Seburuk-buruk orang tua, mereka satu-satunya yang kita miliki.
Seburuk-buruk orang tua, takkan mengubah takdir kita sebagai anak mereka.
Seburuk-buruk orang tua, tetaplah yang terbaik.
Bismillahirrahmanirrahim.
Orang tua. Ibu yang melahirkan kita. Ayah yang memimpin kita dalam keluarga. Sebuah keniscayaan bahwa semua kerja mereka, dibalas anak mereka dengan sebaik-baiknya. Walau mereka sering marah, tapi mereka bilang marah karena cinta. Bayangkan, marahnya aja cinta, bagaimana kalau sayangnya? Semua keburukan mereka, sudah seharusnya tak bisa dan takkan pernah bisa menutupi kebaikan yang telah mereka lakukan selama ini sejak kita belum hidup pun, sampai kita dewasa kelak.
Orang tua. Yang tega menganiaya anak-anaknya sendiri, menyiksa mereka tanpa ampun, menelantarkan, bahkan sampai membunuh jasadnya sampai ditinggalkan mayatnya. Itulah kenyataan yang kita terima, dari kabar-kabar yang memberitai kita lewat media. Seperti itukah orang tua? Mungkin ada, tapi tak semua. Kasihan mereka yang mendapat orang tua seperti itu, tapi dari dulu sudah banyak. Bahkan orang-orang Islam yang kuat pun, ada yang mempunyai orang tua yang keras lagi jahat.
Orang tua. Apakah mereka yang salah, apabila mereka melakukan kekerasan dalam rumah tangga, terlebih kepada darah daging mereka sendiri? Mungkin iya, tapi tak sepenuhnya. Kalau kita melihat dari sudut pandang si anak. Apa yang bisa kita perbuat? Toh itu takdir kita memiliki orang tua seperti mereka satu-satunya, dan kalau memang kita menemui keburukan-keburukan tiap bersama mereka, kita hanya bisa berprasangka baik terhadap mereka, tetap berbuat baik apa pun yang terjadi, dan mencari ridha mereka selama mereka tidak menyekutukan Allah. Yang penting sikap kita, bukan mereka.
Ada kata pepatah. Jangan meminta lebih kepada orang tua, karena mungkin itulah semua yang mereka miliki. Ya sudah, kalau begitu memang kita tak bisa berharap banyak. Tetap pertahankan sikap baik kepada mereka berdua, karena sebagaimana buruknya mereka pun tetap pantas untuk mendapatkannya. Jasa mereka yang baik, takkan pernah kita balas sepenuhnya, karena itu tetaplah dan teruslah membalas. Bagaimana pun orang tua kita.
Ø Sebaik-buruk Orang Tua
Reviewed by max
on
06.17.00
Rating:
Reviewed by max
on
06.17.00
Rating:

Tidak ada komentar:
Tolong kritiknya yang banyak please..