"Kepada...pembina upacara...hormaa~t gerak!"
Tahu kan itu kata-kata siapa?
Tahu kan itu kata-kata siapa?
Bismillahirrahmanirrahim.
Teman-teman, kali ini saya akan berbagi pengalaman saya saat menjadi pemimpin (komandan) upacara.
Nah, kalian pasti tahu tentang pemimpin upacara. Biasanya kan yang jadi pemimpin upacara tuh perangkat-perangkat kelas, pokoknya orang-orang pentinglah.. tapi kebanyakan yang jadi pemimpin upacara tuh orang yang eksis.
Kalau saya apaan??? Saya waktu itu ketua kelas, disuruh oleh wali kelas. Karena saya ketua kelas, jadi "kemungkinan" untuk menjadi pemimpin upacara sangatlah tinggi, ditambah teman-teman yang juga tidak mau mengambil jabatan tersebut. Tentu saja aku pun begitu, tapi mau bagaimana lagi.
Pada awalnya, saat diumumkan oleh pembina upacara bahwa minggu depan yang menjadi petugas upacara adalah kelas yang saya huni, saya sih hanya bersantai-santai saja karena saya inginnya teman lain yang lebih cocok dan pantas yang menjadi pemimpin upacara.... TAPI... "saat aku membutuhkannya, dia menghilang." (alaaaah, kata2 si katara itu). Waktu petugas-petugas upacara dipilih dengan serius (hari Jum'at, deadline), semuanya pada memilih saya untuk menjadi.... pemimpin pasukan (Pimpas) 1. Awalnya tentu saja saya menolak dengan keras, apalagi pimpas 1 tuh berdirinya di depan kelas 9 yang di sana ada banyak orang-orang... ya begitulah. Yah, jadi daripada pimpas 1, saya akhirnya mengalah dan menawarkan diri untuk menjadi pemimpin upacara saja, mau tidak mau.
Berapa lama saya STRESS, tapi akhirnya dapat sedikit menghilangkan rasa itu seiring berjalannya waktu. Ketika hari Sabtu, kami para petugas disuruh untuk latihan, padahal Jum'at-Sabtu Saya dan teman lain ada bimbel, tapi kami berdua paksakan sehingga hanya dapat memasuki jam ke-2nya saja. Awalnya kami khawatir latihan ini nggak akan bener, bahkan gajadi! padahal udah dijadwalkan jam 9, eh Saya dan teman saya itu yang sudah datang dari jam 8 menunggu lama sampai jam 9.30. Akhirnya semua petugas bermunculan dan mereka minta izin untuk diajarkan. Nah, hal yang paling memalukan saat latihan tuh adalah dilatih sama junior kami.. Yah tapi mereka ekskul brijar sih, jadi kualitasnya tidak diragukan.
Setelah latihan itu saya semakin tenang dan siap untuk jadi pemimpin upacara. *Jeng jeng jeng*, hari yang ditunggu pun tiba. Hari Senin, tanggal 19 November 2012. Pagi hari saya datang seperti biasa (nomor satu) di kelas. Entah kenapa mulai di dada ada suatu "rasa" yang menggetarkan dan tidak bisa dihilangkan sama sekali. kemudian datang si temen petugas, rasa itu berkurang sedikit. Kami para petugas mencoba latihan lagi di lapangan pagi-paginya, namun saat saya menginjaki lapangan upacara, "rasa" di dada itu malah semakin besar getarannya, saya sangat degdegan! Aaaaah suaraku habis sumpah!!, benakku.
...... semakin banyak orang datang....... sudahlah, never mind that and the show must go on! Aku menjalaninya dengan biasa, dan begitulah..
![]() |
| *ini nih bagian aku super tegang, bahkan kayaknya aku jalannya miring |
- INTINYA sih, tinggal Semangat aja menghadapi keadaan seperti itu. beres deh. Lumayan lah dapat pengalaman
Ø Kepada... Pemimpin (eh pembina) Upacara..............
Reviewed by max
on
17.58.00
Rating:
Reviewed by max
on
17.58.00
Rating:


Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
Hapus