Ø Hafalan "Gua"



Bermula dari sebuah hadits yang memberi secuil kecil motivasi kepada seorang remaja dan satu temannya.

Dalam riwayat dari Abu Sa’id al-Khudri radhiyallahu 'anhu,
مَنْ قَرَأَ سُوْرَةَ الْكَهْفِ فِي يَوْمِ الْجُمْعَةِ أَضَآءَ لَهُ مِنَ النُّوْرِ مَا بَيْنَ الْجُمْعَتَيْنِ
"Barangsiapa membaca surat Al-Kahfi pada hari Jum’at, maka akan dipancarkan cahaya untuknya di antara dua Jum'at." (HR. Al-Hakim: 2/368 dan Al-Baihaqi: 3/249. Ibnul Hajar mengomentari hadits ini dalam Takhrij al-Adzkar, “Hadits hasan.” Beliau menyatakan bahwa hadits ini adalah hadits paling kuat tentang surat Al-Kahfi. Syaikh Al-Albani menshahihkannya dalam Shahih al-Jami’, no. 6470)




Waaah.. keren banget bisa disinari cahaya seminggu penuh, pikirku. Aku memutuskan untuk membaca surah Al-Kahfi tiap hari Jum'at. Alhamdulillaah tiap Jum'at siang hingga menjelang malam aku dapat mengkhatamkannya. Kegiatan tersebut mulai kulakukan secara rutin setiap minggunya dengan giat. Tapi tentu tidak selalu berjalan lancar, kadang terdapat masalah. Contohnya seperti kegiatan di hari Jum'at yang padat, biasanya sampai sore hingga petang sehingga melupakan tilawah Al-Kahfi. Pilihan hanya ada satu yaitu ngebut untuk menyelesaikan satu surah tersebut.

Sampai suatu saat, entah sejak kapan seorang temanku ikut-ikutan, aku tidak terlalu peduli karena ia orangnya banyak omong, yang penting tetep lanjut. Kami berdua pun memulai untuk melakukan kegiatan rutin tersebut sambil mengajak teman-teman yang lain pula. Namun sepertinya reaksi tidak terlihat secara kasat mata.

  • Surat Al-Kahfi yang berarti "Gua" merupakan kisah 7 sahabat yang beriman kepada Allaah melarikan diri ke dalam gua menghadapi raja Diqyanus yang kejam. (referensi di bawah, belum tahu shahih atau tidaknya 'afwan). Menurut saya pribadi surat ini menarik sekali isinya, memang bukan cuma cerita tentang ashabul kahf ini, tetapi terdapat juga kisah Raja Dzulqarnain yang agung pula.

Tak bosan-bosan membaca, jadilah hal ini menjadi habits. Tapi melihat aktivitas yang semakin hari semakin banyak, aku kadang tidak menyelesaikan tilawah tepat waktu. Lalu temanku yang bernama Riza itu bertanya.

"Fat, kenapa kamu nggak mulai aja bacanya dari kemarin malem?" tanya Riza.

"Lho, emang bisa gitu? Kemarin kan Kamis," balasku bingung.

"Kamis masehi, kalau qamariah mah udah Jum'at lah," jawabnya tegas.

"Oh.....!! Aku baru inget lah!! Kenapa nggak bilang dari dulu, Za?! Ya udah, mending tiap minggu bacanya dari malem Jum'at habis maghrib aja," ujarku.

Aku tidak tahu bahwa hari jum'at itu dimulai dari Kamis malam ba'da maghrib sampai Jumat sore qabla maghrib, karena jumat yang dimaksud ialah qamariah.

***

Setelah menjadi kebiasaan, kami merasa kurang jika hanya tilawah saja tiap minggunya. Akhirnya sebuah ide terbesit dalam otak kami berdua.

"Kalau kita bakal baca ini tiap minggu, kenapa nggak kita hafalin aja ya suratnya sekalian?" pikir kami.

Kedua hati setuju dan bersama-sama, apalagi aku sebenarnya pernah melihat sebuah hadits yang memotivasi terlebih dahulu.



Dari Abu Darda R.A dari Nabi berkata:
“Barangsiapa yang menghafal sepuluh ayat pertama dari surah Al- Kahfi terjaga dari fitnah Dajjal.” (HR. Muslim, Abu Dawud, Nasai, Tirmidzi)
Mulailah sebuah project besar itu dilaksanakan oleh dua orang pemuda yang bersemangat. Targetnya tidak tanggung-tanggung. 110 ayat harus terbaca di luar kepala. Deadline pada awalnya ditentukan oleh Rifat yaitu ketika mereka kelas XII sudah dapat membaca sambil merem lah istilahnya. Kenapa? Karena memang pada awalnya terlihat sangat susah untuk menghafal satu surat dalam Al-Qur'an yang lumayan panjang, ditambah ayatnya yang mencapai digit ratusan itu.

Modal utama Rifat telah dimiliki, yaitu ia memang seorang penghafal cepat, serta telah menghafalkan Juz 30 dari SD. Tapi tanpa modal berarti seperti itu, Riza temannya tetap tidak mau kalah. Dia hanya berbekal semangat dalam jiwa dan raga yang membara. Yang awalnya bersama-sama, kemudian terjadilah persaingan antara keduanya. Yang satu tak mau kalah dengan yang lainnya. Berlanjut lah perjuangan dua remaja muslim yang pantang menyerah ini.

***

"Za, udah ngapalin sampe mana nih? Kok diem-diem sih? Aku sih baru sepuluh ayat pertama itu," kataku santai.

"Udah 14 dong. *lanjut membaca* nahnu naqussu 'alaika naba ahum bil haq... eh 13 deng, hehe," cuek Riza.

Aku merasa kagum di luar, walau dalam hatiku iri, namun iri yang positif. Dengan berpegang pada kalimat "Fastabiqul khairat", semangatku membara ingin menyusul hafalan dia. Mulai lah kompetisi dalam kebaikan ini berlangsung tanpa satu orang pun menyerah pada awalnya. Namun karena aku sendiri alhamdulillaah diberkahi oleh Allaah dengan kemampuan menghafal yang terbilang cepat, dalam sekejap aku menyusul Riza bak seekor siput yang tiba-tiba memiliki kecepatan super menyusul teman-temannya.

Merasa tertinggal agak jauh, Riza mulai kehilangan semangatnya. Setiap aku mengabari info update hafalanku, hal itu bukannya membuat Riza semakin termotivasi, malah ia jadi semakin down. Padahal niatku adalah supaya Riza cepat mengejarnnya, karena apabila dibiarkan Riza akan tertinggal jauh. Akhirnya kuputuskan untuk tidak memberitahu kecuali jika ditanya.

Setelah beberapa bulan perjuangan (walau hanya langkah-langkah kecil) menjadi seorang Hafizh Quran, alhamdulillaah Allaah telah menguatkan kami dalam menghafal ayat-ayat-Nya yang berjumlah 110 ayat itu. Sekarang kami berdua telah mencapai angka kepala enam, sungguh suatu pencapaian yang menurutku pribadi sungguh luar biasa. Karena saat aku tahfidz Quran juz 30, surat-suratnya paling banyak berjumlah kurang dari 50, serta panjang satu suratnya tak sampai dua halaman.

Perjuangan kami tak sampai di sana. Target yang tadinya kelas XII baru hafal, sekarang dipercepat menjadi ketika kelas X tamat, Hafalan "Gua" pun tamat. Huahahaha *tertawa girang*. Cuma bercanda :)

إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُ لَحَافِظُونَ
Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Quran, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya. (Q.s. Al-Hijr [15]: 9) 


Tak henti-hentinya kami berusaha serta berdo'a. Kami hanya bisa berharap semoga dapat istiqamah di jalan yang diridhai-Nya. Aamiin.

Ini Hafalan "Gua", apa hafalan "Loe"?

*referensi
http://www.husammusa.com/v10/pedoman/692-kisah-ashabul-kahfi-7-pemuda-tertidur-309-tahun.html
http://pakdeazemi.wordpress.com/2012/04/14/kisah-dzul-qarnain-dan-yajuj-dan-majuj/
Ø Hafalan "Gua" Ø Hafalan "Gua" Reviewed by max on 17.04.00 Rating: 5

1 komentar:

Tolong kritiknya yang banyak please..

Allah Semata Yang Maha Benar. Diberdayakan oleh Blogger.