Bismillahirrahmanirrahim. Berikut adalah catatan dari sebuah kajian yang dibawakan oleh Abu Takeru. Cekidot!
Al Kabair 5 Assassin’s Creed Vs Samurai X Part 2
A. 3 tipe orang yang melakukan dosa:
- Orang yang melakukan dosa karena dipaksa atau diancam fisik atau nyawanyaOrang yang semacam ini dimaafkan (tidak dosa), karena alasan darurat. Kalau hanya diejek ketika tidak mau memberi contekan, itu belum darurat karena tidak diancam secara fisik, melainkan hanya mental saja. Sama seperti ketika apabila nilai UN jelek, dimarahi orang tua, itu belum darurat. Kecuali ibunya seperti ibu Giant (Doraemon).
- Orang yang melakukan dosa karena terdorong hawa nafsu tanpa paksaan, melainkan atas keinginan dirinya, tapi masih meyakini apa yang dia perbuat itu salah dan termasuk dosa.Orang yang semacam ini sama dengan dosa, tergantung dosa yang ia lakukan. Contohnya zina, dia tahu salah tapi ketagihan, ya dosa. Dosa besar.
- Orang yang menghalalkan dosa. Dia melakukan dosa dan dia meyakini halalnya dosa yang dia lakukan, dia merasa yang dia lakukan tidak dosa sama sekali.Orang semacam ini, dia murtad dari Islam. Itu berarti dia telah menghalalkan apa yang Allah haramkan, dan yang boleh menghalalkan dan mengharamkan hanya Allah, kita tidak boleh, kecuali mengikuti apa yang Allah firmankan.
B. Vonis Memvonis
Saat menasihati orang, seringkali kita dikatakan, “Kamu jangan suka nge-judge orang lain.”
Vonis memvonis tidak diperbolehkan dalam 3 poin:
- Kita tidak boleh memvonis orang Islam sebagai kafir, kecuali dia sendiri yang mengaku.Kalau orang kafir boleh divonis kafir. Misalnya Christiano Ronaldo.
- Kita tidak boleh memvonis seseorang ahli neraka, walau pun dia melakukan dosa besar.Karena Allah bisa saja mengampuni dia. Kalau dia orang kafir, mungkin Allah beri hidayah sebelum dia meninggal. Kalau yang muslim lebih mungkin lagi diampuni. Kecuali orang-orang yang memang udah ada dalilnya. Contohnya Abu Lahab, Fir’aun, Dajjal. Ada dalilnya mereka masuk neraka. Nah kalau teman kita, tidak boleh memvonis mereka.
- Kita tidak boleh memvonis seseorang yang berbuat dosa bahwa dia tidak akan diberi hidayah dan diampuni oleh Allah.Dalam hadits shahih riwayat Muslim, ada orang shalih, ia punya saudara yang banyak dosa. Akhirnya si orang shalih berkata pada orang yang berdosa itu, ”Demi Allah, Allah takkan mengampuni dosamu.” Kemudian di hari kiamat, Allah berkata ke si orang shalih ini, “Siapa yang berani mendahului Aku dengan sumpahnya? Kenapa kamu berani bersumpah bahwa Aku tidak akan mengampuni dia? Ketahuilah, Aku ampuni dia, dan kamu, semua amalmu hilang.”
Q: Kalau misal ada orang melakukan zina, apakah kita boleh bilang, “Hei, itu dosa besar!”?
A: Boleh. Karena memang itu dosa besar. Kalau misalnya ketika orang-orang berdakwah berkata pada para pemaksiat dan bilang, “Itu dosa besar!” Terus selalu dibalas dengan kalimat “Jangan suka memvonis, Ustadz.” Maka dakwah tidak akan pernah berjalan.
C. Bunuh Diri
Kenapa? Ada yang bilang karena sakit hati, diputuskan oleh pacar, dan lain-lain. Jadi sebenarnya, orang bunuh diri itu:
- Karena dia punya masalah duniawi yang sangat berat bagi dirinya.
- Karena dia tidak punya sesuatu untuk dia bergantung
Kalau orang punya masalah besar tapi punya sesuatu untuk ia gantungkan harapannya, tidak akan ia bunuh diri.
Jepang adalah salah satu negara paling maju dari sisi duniawi, tapi yang paling banyak melakukan harakiri (bunuh diri) malah Jepang. Mereka kurang apa? Padahal ada Doraemon. Eh, maksudnya banyak yang bisa dijadikan tempat bergantung bagi mereka, tapi sayangnya mereka tidak bergantung pada Allah, pencipta langit dan bumi. Akhirnya mereka banyak putus asa. Contohnya ada video orang Jepang lagi ujian anak SMA, tiba-tiba lansung loncat keluar, bunuh diri. Kenapa bisa begitu? Karena mereka menganggap dunia ini sesuatu yang besar. Kalau saja kita menganggap dunia itu kecil, niscaya masalah dunia yang besar pun terasa ringan.
Ada kisah Ibnu Hajar Al-Asyqalani bertemu dengan seorang tukang minyak yang beragama Yahudi. Si tukang minyak berkata, “Wahai Ibnu Hajar, Rasulmu Muhammad (shallallahu ‘alaihi wa sallam) bersabda, ‘Ad-dunya sijnu al-mukmin wa jannatu al-kafir.’ Dunia itu adalah penjara bagi mukmin dan surga bagi kafir. Kok kenyataannya berbeda. Kamu muslim, kok kaya banget? Aku kafir, tapi sengsara.” Kemudian Ibnu Hajar menjawab, “Oh bukan begitu, hadits-nya tidak salah. Aku kaya begini, mewah hidupku, kalau dibandingkan dengan surga, ini bagaikan penjara. Sementara dirimu yang sengsara dan miskin, kalau dibandingkan dengan neraka bagaikan surga.” Setelah itu si Yahudi langsung masuk Islam setelah mendengar ucapan Ibnu Hajar.
Dalam hadits shahih riwayat Muslim ada orang yang hidupnya paling mewah di muka bumi tapi ia termasuk penghuni neraka. Ia akan dimasukkan ke neraka sekali celupan, kemudian ditarik dan ditanya, “Apakah kau pernah merasakan kenikmatan sedikit pun?” Jawabannya, “Tidak. Aku tidak pernah merasakan kenikmatan sedikit pun.” Dan juga ada orang yang hidup di dunianya paling sengsara, kemudian dicelupkan ke surga sekali celupan, “Apakah kamu pernah merasakan sengsara sedikit pun?” Jawabannya, “Tidak. Aku tidak pernah merasa sengsara sedikit pun.”
Kalau dilihat, anime Jepang itu parah-parah. Mereka semua bergantungnya bukan kepada Tuhan, bukan kepada Allah. Contohnya Yu-Gi-Oh!, Yugi selalu bergantung pada kartu yang akan ditariknya. Lalu Digimon, lagu “Brave Heart” ada lirik “believe in your heart”, percayalah pada hatimu.
Sedangkan orang Islam, kalau dia punya masalah, dia membaca satu do’a yang sangat indah. Riwayat An-nasa’I, derajatnya hasan, ada di kitab As-Shahihah no. 227.
Kalau bergantung pada diri sendiri, sengsara. Kalau bergantung sama dunia, sama kemampuan sendiri, hancur hidup kita, gampang putus asa, dan akhirnya bunuh diri. Tapi kalau bergantung ke Allah,
يَا حَيُّ يَا قَيُّوْمُ بِرَحْمَتِكَ أَسْتَغِيْثُ، وَأَصْلِحْ لِيْ شَأْنِيْ كُلَّهُ وَلاَ تَكِلْنِيْ إِلَى نَفْسِيْ طَرْفَةَ عَيْنٍ أَبَدًا
“Ya hayyu ya qoyyum bi rahmatika astaghiits, wa ash-lihlii sya’nii kullahu wa laa takilnii ilaa nafsii thorfata ‘ainin abadan [artinya: Wahai Rabb Yang Maha Hidup, wahai Rabb Yang Berdiri Sendiri tidak butuh segala sesuatu, dengan rahmat-Mu aku minta pertolongan, perbaikilah segala urusanku dan jangan diserahkan kepadaku sekali pun sekejap mata tanpa mendapat pertolongan dari-Mu selamanya].”
(HR. Ibnu As Sunni dalam ‘Amal Al-Yaum wa Al-Lailah no. 46, An-Nasa’i dalam Al-Kubra 381: 570, Al-Bazzar dalam musnadnya 4/ 25/ 3107, Al-Hakim 1: 545. Sanad hadits ini hasan sebagaimana dikatakan oleh Syaikh Al-Albani dalam Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah no. 227).
Ada kisah, seseorang diberi cobaan fisik yang luar biasa bernama Abdullah ibn ‘Umar Al Bahami. Dia ini semua badannya lumpuh, kecuali leher. Sekarang usianya 45 tahun. Dia merasa paling sengsara di dunia ini. Dia pernah mengunjungi temannya, kondisinya sama seperti dia. Saat di kursi roda, dia berpapasan dan melihat jempol temannya itu sudah tidak ada. Karena ketika masih bayi jempolnya dimakan tikus, dan dia cuma bisa nangis, tidak bisa teriak. Karena dia buta, tuli dan bisu. Dari lahir. Allahu Akbar. Kemudian akhirnya dia bilang, “Ternyata masih ada yg lebih berat ujiannya dari diriku.”
Subhanallah sekarang dia sudah menikah. Syeikh Ali Jabir bertanya pada sang istri, “Kenapa kau mau menikahi dia?” Jawabannya, “Aku ingin jadi istri dia yang shalih. Aku mungkin tidak bisa mendapat hak sebagai istri di dunia ini, tapi aku ingin bisa bersama dia di akhirat kelak di surgaNya.”
Ingat. Ujian di dunia tidak ada apa-apanya kalau dibanding akhirat. Karena itu, ujian di dunia itu ringan. Sangat ringan, insyaa Allaah.
Lihat beratnya orang yang bunuh diri:
- HR. Bukhari dan Muslim
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa bunuh diri di dunia dengan sesuatu, maka allah akan siksa dengan sesuatu itu pula di hari kiamat.” - HR. Bukhari no. 1365
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang membunuh dirinya sendiri dengan mencekik lehernya, maka ia akan mencekik lehernya pula di neraka. Barangsiapa yang bunuh diri dengan cara menusuk dirinya dengan benda tajam, maka di neraka dia akan menusuk dirinya pula dengan cara itu.”
Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لا تَأْكُلُوا أَمْوَالَكُمْ بَيْنَكُمْ بِالْبَاطِلِ إِلا أَنْ تَكُونَ تِجَارَةً عَنْ تَرَاضٍ مِنْكُمْ وَلا تَقْتُلُوا أَنْفُسَكُمْ إِنَّ اللَّهَ كَانَ بِكُمْ رَحِيمًا , وَمَنْ يَفْعَلْ ذَلِكَ عُدْوَانًا وَظُلْمًا فَسَوْفَ نُصْلِيهِ نَارًا وَكَانَ ذَلِكَ عَلَى اللَّهِ يَسِيرًا
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama-suka di antara kamu. Dan janganlah kamu membunuh dirimu; sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu. Dan barang siapa berbuat demikian dengan melanggar hak dan aniaya, maka Kami kelak akan memasukkannya ke dalam neraka. Yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.” (QS. An Nisa’: 29-30)
3. HR. Bukhari no. 5778 dan Muslim no. 109
Hati-hati salah paham dengan hadits ini
“Siapa yang menjatuhkan dirinya dari gunung hingga mati maka di neraka jahanam dia akan menjatuhkan dirinya, kekal di dalamnya selamanya. Siapa yang menegak racun sampai mati, maka racun itu akan diberikan di tangannya, kemudian dia minum di neraka jahanam, kekal di dalamnya selamanya. Siapa yang membunuh dirinya dengan senjata tajam maka senjata itu akan diberikan di tangannya kemudian dia tusuk perutnya di neraka jahanam, kekal selamanya.” (HR. Bukhari 5778 dan Muslim 109)
Nah, yang selama-lamanya di neraka kan orang kafir, tapi di sini tidak dibedakan antara muslim dan kafir oleh Rasul. Maka, kita balik lagi ke tiga poin awal. Kalau dia menghalalkan bunuh diri, maka ia kafir. Kalau misal tidak menghalalkan, dia tidak akan selamanya di neraka.
Dalil bahwa orang yang bunuh diri tidak kafir, selama ia tidak menghalalkan bunuh dirinya:
Hadits hasan riwayat An-nasa’i 1964
Ketika di zaman Rasulullah ada orang yang bunuh diri, kemudian para shahabat menshalatkan. Tapi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak menshalatkan dia. Para shahabat dibiarkan oleh Rasulullah.
D. Pemberontakan
Pemimpin ada 3 tipe:
- Pemimpin yang kafir
Pemimpin semacam ini boleh diberontak selama kita yakin punya kekuatan untuk memberontak. Kalau belum punya kekuatan yang cukup, maka sabar. Sebagaimana Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam waktu di Mekkah belum punya kekuatan, sampai beliau hijrah ke Madinah, barulah punya kekuatan. - Muslim dan shalih
Kita wajib taat dan haram memberontak, sepakat ulama. - Muslim tapi zhalim (diktator)
Dia suka menzhalimi rakyatnya. Ada 2 pendapat ulama. Sebelum itu, saat di zaman para shahabat dulu, para shahabat ber-ikhtilaf, minoritas bilang boleh memberontak. Salah satunya yang berpendapat begitu adalah anaknya Zubair ibn Awwam, Abdullah ibn Zubair. Ketika itu ada pemimpin yang zhalim sekali. Hajaj ibn Yusuf. Dia membunuh 120.000 orang muslim di Madinah. Atsar ini shahih riwayat Bukhari. Sampai Masjid Nabawi terkena darahnya sampai setinggi lutut. Tidak ada orang yang berani shalat di sana, kecuali satu orang, menantunya Abu Hurairah, namanya Sa'id ibn Musayyib. Sampai temannya harus bilang ke Al-Hajaj, “Wahai Al-Hajaj, dia itu orang gila, maka jangan dibunuh.” Dia bilang begitu untuk menyelamatkan temannya. Abdullah ibn ‘Umar. Anaknya ‘Umar ibn Al-Khattab, ia juga dibunuh Hajaj ibn Yusuf. Luka yang dimiliki oleh beliau dioles racun oleh Hajaj.
Mayoritas shahabat berpendapat, “Jangan berontak Hajaj ibn Yusuf”, karena tidak dijamin ada pemimpin lebih baik dari dia, dan bisa jadi saat berontak banyak yang mati. Jadi, jangan memberontak, sabar. Doakan dia agar bisa taubat. Sabarlah yang insyaAllah akan membuat pemimpin kalian bertaubat.
Dan Ibnu Hajar Al-Asyqalani dalam kitab Fathul Bari berfatwa, dulu shahabat sempat beda pendapat. Minoritas bependapat boleh berontak, mayoritas berpendapat haram. Namun setelah mereka melihat begitu besarnya mudharat apabila berontak, maka akhirnya mereka sepakat haram memberontak terhadap pemimpin muslim, walau pun ia super zhalim.
Syarat sah seseorang disebut pemimpin:
- Muslim
Di Suriah, ada Bashar Assad yang bahkan para Syiah di Indonesia saja mengkafirkannya. Jadinya boleh memberontak dan termasuk jihad. - Dia didukung oleh ahli syaukah (tentara).
- Dikenal oleh masyarakatnya
Imam Ahmad pernah ditanya. “Wahai Imam Ahmad. Siapakah imam yang sebenarnya?” “Ia adalah orang, yang kalau kamu bertanya dari ujung negeri ke ujung negeri yang lain, ‘siapa imammu’, niscaya mereka akan menunjuk kepada satu orang.” - Punya teritori (wilayah kekuasaan)
3 tipe pemimpin yang berhukum bukan dengan Qur’an dan Sunnah:
- Pemimpin muslim menggunakan sistem kafir, karena diancam.
Pemimpin seperti ini, dimaafkan.
Dalil: Seorang pemimpin yang tidak menerapkan syari’at Islam, tapi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Seorang Hamba Allah yang shalih telah meninggal.” Siapa dia? Raja Najasi. Raja Kristen yang masuk Islam. Kalau ketahuan shalat, ia dibunuh. Kalau ketahuan puasa Ramadhan, dia dibunuh. - Pemimpin yang idak menerapkan syari’at Islam, karena hawa nafsu.
Ia pemimpin zhalim. Dosa besar, tapi tidak kafir. - Pemimpin yang menganggap syari’at Islam jadul, tidak relevan sama kehidupan modern. Genghis Khan, ulama sepakat dia murtad. Pemimpin dari Mongol, dia masuk Islam. Ternyata, dia memerintah negaranya bukan dengan syari’at Islam, dan dia mengejek-ejek syari’at Islam.
Presiden kita itu kemungkinan di antara yang pertama dan kedua, mustahil yang ketiga. (Abu Takeru)
Dalil tidak boleh berontak:
- HR. Muslim no. 1847
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Setelahku nanti, akan ada pemimpin yang tidak mendapat petunjukku, dan tidak mengambil jalan dari jalanku. Hati mereka hati setan, dalam tubuh manusia.“ Para shahabat bertanya, “Apabila kami memiliki pemimpin seperti ini, apakah boleh diberontak?” Rasul menjawab, “Tidak! Selama mereka masih shalat.” Dalam riwayat lain, “Kalian tetap patuh padanya walau pun dia memukul punggung kalian dan merampas harta kalian.”
Pemimpin muslim ini tidak menggunakan syari’at Islam di negerinya, namun masih meyakini syariat Islam sebagai kebenaran. - HR. Bukhari no. 7144
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Seorang muslim harus taat (kepada pemimpin) baik dalam konsisi suka maupun duka, selama tidak diperintahkan dalam kemaksiatan.” - Hadits yang dihasankan Abu Thahir riwayat abu dawud no. 4344
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jihad yang paling tinggi adalah menyampaikan kebenaran ke pemimpin (muslim) yang zhalim.”
Orang-orang yang hanya membaca hadits ini saja dan menafsirkannya tanpa membaca hadits lain, maka mereka mengumpulkan masa dan berdemonstrasi. Sungguh, ini adalah pemberontakan. Padahal ada hadits lain, - HR. Ahmad (shahih)
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang ingin menasihati seorang pemimpin, jangan menasihatinya di tempat umum, tetapi bawa tangannya ke tempat sepi. Kemudian nasihati dia. Kalau nasihatnya diterima, maka itu lah yang diinginkan, namun kalau nasihatnya ditolak, maka dia telah melakukan kewajibannya.”
Seperti Nabi Musa. Allah menyuruh untuk berkata lemah lembut (qaulan layyin) ke Fir’aun, padahal dia bukan sekedar zhalim, tapi mengaku sebagai tuhan.
Ulama yang telah mengamalkan hadits tersebut adalah Ustadz Fadlan Garamatan. Ia datang ke istana presiden, awalnya 5 hari tidak boleh masuk. Setelah ia berhasil masuk, ia bicara ke presiden (Suharto pada saat itu). Suharto waktu itu melarang pemakaian kerudung, tapi ketika Ustadz Fadlan bicara, akhirnya presdien mengirim dana untuk beli ribuan kerudung dan membangun ratusan masjid di Irian Jaya. Subhanallah. Efek dari dakwah yang sesuai Nabi, Irian Jaya jadi banyak yang masuk Islam.
Sementara kita, bisanya lewat ulama Indonesia, melalui Aa’ Gym, Pak Yusuf Mansyur. Sampaikan aspirasi kita ke mereka, lalu mereka mendakwahkan pemerintah dengan lemah lembut. Tahu kenapa Syiah masuk pemerintah? Karena kelemahlembutan mereka dalam berdakwah.
Salah satu manusia yang dicintai Nabi adalah Usamah ibn Zaid ibn Haritsah. Usamah ditanya sahabatnya, “Kenapa kamu tidak menasihati pemimpinmu?” Kemudian apa kata beliau? “Kamu ini apa-apaan, demi Allah, aku udah nasihatin dia, tapi aku tidak menasihatinya di depan umum. Karena aku takut, kalau menasihatinya di depan umum, akan timbul fitnah di kalangan masyarakat.” (Atsar Shahih riwayat Bukhari jilid ke-6 hal. 330)
Alhamdulillaah.
Bersumber dari: https://www.youtube.com/watch?v=tn0ndVoXhzo
Berikut link video kajian-kajian Abu Takeru:
Abu Takeru- YU GI OH Dajjal VS Nabi Isa part 1: https://youtu.be/MuKAdCEHIDQ
Abu Takeru- YU GI OH Dajjal VS Nabi Isa part 2: https://youtu.be/HuXQiBt4jg8
Abu Takeru - Bagiku Musik Halal: https://youtu.be/gQPMtTC8aA0
Abu Takeru - Dinosaurus Dalam Islam: https://youtu.be/fG3AkeQP-Zo
Abu Takeru - Selamat Tinggal Adikku Sabiq Ismatullah ~ (kisah kematian di jalan Allah yang indah): https://youtu.be/ib3KCLNT6Q8
Abu Takeru - Pocong vs Zombie Part I: https://youtu.be/GWPstqGSL2E
Abu Takeru - Pocong vs Zombie Part II: https://youtu.be/gmg0O141D1s
Abu Takeru: Jalan-Jalan Malam: https://youtu.be/8q7mLnq07yI
Abu Takeru - Harry Potter VS Voldemort: https://youtu.be/Ni0qscamh6c
Abu Takeru - Masuk Islam Gara2 George Bush: https://youtu.be/XKR-yMhVCf4
Abu Takeru - 4,9 Milyar: https://youtu.be/DyAXf8EPMbM
Nasyid & Murottal Abu Takeru
Murottal - Surah Ar-Rahman: https://youtu.be/32S16HKrszo
Abu Takeru - Nasyid Mati di Jalan-Mu: https://youtu.be/hUuwi5QZZ-A
Ø Assassin's Creed VS Samurai X Last Part
Reviewed by max
on
08.36.00
Rating:
Reviewed by max
on
08.36.00
Rating:

Tidak ada komentar:
Tolong kritiknya yang banyak please..