Terlalu seru, sampai-sampai langit oranye datang diam-diam.

Sekolah akan dikunci. Aku dan Luthfi bermaghrib di masjid ganteng (junudurrahmah). Disana aku bertemu teman sekelas yaitu Alwi dan Hasbi. Tampak di wajah mereka kebingungan. Ternyata kunci motor alwi hilang. Mencari kemana-mana namun sia-sia. Akhirnya adzan dikumandangkan. Setelah shalat eh mereka berdua sudah hilang tanpa pamit, kuncinya telah ditemukan.

Aku pulang sendiri naik angkot seperti biasa, di dalam angkot terlihat wajah familiar. Tapi karena aku malu, aku diam saja. Tiba-tiba ditanya, "Anak itsar?", ya sudah aku jawab iya. Terjadi perbincangan yang sangat singkat, karena aku malu. Si akang turun berpamitan denganku, lalu mendadak melakukan aksi itsar. Kaget dan begitu kagum diriku melihatnya.

Masih di tengah perjalanan, aku bertemu teman lain yang bernama Thareq, dengan gitar besar yang mendampinginya. Dia baru pulang juga sehabis acara OSIS. Kami turun bersama, namun ia tinggal jalan ke rumah, sementara aku perlu naik ojeg karena lumayan jauh. Berojeg sampai jembatan sebelum jalan menuju barisan rumah komplek yang kutinggali, aku memutuskan untuk turun di sana. Kemudian berbalik menuju masjid di dekat jembatan tersebut, bershalat Isya' layaknya habits yang terlaksana seperti biasa. Alhamdulillah masih sempat untuk tidak masbuk, pikirku. Dengan tas besar kutaruh di depanku, sujud pun terasa susah namun bisa kulakukan dengan tenang.

Selesai sampai di rumah seusai melaksanakan shalat isya' tadi, hati terasa tenang, tenang, tenang, lalu tertidur di atas kasur empuk dirangkul oleh selimut besar yang menghangatkan. Alhamdulillah besoknya masih diberi kehidupan oleh Allah.



"Kejadian tak terduga pasti akan terjadi. Karena kejadian tak bisa ditentukan secara pasti."
-MSH 
Ø Keseharian Dengan Makna (?) Ø Keseharian Dengan Makna (?) Reviewed by max on 07.40.00 Rating: 5

Tidak ada komentar:

Tolong kritiknya yang banyak please..

Allah Semata Yang Maha Benar. Diberdayakan oleh Blogger.